DEWA Ekspansi Tiga Proyek Tambang Logam - Diversifikasi Bisnis Usaha

NERACA

Jakarta – Tidak hanya bergantung pendapatan dari penjualan batu bara, emiten kontraktor tambang PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berencana ekspansi ke tiga proyek pertambangan logam. “Kami mencanangkan untuk menjadi kontraktor tambang terintegrasi. Jadi ekspansi di tambang mineral sekaligus mendiversifikasi portofolio bisnis,”kata Corporate Secretary & Chief Corporate Services Officer Darma Henwa, Mukson Arif Rosyidi di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya perusahaan fokus dalam operasional penambangan dan pengangkutan batu bara. Ke depan, potensi penambangan mineral semakin berkembang sehingga perseroan masuk ke lini bisnis tersebut. Ada tiga proyek yang akan dijalankan DEWA. Pertama, penambangan seng di Sumatera Utara milik PT Dairi Prima Mineral (DPM).

Disebutkan, untuk jasa penambangan di proyek mineral seng, perseroan masih menunggu pendanaan dari realisasi kontrak yang telah dilakukan. Diperkirakan nilai proyek tersebut mencapai US$ 70 juta. Dalam hal ini, perseroan menganggarkan belanja modal (capital ecpenditur/capex) senilai US$ 35 juta yang didapat melalui sindikasi pinjaman dan vendor financing,”Capex untuk perbaikan alat, dan juga pembelian komponen-komponen dalam memperbaiki alat produksi. Realisasi targetnya hingga Juli 2018 kami sudah keluarkan US$ 17 juta," ujar Mukson.

Kedua, penambangan tembaga dan emas di Gorontalo milik PT Gorontalo Minerals. Ketiga, penambangan emas di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan milik PT Citra Palu Minerals (CPM). Menurutnya, proyek yang dapat direalisasikan paling cepat ialah dari DPM dengan nilai kontrak sekitar US$70 juta. Operasional diharapkan dapat berlangsung pada akhir 2018 atau awal 2019.”Status proyek tersebut masih tergantung dari kesiapan klien dalam menyiapkan pendanaannya. Tapi DPM ini yang diperkirakan paling cepat realisasinya,” ujarnya.

Adapun, di CPM perusahaan akan melakukan konstruksi jalan dan surface preparation dengan durasi kontrak 3—4 tahun senilai US$40 juta—US$50 juta. Proses pengerjaan diharapkan dapat dimulai tahun depan. Sementara itu, dalam RUPS pemegang saham memutuskan tidak membagikan dividen tunai. Dana tersebut akan digunakan sebagai tambahan modal kerja untuk keperluan ekspansi.

Pada tahun lalu, perseroan menganggarkan capex sebesar US$ 70 juta. Sedangkan ada kuartal-I 2018, perseroan mencatatkan kenaikan signifikan laba bersih menjadi US$ 805,56 ribu dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal-I 2017 sebesar US$ 17 ribu.

BERITA TERKAIT

Kemudahan Perpajakan bagi Pelaku Usaha e-Commerce

  Oleh: Rifky Bagas Nugrahanto, AR KPP Pratama Sorong *) Terlihat peluang sejumlah perusahaan rintisan ini cerdik mengambil kesempatan atas…

Pemkot Sukabumi Targetkan Tiga Mega Proyek Rampung 2020

Pemkot Sukabumi Targetkan Tiga Mega Proyek Rampung 2020 NERACA Sukabumi- Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, beberapa program Pemerintah Kota (Pemkot)…

Jaga Pertumbuhan Pasar Modal - OJK Siapkan Tiga Inisiatif Penting

NERACA Jakarta – Menjaga kepercayaan investor pasar modal di tahun politik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berbenah diri dalam rangka…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jasa Marga Bukukan Utung Rp 2,2 Triliun

Sepanjang tahun 2018, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun atau sama dengan periode yang sama tahun…

Produksi Minyak Sawit ANJT Tumbuh 6,6%

Hingga Februari 2019, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) memproduksi minyak sawit mentah sebanyak 34.750 ton atau naik 6,6% dari…

Pefindo Beri Rating AAA Obligasi Indosat

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA terhadap Obligasi Berkelanjutan II Tahap III/2019 seri A PT Indosat Tbk (ISAT)…