Green Bond SMI Direspon Positif Pelaku Pasar - Danai Sektor Energi Terbarukan

NERACA

Jakarta – Ramah pada lingkungan menjadi komitmen besar PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI guna mendukung pencapaian sustainable development goals (SDGs). Berangkat dari situlah , perseroan menjadi yang pertama di Indonesia yang menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan atau Green Bond. Penerbitan green bond PT SMI ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) green bond senilai Rp3 triliun dengan nilai emisi sebesar Rp500 miliar pada tahap I tahun 2018.

Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini mengatakan, perseroan berkomitmen kuat dalam mendukung pencapaian SDG dan menaruh perhatian khusus terhadap perubahan iklim.” Salah satu tindakan konkret kami adalah dengan menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan atau Green Bond. Terkait dengan hal ini, Center for International Climate Research-Oslo (Cicero) yang merupakan ahli lingkungan terkemuka di dunia telah memberikan opini 'Medium Green' kepada kami," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Melalui green bond, PT SMI beserta investor dan para pemangku kepentingan lainnya mendukung terwujudnya keberlangsungan pembangunan di muka bumi dan PT SMI akan mengalokasikan hasil penerbitan green bond untuk membiayai beragam sektor seperti sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, dan pengelolaan air bersih.

Kemudian dalam menjalankan mandat sebagai katalis yang mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia, PT SMI juga memiliki upaya lainnya dalam mendukung SDG melalui program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan membentuk divisi khusus yang secara aktif akan meningkatkan kapasitas untuk lebih berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan,”Kami juga menjalankan secara komprehensif standar Environment & Social Management Framework yang mengatur terkait kepatuhan terhadap kepedulian atas dampak sosial dan lingkungan sebagai dampak dari proyek infrastruktur yang dibiayai," ungkap Emma.

Disampaikannya, perseroan memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan melalui penyediaan fasilitas pembiayaan kepada beragam proyek infrastruktur berwawasan lingkungan di Indonesia. Komitmen PT SMI ini sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam merealisasikan komitmen Paris Agreement yang bertujuan untuk melindungi dan mempertahankan ekosistem serta kualitas lingkungan.

Kata Emma, SMI juga berhasil memperoleh akreditasi GCF (Green Climate Fund) yang memungkinkan perseroan untuk menyalurkan dana global kepada beragam proyek infrastruktur yang berwawasan lingkungan. Akreditasi ini mencatatkan PT SMI sebagai institusi domestik yang pertama selaku korporasi atau lembaga nonmultilateral yang berhasil memperoleh akreditasi di Asia Tenggara.Dalam penerbitan green bond ini, lanjut Emma, permintaan pasar cukup besar dan berhasil memenuhi target yang diharapkan sekitar Rp 1 triliun meskipun periode book building sangat singkat dan terpotong libur panjang Lebaran.

Melalui green bond, ini menurut Emma, investor mengharapkan imbal hasil yang lebih tinggi karena kenaikan suku bunga. Oleh karena itu, terkait dengan kenaikan suku bunga The Fed dan ekspektasi kenaikan BI Rate, beberapa investor menarik minatnya setelah penentuan kupon obligasi dan memilih menunggu kepastian kenaikan suku bunga. Namun demikian, selama masa penawaran best effort, terdapat tambahan permintaan green bond sebesar Rp145 miliar sehingga total emisi tahap I menjadi Rp500 miliar.”Pada emisi pertama ini, karena merupakan program PUB, kami tidak memprioritaskan size di tengah kondisi kenaikan tingkat suku bunga. Kami senantiasa berkomitmen untuk memberikan bunga pembiayaan yang kompetitif terhadap proyek infrastruktur berwawasan lingkungan. Namun demikian, Green Bond kami tetap memberikan risk premium di atas obligasi pemerintah," jelasnya.

Emisi pertama ini lebih untuk mengaktifkan fasilitas PUB, sedangkan untuk emisi-emisi selanjutnya kami dapat melakukan setiap saat pada kondisi yang lebih kondusif melalui fasilitas PUB sebesar Rp3 triliun tersebut.

BERITA TERKAIT

RI-Ceko Incar Peningkatan Investasi dan Ekspor di Sektor Industri

NERACA Jakarta – Indonesia dan Ceko tengah menjajaki peluang kerja sama ekonomi khususnya di sektor industri. Potensi kolaborasi kedua negara…

Neraca Keuangan Sektor Migas Diprediksi Surplus

      NERACA   Jakarta - Kontribusi sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) terutama migas dalam perekonomian nasional…

Saham PANI Oversubscribed 14 Kali - Debut Perdana di Pasar Modal

NERACA Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…