Korea Investment dan Sekuritas Bidik Sektor Ritel - Penetrasi Pasar Indonesia

NERACA

Jakarta – Penetrasi pasar di Asia, termasuk di Indonesia, PT Korea Investment dan Sekuritas Indonesia sebagai anak perusahaan utama dari Korea Investment and Securities Co., Ltd. (KIS), Korea Investment Holdings’ (KIH) hadir dan siap untuk melayani pasar Indonesia.

Ryu Sang-Ho, President dan CEO KIS dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, pengalaman KIS sebelumnya melakukan transformasi rumah-rumah sekuritas di peringkat 50 besar (berdasarkan pasar broker), sehingga menjadi pemain di peringkat 10 di Vietnam pada tahun 2010 manjadi kisah sukses yang menjadi referensi melakukan langkah serupa di Indonesia tahun ini. "Berpatokan pada pengalaman sukses ini dan pemahaman liku-liku menembus pasar yang berkembang, PT KIS Indonesia juga pasti akan mengikuti jejak yang sama dan membuktikan DNA kesuksesan KIS semakin dekat menuju Korea Investment Group menjadi perusahaan sekuritas top di Asia,” ungkap Ryu.

Sebelum resmi hadir di Indonesia, Korea Investment and Securities Co., Ltd. (KIS) memang telah mencatat berbagai prestasi gemilang. Pada bulan November 2016, Korea Investasi dan Sekuritas (KIS) telah terpilih sebagai Mega Investment Bank oleh badan keuangan pemerintah Korea Selatan setelah berhasil memenuhi persyaratan ekuitas KRW 4 triliun. Sepanjang tahun 2017, NP sebesar Rp 6.6 triliun, mencapai angka tertinggi, di antara broker Korea yang memiliki ROE superior sebesar 12.4%, yang juga melampaui angka rata-rata IB sebesar 10%. Termasuk di antaranya ekspansi terkini di Indonesia.

Disampaikannya, saat ini KIS sudah memiliki cabang internasional di London, New York, Hong Kong, Singapore dan Ho Chi Minh (Vietnam). KIS menyasar ekspansi bisnis yang agresif di regional Asia Tenggara dan merencanakan diversifikasi bidang usaha lebih lanjut di Indonesia,”PT KIS Indonesia mengembangkan sistem baru mirip yang diterapkan di Korea, namun tetap bertransaksi dengan menggunakan sistem yang dilokalisasi untuk memperkuat segmen ritel daring, sekaligus merencanakan untuk segera melakukan diversifikasi bidang usaha menjadi manajemen aset yang nantinya dapat berkembang dan menembus pasar kapital Indonesia,"kata Ryu Sang-Ho.

Untuk itu, KIS telah mengakuisisi 75% PT KIS Indonesia (ex PT Danpac Sekuritas) dengan ekuitas akhir tercatat sejumlah IDR 181.2 triliun (terhitung akhir Mei), dengan suntikan dana sebesar $ 33.5 juta untuk saham terbaru yang ditawarkan dalam bentuk kepemilikan pihak ketiga. Total ekuitas PT KIS Indonesia tumbuh rata-rata 7x, melompat ke tabel liga (berdasarkan besaran ekuitas) ke peringkat 11 di antara 106 perusahaan sekuritas.

Demi memperkuat nilai tawar di area kompetitif perdagangan saham dan penjualan ekuitas ritel, KIS dengan segera dan secara agresif berinvestasi pada memperkuat jajaran staf sales dan infrastruktur fisik. Seluruh strategi menembus pasar akan didasarkan pada tesis berbasis lokal, di mana KIS Indonesia akan memilih keputusan operasional yang lebih disukai dan familiar bagi klien-klien Indonesia.

Sementara itu, saat ini sistem transaksi yang diadopsi dari sistem canggih untuk PC (HTS) dan telepon seluler (MTS) sedang dalam proses pengembangan untuk menembus area daring, dan akan diperkenalkan pada akhir tahun 2018 ini. KIS juga mencari diversifikasi bidang usaha dengan memasuki pasar manajemen aset mulai tahun ini. KIS sudah memiliki anak perusahaan AMC (Asset Management Company) yang dapat menyuntikkan sinergi positif bagi perusahaan broker utama dengan menyediakan produk-produk dana kompetitif bagi klien dan calon klien.

BERITA TERKAIT

Ansaldo Energia Gelar Customer Day - Perkuat Pasar Listrik di Indonesia

NERACA Jakarta - Ansaldo Energia, perusahaan asal Italia di industri pembangkit tenaga listrik terintegrasi, memperkuat pasar Indonesia sejalan dengan program…

CITI INDONESIA DUKUNG INDONESIA ASIAN PARA GAMES

Citi Indonesia (Citibank) mendukung  penyelenggaraan Indonesia 2018 Asian Para Games sebagai Official Sponsor, yang akan berlangsung di Jakarta pada tanggal…

Pasar Yakin Fundamental Emiten Positif - Laju IHSG Anjlok 1,80%

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (17/9) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kondisi Ekonomi Masih Baik - Minat Perusahaan Untuk IPO Tetap Tinggi

NERACA Jakarta - Nilai tukar rupiah yang sempat mengalami depresiasi cukup dalam dan memberikan sentimen negaif terhadap kondisi indeks harga…

Debut Perdana di Pasar Modal - Saham PANI Oversubscribed 14 Kali

NERACA Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG)…

Investor Summit 2018 Sambangi Surabaya

Rangkaian acara paparan publik dari perusahaan tercatat secara langsung di 8 kota Investor Summit 2018 kembali berlanjut dengan tujuan kota…