Panin Tuding KSEI Lamban Sosialisasi ke Nasabah - Penerapan Pemisahan RDI

NERACA

Jakarta - Pemisahan rekening dana investor (RDI) mulai berlaku kemarin. Namun, hal ini bukan tidak menimbulkan masalah. Banyak nasabah perusahaan sekuritas yang belum mengetahui informasi pemisahan ini. Direktur Utama PT Panin Sekuritas Tbk (PANS), Handrata Sadeli menuding PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terlambat dalam memberikan informasi kepada sejumlah nasabah.

Menurut dia, selain bermasalah di sosialisasi juga kurangnya koordinasi yang makin membuat nasabah sedikit telat mengetahui peraturan tersebut. "Sosialisasi dan koordinasi yang kurang. Sosialisasi sudah, yaitu koordinasi, atau, apa informasi ke nasabah yang agak terlambat. Sebenarnya, mulai ramai (pemisahan RDI) kan sejak Januari. Lalu diumumkan surat kabar kalau tidak bisa transaksi. Sejak itulah baru ramai," keluh Handrata di Jakarta, Selasa (21/2).

Dia menambahkan, tidak mungkin peraturan yang baru diinformasikan kurang dari satu bulan dapat terlaksana secara menyeluruh. "Minimal satu bulan. Ini tidak, belum satu bulan sudah harus selesai semua. Nggak mungkin itu. Ada hambatan dari nasabah sendiri. Tapi akhir-akhir ini sudah banyak (yang mengetahui informasi pemisahan). Makanya rekening menumpuk di bank. Nah, bank sendiri tidak bisa menangani jumlah rekening yang tiba-tiba membludak," tegasnya.

Sebelumnya telah diinformasikan, bahwa Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) meminta waktu tambahan untuk pelaksanaan pemisahan rekening nasabah. "Bapepam sudah mendapat komitmen dari bank pembayar, bahwa hari ini semua dokumen RDI yang ada di bank pembayar akan selesai semua," kata Ketua APEI, Lily Widjaja.

Pada pertemuan antara APEI dengan Bapepam-LK, diketahui jumlah nasabah yang telah menantikan penyelesaian pembukaan pemisahan rekeningin di bank pembayar. Dengan jumlah yang ada saat ini, regulator pasar modal ini masih optimis tidak ada masalah pascapenerapan peraturan No. V.D.3.

Ini artinya, sekitar 287 nasabah terancam tidak bisa bertransaksi. Bapepam-LK memberikan pengecualian transaksi untuk nasabah yang ingin menutup rekeningnya walaupun nasabah tersebut tidak memiliki RDI.

"Bagi nasabah yang kesulitan dan ingin menutup rekening, harus membuat pernyataan dan nantinya saldo efek boleh dijual dalam rangka penutupan rekening hasil penjualan bisa diberikan ke nasabah. Itu diperbolehkan transaksi walaupun tidak ada RDI," tegas Lily.

Selain itu, untuk pengembalian dana, Lily memberikan tenggat waktu hingga empat hari. Selama tenggat itu, MKBD PEAB (perusahaan efek anggota bursa) tetap akan dikurangi. Akan tetapi, dia mengakui kalau pengurangan ini tidak akan memberikan dampak seperti sanksi kepada PAB. [ardi]

BERITA TERKAIT

Banten Kaji Penerapan Teknologi Hydrocolour dan FISH GIS Bagi Nelayan

Banten Kaji Penerapan Teknologi Hydrocolour dan FISH GIS Bagi Nelayan NERACA Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menggandeng sejumlah ahli…

Jumlah SID di KSEI Capai 2 Juta Investor

NERACA Jakarta – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah single investor identification (SID) hingga semester pertama 2019 mencapai…

Penerapan Cukai Plastik Akan Berdampak Buruk Bagi Perekonomian

Penerapan Cukai Plastik Akan Berdampak Buruk Bagi Perekonomian NERACA Jakarta - Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Torehkan Kinerja Sangat Baik - BTN Meraih Penghargaan CSA Award 2019

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) meraih penghargaan CSA Award 2019. Penghargaan emiten dengan kinerja terbaik tersebut, hasil kerja…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…