NISP Optimis Fee Based Income Capai Rp140 M

NERACA

Jakarta-- Bank OCBC NISP menargetkan fee based income dari bancassurance mencapai Rp140 miliar pada 2012. Karena NISP melakukan kerjasama dengan PT Great Eastern Indonesia (GELIndo) untuk menerbitkan produk asuransi kesehatan. "Untuk kerja sama ini, fee based-nya ada di titik 10%-30% dari premi penjualan produk tersebut," kata Direktur Bank OCBC NISP Rudy N Hamdany di Jakarta,21/2

Menurut Rudy, dari kerjasama ini keduanya sepakat meluncurkan dua produk asuransi, PT Great Eastern Life Indonesia (GELIndo) bekerja sama dengan OCBC NISP menargetkan dana hingga Rp40 miliar. "Kami sangat mengerti pentingnya kesehatan dan kebahagiaan keluarga, untuk itu NISP menghadirkan produk keluarga," tambahnya

Sementara itu, Division Head Wealth Management & Premier Banking Division Bank OCBC NISP, Ka Jit, menjelaskan NISP telah memperoleh fee based income lewat bancassurance sedikitnya Rp70 miliar hingga akhir 2011. "Fee based tumbuh 40% dibandingkan 2010," paparnya

Lebih jauh kata Ka Jit, untuk bisnis wealth management sendiri, kontribusi fee based income bisnis bancassurance sekitar 50%. Adapun kontribusi fee based income bancassurance ke bottom line atau laba bersih sekira 10%. Seperti diketahui, sampai akhir 2011, Bank OCBC NISP mampu membukukan laba bersih sebesar Rp753 miliar, naik 80 persen dibanding raihan 2010 sebesar Rp419 miliar.

Sedangkan Direktur IT & Operation PT Geindo Yohanes Chandra menyebutkan, kedua produk tersebut ditargetkan menghasilkan Rp30 miliar-Rp40 miliar. “Adapun kedua produk asuransi tersebut, yakni max health dan max prestige care,” tegasnya

Yohanes menambahkan untuk asuransi max health, nasabah dapat memperoleh perawatan Rumah Sakit (RS) hingga Rp1,5 miliar serta perlindungan asuransi jiwa hingga 80 tahun. "Hanya dengan pembayaran premi selama 20 tahun untuk dewasa dan 38 tahun untuk anak-anak," jelas dia di kesempatan yang sama.

Sementara untuk produk max prestige care, nasabah dapat memperoleh asuransi kesehatan dan jiwa untuk biaya RS sampai dengan USD3,5 juta, dan dapat melakukan pengobatan di Singapura dan Malaysia. **bari

BERITA TERKAIT

Adira Insurance Optimis Asuransi Motor Roda Dua Tumbuh

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) optimis bisnis asuransi kendaraan bermotor roda dua…

Nunggak Listing Fee, Enam Emiten Disuspensi

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham dari enam perusahaan tercatat. Keenam emiten itu adalah PT Steady Safe…

Jabar Sampaikan APBD-P 2018 Capai Rp1,29 Triliun

Jabar Sampaikan APBD-P 2018 Capai Rp1,29 Triliun NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyampaikan rencana perubahan Anggaran Pendapatan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

BRI Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Lion Air

      NERACA   Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) memfasilitasi pengelolaan keuangan Lion Air Group…

Kesadaran Masyarakat dalam Perencanaan Dana Pensiun Masih Rendah

  NERACA   Surabaya - Manulife Indonesia menyebutkan kesadaran masyarakat Indonesia dalam perencanaan dana pensiun masih rendah, karena dari total…