Kemenperin Pastikan Susu Kental Manis Aman Dikonsumsi

NERACA

Jakarta – Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa susu kental manis (SKM) merupakan produk yang aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena sudah sesuai standar dan mendapatkan izin edar. Produk SKM masih diperlukan sebagai tambahan atau pelengkap untuk berbagai sajian kuliner, seperti pada kopi, teh tarik, atau martabak manis.

Direktur Jenderal Industri Agro, Panggah Susanto menjelaskan, SKM merupakan salah satu anasir dari berbagai macam produk turunan susu. Standar SKM diatur melalui Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan yang disusun berdasarkan standar internasional, yakni Codex Alimentarius.

Selanjutnya, berdasarkan Perka BPOM Kategori Pangan 01.3: Produk Susu Kental dan Analognya, SKM adalah produk susu berbentuk cairan kental yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu, atau merupakan hasil rekonstitusi susu bubuk dengan penambahan gula, dengan atau tanpa penambahan bahan lain.

“Apabila produk susu kental manis tidak memenuhi deskripsi sesuai standar tersebut maka izin edar susu kental manis tidak akan dikeluarkan oleh BPOM,” tegas Panggah di Jakarta, disalin dari siaran pers.

Lebih lanjut, mempertimbangkan keterkaitan erat antara keberlanjutan produksi SKM dengan kegiatan ekonomi masyarakat, investasi perusahaan, tenaga kerja di pabrik, dan penyerapan bahan baku susu segar dari peternak lokal, Panggah berharap pengaturan produk SKM ke depannya dapat dilakukan secara lebih bijak.

“Hal ini dimaksudkan untuk menghindari dampak negatif terhadap iklim usaha di sektor industri penghasil SKM yang selama ini telah memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Selain itu, apabila industri ini mengalami penurunan maka akan berdampak kepada puluhan ribu peternak sapi perah,” tuturnya.

Kemenperin mencatat, seiring dengan konsumsi produk SKM yang terus naik, industrinya juga terus tumbuh berkembang. Saat ini, kapasitas produksi pabrik SKM di dalam negeri mencapai 812 ribu ton per tahun. Sementara nilai investasi di sektor usaha ini telah tembus di angka Rp5,4 triliun dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 6.652 orang.

Kehadiran produk SKM di Indonesia dapat dirunut sampai pada masa pra-kemerdekaan. Pada awal mulanya, SKM masuk ke Indonesia pada tahun 1873, yaitu melalui impor SKM merek Milkmaid oleh Nestlé yang kemudian dikenal dengan nama Cap Nona dan selanjutnya pada tahun 1922 oleh De Cooperatve Condensfabriek Friesland yang sekarang dikenal dengan PT Frisian Flag Indonesia dengan produk Friesche Vlag.

Pada akhir tahun 1967, Indonesia mulai memproduksi SKM pertama kalinya melalui PT Australian Indonesian Milk atau atau yang saat ini dikenal dengan nama PT Indolakto, diikuti oleh PT Frisian Flag Indonesia pada tahun 1971 di pabriknya yang terletak di Pasar Rebo, Jakarta Timur, dan diikuti oleh PT Nestlé Indonesia pada tahun 1973 oleh pabriknya di Provinsi Jawa Timur. Setelah itu, industri SKM terus berkembang hingga sekarang.

BERITA TERKAIT

BEI Pastikan 99% Anggota Bursa Siap - Implementasi T+2 Sesuai Jadwal

NERACA Jakarta - Sebagai tindak lanjut pencanangan rencana implementasi percepatan siklus penyelesaian transaksi bursa dari T+3 ke T+2 oleh self…

Kemenperin Revitalisasi Sentra IKM Tanggulangin

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mendorong pertumbuhan industri kulit, alas kaki dan barang jadi kulit. Sektor ini mendapat…

Pemerintah Pastikan Mayoritas Pelaku Ekonomi Kreatif Usaha Kecil

NERACA Jakarta – Wakil Kepala Bekraf Ricky J Pesik dalam pembukaan Konferensi Dunia Ekonomi Kreatif (WCCE) di Bali, Selasa, mengatakan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

CIPS Sebut Pengembangan Vokasi Masih Temui Hambatan

NERACA Jakarta – Pengembangan pendidikan vokasi masih menemui banyak hambatan. Di antaranya adalah mengenai kurangnya fasilitas penunjang, tempat praktik dan…

Perang Dagang Disebut Memperparah Ketidakpastian Global

NERACA Jakarta – Penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat terus terjadi dalam beberapa hari belakangan. Rupiah menguat hingga…

Duta Ayam-Telur Diharapkan Dorong Konsumsi Protein Hewani

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) mengharapkan Duta Ayam dan Telur…