APEI: Perlu Ada Kesiapan Anggota Bursa - Rencana Perubahan Lot Saham

NERACA

Jakarta – Rencana direktur utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi bersama tim menurunkan jumlah satu lot jadi 20-50 saham, mendapatkan berbagai reaksi dari pelaku pasar. Namun yang pasti, Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menilai anggota bursa atau broker perlu persiapan khusus untuk menerapkan perubahan satuan lot dari yang berlaku saat ini 100 saham setiap lot.

Kata Ketua Umum APEI, Octavianus Budianto, hal yang perlu disiapkan antara lain adalah infrastruktur di bursa dan sistem back office transaksi nantinya. Menurutnya, tidak ada salahnya jika bursa mewacanakan rencana tersebut, tapi harus dipertimbangkan seperti apa kesiapan bursa dan Anggota Bursa (AB) dalam merealisasikan rencana tersebut. Tapi perlu juga dipertimbangkan kondisi harga saham yang diperdagangkan di bursa saat ini,”Coba kita lihat dulu profil harga saham, clustering (dikelompokan) aja harga di atas Rp 10 ribu berapa sekian ribu berapa. Nanti kita lihat coba simulasi pake Rp 50 per unit itu seperti apa, itu sebenarnya masuk apa tidak,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, jika semua saham diturunkan jumlahnya dalam satu lot maka untuk saham dengan harga Rp 50 per saham (gocap) akan menjadikan transaksi menjadi lebih ramai. "Jadi kalau beli saham harga Rp 50 beli cuma Rp 10 ribu kan itu jadinya gimana, belum lagi resiko trading error," paparnya.

Selain itu, dia juga menilai bahwa bursa juga perlu memastikan kesiapan infrastruktur perdagangan di bursa. Karena penurunan jumlah saham ini dalam satu lot ini akan menyebabkan jumlah transaksi akan lebih ramai, namun jika bursa tidak siap maka akan terjadi gangguan dalam perdagangan. Asal tahu saja, rencana revisi jumlah saham dalam satu lot dimaksudkan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan. Dengan demikian BEI masih optimis bisa mencapai kapitalisasi pasar hingga Rp 10 ribu triliun hingga 2020 mendatang.

Inarno pernah bilang, penurunan satuan lot diyakini mampu mendapatkan likuiditas pasar yang lebih baik.Lot merupakan satuan perdagangan saham atau jumlah minimal pembelian saham. Apabila satuan lot saham diubah, tentu akan mengurangi jumlah biaya yang dikeluarkan pelaku pasar saat membeli satu lot saham,”Sisi likuiditas kami rasakan masih rendah. Jadi, kami pikir perlu juga meningkatkan transaksi likuditasnya. Kami akan mengkaji kembali besaran satu lot," ungkapnya.

Sementara Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa, Laksono Widito Widodo menambahkan, awalnya saham satu lot terdiri dari 500 saham dan diperkecil menjadi 100 saham. Pengecilan satuan ini akan membuat harga lebih murah, sehingga investor dengan modal kecil juga bisa membeli saham. Intinya, membuat perdagangan saham lebih likuid. “Supaya harga lebih murah, kami akan mengubah ukuran lot sekitar 50 sampai 20 saham. Sekarang kan 100 saham per lot. Ini agar affordable. Buat orang dengan modal kecil bisa main saham," jelas Laksono.

Penurunan lot saham diperkirakan akan menambah jumlah pelaku pasar ritel. Aturan jumlah satuan lot saham sebenarnya tidak pernah diubah sejak 2013 lalu, karena aturan tersebut mengacu pada Kep-00071/BEI/11-2013. Beleid tercantum dalam bentuk keputusan BEI dan mulai diberlakukan sejak 8 November 2013.

BERITA TERKAIT

Kebijakan Publik - Perlu Perbaikan Data Pangan untuk Kurangi Kesemrawutan Impor

NERACA Jakarta – Pemerintah perlu melakukan perbaikan data pangan untuk mengurangi kesemrawutan impor. Perbaikan data pangan juga perlu dilakukan sebagai…

Konversi Saham Lunasi Utang - MNC Investama Agendakan Rights Issue

NERACA Jakarta – Cari pendanaan strategis guna mendukung ekspansi bisnis, PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana menambah modal dengan melakukan…

DK PWI Pusat : Tak Ada Pelanggaran Kode Etik Program ILC Bertajuk Andi Arief

DK PWI Pusat : Tak Ada Pelanggaran Kode Etik Program ILC Bertajuk Andi Arief NERACA Jakarta – Dewan Kehormatan Persatuan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jasa Marga Bukukan Utung Rp 2,2 Triliun

Sepanjang tahun 2018, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun atau sama dengan periode yang sama tahun…

Produksi Minyak Sawit ANJT Tumbuh 6,6%

Hingga Februari 2019, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) memproduksi minyak sawit mentah sebanyak 34.750 ton atau naik 6,6% dari…

Pefindo Beri Rating AAA Obligasi Indosat

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA terhadap Obligasi Berkelanjutan II Tahap III/2019 seri A PT Indosat Tbk (ISAT)…