Pengusaha Wajib Patuhi Regulasi Kemasan Pangan - POLEMIK PRODUK SUSU KENTAL MANIS

NERACA

Jakarta – Anggota Komisi IX DPR Abidin Fikri mengingatkan perusahaan yang mengeluarkan produk makanan dan minuman untuk benar-benar mematuhi regulasi terkait label iklan pangan agar tidak menyesatkan atau membingungkan masyarakat. "Para pelaku usaha produk makanan dan minuman harus mematuhi aturan tentang label dan iklan pangan," kata Abidin Fikri di Jakarta, Rabu (11/7).

Selain itu, ujar dia, pelaku usaha produk makanan dan minuman juga harus jujur dalam menampilkan informasi mengenai kandungan, komposisi dan petunjuk penggunaan, serta anjuran konsumsi. Abidin berpendapat, polemik terkait susu kental manis yang marak beberapa waktu terakhir ini perlu dijadikan pintu masuk untuk menyelidiki produk makanan dan minuman yang iklan dan labelnya tidak menginformasikan kelayakan konsumsi produk. "Atas polemik ini, BPOM bisa menginvestigasi secara menyeluruh produk makanan dan minuman yang diduga tidak layak dikonsumsi,” jelasnya, seperti disalin dari laman Antara.

Ia juga menginginkan hasil investigasi tersebut diberikan informasi yang utuh kepada masyarakat demi peningkatan kualitas hidup warga. Abidin juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam mengonsumsi produk makanan dan minuman, dengan mencermati komposisi, kandungan, hingga anjuran konsumsinya.

Secara terpisah, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Penny Lukito mengatakan produsen tidak perlu menghapus kata susu dalam produk kemasan susu kental manis (SKM). Selain itu, dia mengatakan tidak perlu ada penarikan produk SKM karena walau bagaimanapun jenis pelengkap makanan itu aman dikonsumsi. "Tidak perlu ada yang ditarik," kata Penny.

Menurut dia, kesalahan pemahaman sebagian masyarakat adalah SKM memiliki kandungan gizi yang setara dengan produk susu, seperti susu bubuk. Padahal, kata dia, kandungan susu dalam SKM sangat sedikit sehingga tidak bisa menjadi pilihan bagi masyarakat dalam menjadikannya sebagai alternatif produk susu. SKM hanya menjadi makanan pelengkap.

Di sebagian kalangan lain, kata dia, SKM bahkan dijadikan produk pangan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi susu. Dalam hal itu, Penny menyoroti iklan produk SKM yang seolah-olah mencitrakan susu kental manis memiliki kandungan gizi tinggi setara susu. Dia khawatir jika citra SKM seperti itu di kalangan masyarakat bisa menjadikan susu kental manis sebagai pengganti susu bahkan air susu ibu (ASI). "Sekarang meluruskan informasi ke depan, tidak ada lagi iklan yang salah memberikan persepsi dan edukasi pada masyarakat," tuturnya.

Pada kesempatan lain, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan, BPOM tidak boleh terjebak dengan "perang dagang" dan persaingan tidak sehat antarprodusen susu dengan berfokus pada produk kental manis. Terdapat produk susu bubuk yang kurang laku dan berkembang di masyarakat yang kemudian menjadikan produk kental manis sebagai "tersangka". "Informasi yang YLKI peroleh, polemik tentang kental manis mencuat karena ada 'perang dagang' antara produsen susu," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi.

Label dan iklan susu kental dan analognya dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman. Iklan produk susu kental juga dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa susu kental manis merupakan produk yang aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena sudah sesuai standar dan mendapatkan izin edar. Produk SKM masih diperlukan sebagai tambahan atau pelengkap untuk berbagai sajian kuliner, seperti pada kopi, teh tarik, atau martabak manis.

Direktur Jenderal Industri Agro, Panggah Susanto menjelaskan, SKM merupakan salah satu anasir dari berbagai macam produk turunan susu. Standar SKM diatur melalui Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan yang disusun berdasarkan standar internasional, yakni Codex Alimentarius. “Apabila produk susu kental manis tidak memenuhi deskripsi sesuai standar tersebut maka izin edar susu kental manis tidak akan dikeluarkan oleh BPOM,” tegas Panggah.

BERITA TERKAIT

Polemik Harga BBM

  Oleh:  Sih Pambudhi Peneliti Intern Indef Pembatalan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium kurang dari satu…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…

Presiden: Pangkas Regulasi yang Hambat Inovasi! - IMF-BANK DUNIA PUJI EKONOMI INDONESIA

Bali-Presiden Jokowi kembali mengingatkan pentingnya perkembangan teknologi demi masa depan yang lebih baik. Untuk itu, Presiden akan memberikan regulasi yang lebih…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

DAMPAK OTT KPK TERKAIT PERIZINAN MEIKARTA - Tersandung Hukum, Saham Lippo Karawaci Merosot

NERACA Jakarta –Bertubi-tubi isu tidak sedap menghampiri mega proyek besar milik PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), yaitu proyek kota mandiri…

DAYA BELI BURUH BANGUNAN MENINGKAT RIIL - BPS: Indonesia Surplus di September 2018

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, Indonesia mencatatkan neraca perdagangan surplus US$ 227 juta pada September 2018. Surplus ini disumbang oleh…

Harga Premium Tidak Naik untuk Jaga Daya Beli dan Inflasi

NERACA Jakarta -- Presiden Jokowi menegaskan,  harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium tidak mengalami kenaikan. Pasalnya, presiden khawatir kenaikan harga…