Presiden: PDB Koperasi Meningkat Jadi 4,48%

Presiden: PDB Koperasi Meningkat Jadi 4,48%

NERACA

Tangerang - Presiden Joko Widodo mengaku sangat senang perkembangan koperasi Indonesia sudah mulai meningkat termasuk dari sisi kontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto)."Saya sangat senang sekali bahwa perkembangan koperasi sudah ada peningkatan yang cukup baik, kontribusi koperasi terhadap PDB ini 4,48% dari sebelumnya 3,99%," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Kamis (12/7).

Presiden didampingi sejumlah pejabat di antaranya Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, dan Ketua Dekopin Nurdin Halid.

Presiden mengatakan, ada peningkatan yang cukup baik dari sisi perkembangan koperasi di Tanah Air. Sayangnya menurut dia, belum ada loncatan yang signifikan dari koperasi."Tetapi belum meloncat, yang kita inginkan sebuah lompatan sistem ekonomi gotong royong yang kita miliki," katanya.

Meski Presiden mendengar ada koperasi di Indonesia yang sudah masuk bursa sekitar tiga bulan yang lalu."Dari Kospin Jasa, kita harus mulai ke arah-arah itu, koperasi harus mulai ke arah-arah itu," kata Presiden.

Menurut Presiden, saat ini di era teknologi perkembangan terjadi sangat cepat dan dinamis. Dahulu ketika HP belum ada, siapapun yang ingin menelepon harus menggunakan telepon kabel. Tak lama kemudian berkembang GSM dengan berbagai merek handphone yang berkembang ketika itu."Lalu ada smartphone yang sudah jadi telepon genggam Android dengan berbagai variasi kita masuk lagi begitu sangat cepat dari tahun ke tahun," kata Presiden.

Kini perkembangan telah merujuk ke era Google, Facebook, YouTube, Instagram, di dalam negeri ada Go-Jek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan Blibli."Semua harus kita ikuti. Perkembangan seperti ini harus kita lihat, semua harus melihat perkembangan-perkembangan seperti ini, bagaimana koperasi masuk ke teknologi digital," katanya.

Presiden menginginkan ada koperasi Indonesia yang masuk 100 besar atau 300 besar koperasi global."Kospin Jasa sudah melantai di bursa, begitu juga saya tahu Koperasi Sidogiri juga perputaran uangnya lebih dari Rp16 triliun. Seperti ini harus diikuti, kuncinya tanyakan ke sana kuncinya kenapa bisa berkembang dengan sangat cepat,” imbuh Presiden.

Presiden Jokowi pun menyebut contoh-contoh koperasi terbaik di dunia seperti Fonterra asal Selandia Baru, sebuah koperasi yang bergerak di bidang susu dan produk susu yang dimiliki bersama 10.500 petani di Selandia Baru dan mampu menghasilkan omset Rp165 triliun."Kemudian, ada lagi sebuah koperasi di Amerika bernMs Ocean Spray, sebuah koperasi yang sukses mengembangkan buah Cranberry dari awalnya cuma mengumpulkan hasil petani Cranberries kemudian menjual buah segar Cranberries, sampai mengembangkan produk minuman jus, kismis, kue, es krim dari Cranberries,” ungkap Presiden. Mohar/Rin

BERITA TERKAIT

Superkrane Incar Kontrak Baru US$ 100 Juta - Permintaan Sewa Crane Meningkat

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) pacu ekspansi bisnis. Emiten crane…

Presiden: Pangkas Regulasi yang Hambat Inovasi! - IMF-BANK DUNIA PUJI EKONOMI INDONESIA

Bali-Presiden Jokowi kembali mengingatkan pentingnya perkembangan teknologi demi masa depan yang lebih baik. Untuk itu, Presiden akan memberikan regulasi yang lebih…

Presiden Berharap Partisipasi Masyarakat Lapor Korupsi Meningkat

P { margin-bottom: 0.08in; }A:link { } Presiden Berharap Partisipasi Masyarakat Lapor Korupsi Meningkat NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Ketua Komisi II DPRD: Walikota Sukabumi Secepatnya Lakukan Seleksi Dirut PDAM

Ketua Komisi II DPRD: Walikota Sukabumi Secepatnya Lakukan Seleksi Dirut PDAM NERACA Sukabumi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota…

Pembangunan Tol Serang-Panimbang Capai 5,74 Persen

Pembangunan Tol Serang-Panimbang Capai 5,74 Persen NERACA Serang - Pembangunan fisik jalan tol Serang-Panimbang sampai saat ini mencapai 5,74 persen…

Dukung Pendanaan PTPN III, PNMIM Kucurkan RDPT Rp2 Triliun

Dukung Pendanaan PTPN III, PNMIM Kucurkan RDPT Rp2 Triliun NERACA Jakarta - Dalam rangkaian acara IMF - World Bank Annual…