BEI Targetkan Bakal Rampung Tahun Ini - Aturan IPO Tambang Eksploitasi

NERACA

Jakarta – Sempat tertunda cukup lama, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengkaji aturan 1.A.1 terkait dengan izin perusahaan pertambangan yang masih ada dalam tahap eksploitasi untuk bisa mencatatkan diri di BEI. “Rencananya kemungkinan akan dilakukan di tahun ini," kata I Gede Nyoman Yetna, Direktur BEI di Jakarta, kemarin.

Nyoman mengatakan bahwa ini adalah kelanjutkan program direksi BEI sebelumnya. Perusahaan pertambangan yang diberikan izin untuk bisa mencatatkan diri tersebut adalah pertambangan di sektor perminyakan, batubara dan gas alam. Peraturan ini dibuat oleh BEI lantaran perusahaan-perusahaan tersebut lebihbanyak membutuhkan pendanaan pada proses eksplorasi.

Meski demikian, Nyoman mengatakan bahwa pihak bursa menyadari betul risiko yang mungkin akan terjadi akibat implementasi aturan tersebut. Oleh karena itu BEI tengah menggodokterkait manajemen risiko sebelum mengeluarkan aturan ini. Beberapa penanggulangan risiko antara lain adanya keterbukaan kepada investor terkait perusahaan. Selain itu, BEI juga akan mendengarkan pihak yang berkompeten terkait dengan cadangan dan potensi perusahaan.

Nyoman mengatakan bahwa pihak bursa sudah mendengarkan beberapa masukan dari komunitas pertambangan sebelum eksekusi aturan baru. Asal tahu saja, pihak BEI dalam melakukan pembahasan mengenai peraturan tersebut memerhatikan kepentingan investor agar tidak dirugikan yang dapat menurunkan kepercayaan terhadap industri pasar modal Indonesia.

Peraturan mengenai kemudahan IPO bagi perusahan migas rencana awal ditargetkan selesai pada kuartal ketiga tahun ini. Diharapkan, melalui peraturan itu memberi dukungan pendanaan dari pasar modal untuk perusahaan migas di dalam negeri yang akhirnya meningkatkan industrinya sekaligus mendorong kinerja pasar modal Indonesia. Pihak BEI pernahh mengungkapkan, sekitar tiga hingga lima perusahaan sudah menayakan peraturan itu. Kemungkinan mau menfaatkan peaturan itu.

Sebelumnya, pada tanggal 20 Oktober 2014 BEI telah resmi menerbitkan Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00100/BEI/10-2014 perihal Peraturan Nomor I-A.1. tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan di Bidang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Peraturan itu efektif diberlakukan pada tanggal 1 November 2014, bertujuan memberikan kemudahan bagi perusahaan maupun induk perusahaan yang memiliki perusahaan terkendali yang bergerak di bidang pertambangan minerba mencatatkan sahamnya di bursa.

BERITA TERKAIT

Selain Asean, BEI Bakal Roadshow Ke Eropa

Dalam rangka meningkatkan likuiditas di pasar modal dan juga mengenjot pertumbuhan investor asing, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menggelar…

Dua Klien MNC Sekuritas Tunda IPO - Pertimbangkan Kondisi Politik

NERACA Jakarta – Selain PT Mandiri Sekuritas (Mansek) yang mengalami penundaan rencana IPO kliennya karena kondisi pasar yang dinilai tidak…

Saham Holcim Masuk Pengawasan BEI

Perdagangan saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena perdagangan harga saham bergerak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Papua Didominasi Kaum Milenial

Kepala kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua Barat, Adevi Sabath mengatakan, investor pasar modal di Papua Barat didominasi oleh…

BEI Suspensi Perdagangan Saham SURE

Setelah masuk dalam kategori saham unusual market activity (UMA) atau pergerakan harga saham di luar kebiasaan, kini PT Bursa Efek…

Volume Penjualan Semen Baturaja Naik 38%

Hingga September 2018, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mencatatkan penjualan semen domestik tumbuh 38% dibandingkan dengan periode yang sama…