Pentingnya Kecukupan Cairan dan Ion Tubuh Saat Kena DBD

Neraca. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sepanjang tahun 2011 di Indonesia terdapat lebih dari 60.500 penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan jumlah angka kematian sekitar 1% dari total penderita, atau lebih dari 500 orang. Artinya ada lebih dari 1 orang meninggal setiap harinya akibat DBD. Head of Scientific and Consumer Care Kemenkes Ratna Yudythia mengatakan dalam acara Pocari Sweat Conference 2012, pekan lalu. Menurut dia, hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi apabila masyarakat sudah mengetahui bagaimana cara pertolongan pertama untuk pasien DBD terutama mengatasi dehidrasi yang terjadi pada penderita DBD. “Penderita Demam Berdarah akan mengalami kekurangan cairan tubuh yang signifikan, sehingga asupan cairan tubuh yang cukup sangat diperlukan, terutama asupan cairan tubuh yang mengandung air, gula dan elektrolit yang mirip dengan kondisi cairan tubuh kita." Melalui Pocari Sweat Conference 2012, katanya, diharapkan masyarakat akan semakin mengerti mengenai pentingnya fungsi cairan dan Ion tubuh dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam kondisi pemulihan Demam Berdarah Dengue”. Cairan tubuh merupakan komponen terbesar dalam tubuh, jumlahnya mencapai 55% - 65% dari berat badan. Beberapa fungsi cairan tubuh bagi kesehatan adalah sebagai tempat terjadinya berbagai reaksi kimia penting dalam tubuh, membantu proses metabolism dan mempertahankan suhu tubuh. Cairan tubuh tidak hanya terdiri dari air biasa (plain water) namun ion positif dan negatif yang juga memiliki arti penting dalam mempertahankan keseimbangan cairan tubuh. Dehidrasi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di Indonesia tanpa kita sadari. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan dari masyarakat mengenai cairan tubuh dan fungsi ion dalam kehidupan sehari-hari. "Dehidrasi terjadi bila seseorang kehilangan lebih banyak cairan tubuh daripada yang dikonsumsinya. Akibatnya adalah tubuh tidak punya cukup cairan untuk melaksanakan fungsi normalnya,” ungkap Prof.Dr. Ir. Deddy Muchtadi, MS. Menurut dia, cairan dan ion tubuh yang hilang tidak segera digantikan, maka dapat terjadi gejala-gejala yang tidak baik bagi kesehatan. Minum air biasa saja tidak cukup, karena ion tubuh juga perlu dikembalikan dan jika terlalu banyak minum air biasa justru mengakibatkan gangguan pada tubuh. “Untuk itu, melalui penyelenggaraan Pocari Sweat Conference 2012 ini, diharapkan masyarakat akan lebih peduli dengan bahaya dehidrasi baik pada kondisi sehari-hari dan saat proses pemulihan DBD, serta lebih memahami bagaimana cara menanggulanginya, sehingga akibat-akibat negatif dehidrasi dan dampak kematian akibat DBD bisa terhindarkan”. (sahlan)

BERITA TERKAIT

Caleg DPR RI A. Bagus Pekik : Kerjasama Daerah Antar Kota dan Kabupaten Sukabumi Sangat Positif - Sukabumi Harus Bangun KEK dan Menjadi Destinasi Wisata

Caleg DPR RI A. Bagus Pekik : Kerjasama Daerah Antar Kota dan Kabupaten Sukabumi Sangat Positif Sukabumi Harus Bangun KEK…

Atasi Tumpang Tindih Lahan, Kementerian dan Pemda Perlu Kerjasama

    NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (pemda) dapat bekerja…

Apresiasi Pelaksanaan GCG Terbaik - IICD Rilis Top 50 Emiten Big Cap dan Mid Cap

NERACA Jakarta - Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) tahun ini kembali mengadakan CG Conference & Award yang ke 10,…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Kadar Gula Darah Tinggi Bahayakan Kesehatan

Upaya menjaga kadar gula darah dan membatasi asupan makanan bergula tak cuma harus diterapkan untuk penderita diabetes, tapi juga semua…

Ini Penyebab Bau Mulut dan Cara Mengatasinya

Meski sepele, tapi bau mulut bisa berdampak pada kepercayaan diri seseorang. Selain itu, bau mulut juga bisa jadi pertanda beberapa…

Mengobati Luka Bakar dengan Bahan Alami

Luka bakar termasuk salah satu jenis luka yang paling sering mampir di tubuh. Luka bakar bisa terjadi saat sedang menggosok…