Arjuna Finance Dorong Pembiayaan Rp750 M

NERACA

Jakarta--- PT Arjuna Finance membidik pembiayaan untuk kendaraan niaga sekitar 10%. Namun demikian perseroan terus memompa penyaluran pembiayaan sebesar Rp750 miliar pada 2012. Bahkan pembiayaan ini diperkirakan meningkat dibanding pembiayaan 2011 yang hanya sebesar Rp440 miliar. “Karena itu perseroan meningkatkan jumlah jaringan yaitu sebanyak 12 cabang baru di daerah Jawa dan Sumatera sehingga totalnya menjadi 23 cabang,” kata Presiden Direktur Arjuna Finance, Djinawi Kristiadji di Jakarta,21/2

Lebih jauh kata Djinawi, selain membidik kendaraan niaga, pihaknya juga meningkatkan pembiayaan kendaraan penumpang baru dan sepeda motor. Untuk memenuhi kebutuhan pemodal tahun ini, perseroan telah memenuhinya dari pinjaman perbankan yaitu 90% dari kebutuhan permodalan dan sisanya dari modal sendiri. "Dananya otomatis dari perbankan. Pendanaan dari bank 90% dan sisanya equity," jelasnya

Saat ini perseroan telah bekerjasama dengan 10 bank, di antaranya Bank Mutiara, Bank Saudara, Bank Sinarmas, Bank Victoria, Bank Harda, Bank Ina Perdana, Bank Yudhabakti. "Bank nasional besar belum karena kita baru mulai 2010 dan take over kepemilikan di 2009 jadi baru starting. Tahun ini mudah-mudahan kerja sama dengan bank nasional, ya lagi mendekati BNI dan BRI," ungkapnya

Menurut Djinawi, saat ini perseroan mencatat pertumbuhan laba menjadi Rp5,6 miliar, meningkat dibandingkan 2010 yang minus Rp11 miliar. Pada 2010 laba perseroan sempat minus karena masih dalam proses take over. “Namun pada 2010 masih mencatat laba sebesar Rp250 juta,” ujarnya

Nominal yang minus di 2010 ini, kata Djinawi, terjadi karena adanya beban pajak tanggungan dan baru selesainya proses pengambilalihan (take over) usaha. Selain itu perseroan juga mencatat ekuitas Rp96 miliar. "Itu memang laba dari pembiayaan yang baru. 2010 memang minus Rp11 miliar tapi sebenarnya masih laba Rp250 juta karena beban pajak tanggungan, sebenarnya nggak minus," paparnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Sinergi Pesantren dengan Pembiayaan Ultra Mikro

      NERACA   Jakarta - Pemerintah mendorong sinergi pondok pesantren dengan program pembiayaan Ultra Mikro yang diyakini dapat…

Kemenperin Dorong Pembentukan Koperasi di Pondok Pesantren - Wirausaha Baru

Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin aktif melaksanakan berbagai program dalam upaya menumbuhkan wirausaha industri baru. Salah satu langkah strategisnya adalah…

BEI Tolak Permintaan Suspensi BFI Finance - Dinilai Menyalahi Aturan

NERACA Jakarta –Sengketa hukum antara PT BFI Finance Tbk dengan PT Aryaputra Teguharta, menuai reaksi dari PT Bursa Efek Indonesia.…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank SulutGo Ajukan Izin Terbitkan Kartu Debit

  NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) mengajukan permohonan izin kepada Bank…

Rasio Kredit Macet Di Sulteng Aman

    NERACA   Palu - Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Miyono mengatakan rasio kredit macet atau…

Sinergi Pesantren dengan Pembiayaan Ultra Mikro

      NERACA   Jakarta - Pemerintah mendorong sinergi pondok pesantren dengan program pembiayaan Ultra Mikro yang diyakini dapat…