PNPM Mandiri Takkan Dihentikan

NERACA

Blitar---Pemerintah menegaskan tetap melanjutkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Bahkan program ini takkan pernah dihentikan. Apalagi program ini terbukti dan mampu menyejahterakan masyarakat hingga pedesaan. "Program ini akan kita teruskan sampai berakhirnya pemerintahan SBY,” Wakil Presiden, Boediono di Jawa Timur, Selasa.

Malah Wapres berharap PNPM Mandiri yang ternyata berpihak kepada rakyat kecil ini bisa dilanjutkan lagi oleh pemerintahan pasca SBY-Boediono. “Insya Allah akan diteruskan oleh pemerintahan selanjutnya," terangnya

Dikatakan, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri adalah program andalan pemerintah untuk menjangkau masyarakat, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan. "Dulu ada suara agar program ini dikurangi, tapi jika melihat keberhasilan maka diputuskan untuk terus dilanjutkan," tambahnya

Boediono menyaksikan langsung penyerahan KUR para direksi BRI, Bank Mandiri, BNI, Bank Syariah Mandiri dan Bank BTN kepada para nasabah KUR. Jenis usaha yang diterima para kreditur antara lain usaha dagang, sepatu dan sandal, usaha dagang bakso, penjual dawet, toko kelontong, budi daya telur puyuh, perdagangan sembako, industri minuman es buah, industri mebel, peternakan ayam, serta grosir pakaian jadi.

Menurut Wapres, dari kunjungan ke sejumlah daerah di Indonesia program ini ternyata mampu memberikan hasil positif, bukan saja fisik tapi juga pembentukan semangat gotong royong, musyawarah, demokratis dan sama-sama saling mengawasi agar dana tidak hilang. “Malah program ini memang sangat andal dan sudah banyak pengusaha kecil menengah yang menikmati program ini mulai dari tukang cendol, tukang bakso hingga peternak ayam, sehingga mampu menjangkau di semua wilayah,” paparnya

Lebih jauh kata Guru Besar FE UGM ini, selain mendorong PNPM Mandiri, ada pula program lain yang terus didorong pemerintah, yakni kesehatan khususnya keluarga berencana dan pendidikan, mengingat dua bidang itu sangat penting. "Program kesehatan KB bersama pendidikan perlu disejajarkan pentingnya karena hal itu memegang peran bagi mejauan generasi muda," tuturnya.

Dikatakannya, generasi muda mendatang harus lebih baik dari sekarang agar bisa mengawal bangsa Indonesia agar tidak menjadi bangsa yang surut. Karena itulah, generasi pengganti harus lebih baik dari yang diganti, kunci utama pendidikan dan kesehatan akan diarahkan pada generasi muda agar menjadi lebih andal. "Kalau generasi muda sekarang lebih buruk dari generasi sebelumnya maka bangsa kita akan surut," imbuhnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Optimisme di Tahun Politik - Mandiri Investasi Bidik AUM Tumbuh 10%

NERACA Jakarta – Di tengah khawatiran pasar global soal perang dagang antara Amerika dan China bakal berdampak terhadap negara berkembang,…

Mandiri Tunas Finance Bukukan Laba Rp403,3 Miliar

    NERACA Jakarta - PT Mandiri Tunas Finance (MTF) membukukan laba bersih sepanjang 2018 sebesar Rp403,3 miliar atau meningkat…

Bank Mandiri akan Bergabung Di Proyek Probowangi

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk menyatakan akan bergabung dalam kredit sindikasi bernilai sekitar Rp4…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…