Kondisi Pasar Apartemen Jakarta

Kondisi Pasar Apartemen Jakarta "Dihantui" Daya Beli

NERACA

Jakarta - Kondisi penjualan pasar apartemen wilayah DKI Jakarta dinilai belum terlalu bergairah antara lain karena masih "dihantui" dengan tingkat daya beli masyarakat yang masih belum solid untuk mendukung sektor properti.

"Masalah daya beli dan faktor sentimen negatif masih menghantui pasar apartemen hingga semester I-2018," kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (11/7).

Menurut Ferry Salanto, sejumlah sentimen negatif tersebut antara lain adalah karena "yield" dari hasil pembelian apartemen masih belum terlalu besar, serta pasar sewanya dinilai belum terlalu hidup. Ia mengungkapkan bahwa untuk saat ini, tingkat penjualan apartemen untuk kelas menengah-bawah relatif masih lebih baik daripada tingkat penjualan apartemen untuk kelas menengah-atas.

Berdasarkan data Colliers, ke depannya akan masuk 64.660 unit apartemen baru (33 persen dari total pasokan pada saat ini), yang akan beroperasi sejak 2018 hingga 2021. Selain itu, ujar dia, harga rata-rata apartemen di Jakarta masih belum bergerak banyak sejak akhir 2017. Kenaikan harga apartemen pada periode 2011-2015 bisa sekitar 20 persen per tahun, namun setelah 2015 di bawah 10 persen/tahun.

Sebelumnya, kebijakan yang dilakukan pemerintah diharapkan dapat berfokus untuk meningkatkan dan menjaga daya beli kalangan pekerja agar peningkatan upah yang mereka terima tidak tergerus dengan tingkat inflasi pada waktu yang bersamaan.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto di Jakarta, Senin (25/6), menyatakan bahwa upah nominal harian buruh bangunan pada Mei 2018 naik 0,14 persen dibandingkan dengan upah April 2018, yaitu dari Rp85.983 menjadi Rp86.104 per hari, sedangkan upah riil mengalami penurunan sebesar 0,07 persen.

Sebagaimana diketahui, upah nominal buruh atau pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan. Sedangkan upah riil adalah perbandingan antara upah nominal dengan indeks konsumsi rumah tangga.

Dengan demikian, bila upah riil buruh bangunan mengalami penurunan, maka dapat dikatakan bahwa kenaikan upah nominal yang mereka terima ternyata masih lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan indeks konsumsi rumah tangga sehari-hari mereka.

Masih berdasarkan data BPS, untuk upah nominal harian buruh tani nasional pada Mei 2018 naik 0,36 persen dibandingkan upah buruh tani April 2018, yaitu dari Rp51.864 menjadi Rp52.052 per hari, sedangkan upah riil buruh tani meningkat 0,17 persen.

Sebelumnya, Bank Indonesia dan pemerintah menampik inflasi inti Ramadhan tahun ini yang cenderung rendah dibanding tiga tahun terakhir telah mencerminkan terjadinya penurunan daya beli masyarakat.

Bank Sentral memandang laju inflasi inti (core inflation) hingga Mei 2018 yang sebesar 0,19 persen (bulanan/mtm) dan 2,75 persen (tahun ke tahun/yoy) masih mencerminkan kenaikan permintaan dan harga barang sehingga tidak sepenuhnya merefleksikan daya beli masyarakat yang dikatakan menurun tersebut.

"Kami lihat sekarang inflasi inti masih naik, berarti masih ada kenaikan harga, masih ada pergerakan suplai dan permintaan. Jika terjadi deflasi, itu yang bisa mencerminkan tidak adanya daya beli," ujar Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Reza Anglingkusumo, Selasa (5/6). Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Pendanaan Pembangunan Berbasis Pasar

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Saving and investment gap tetap menjadi isu penting dalam pembangunan. Dan gap…

Ambil Alih RDPT Menara MUI - Reksa Dana Wakaf Ramaikan Pasar Modal

NERACA Jakarta –Danai pembangunan menara Majelis Ulama Indonesia (MUI), lembaga MUI bekerjasama dengan Asia Raya Capital menerbitkan Asia Raya Syariah…

Masyarakat Didorong Investasi Pasar Modal

Pemerintah dinilai perlu untuk lebih mendorong masyarakat berinvestasi di pasar keuangan dan pasar modal sebagai upaya menjaga kestabilan nilai tukar…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Infrastruktur Jadi Pendorong Investasi Properti Jabodetabek

Infrastruktur Jadi Pendorong Investasi Properti Jabodetabek NERACA Jakarta - Konsultan properti Colliers International menyatakan gencarnya pembangunan infrastruktur di berbagai kawasan…

Pengembang Cimanggis City Optimis Capai Target

Pengembang Cimanggis City Optimis Capai Target NERACA Jakarta - Direktur PT Permata Sakti Mandiri (PSM), Agus Susilo selaku pengembang Cimanggis…

Pembangunan Rumah Murah Juga Tanggung Jawab Swasta

Pembangunan Rumah Murah Juga Tanggung Jawab Swasta NERACA Jakarta - Anggota Komisi V DPR Yoseph Umarhadi menyatakan, pembangunan rumah murah…