Empuknya Usaha Bareng Bebek Logay

Usaha kuliner bebek masih empuk. Kini selain ayam, bebek pun jadi buruan masyarakat kita sebagai variasi lauk sehari-hari.

oleh karennya, Hendra Ciho pun menjajal peruntungannya lewat Bebek Logay. Menurutnya, potensi usaha kedai bebek masih bagus asal punya keunikan. Usaha makanan ini baru dibuka Desember 2017 lalu, di Sumedang.

Mendapatkan respon yang baik dari konsumen serta ingin mempercepat ekpansi pembukaan gerai, Hendra membuka kerjasama kemitraan pada bulan keempat. Sampai sekarang dua ada dua mitra yang bergabung di Subang, Jawa Barat dan Bangka Selatan.

Hendra menawarkan menu bebek mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 20.000 per porsi. Ia menyajikan 15 macam menu di kedainya. Tak hanya bebek goreng dan bebek bakar, tapi juga ada ayam goreng, tongseng bebek, ayam, dan lainnya.

Dia mengklaim kelebihan masakannya ada pada bumbu yang terdiri dari 23 macam rempah sehingga daging bebek dan ayam punya citarasa yang unik.

Tertarik dengan usaha kuliner ini? Bebek Logay menawarkan kerjasama dengan investasi senilai

Rp 80 juta. Yang didapatkan oleh mitra adalah penggunaan merek usaha selama tiga tahun, pelatihan, promosi, sistem, dan panduan standar operasional.

Bila ingin membuka satu outlet siap jualan, mitra harus menyiapkan modal sekitar Rp 150 juta. Dana tersebut tidak termasuk biaya sewa lokasi, sehingga mitra wajib menyiapkan satu unit outlet dengan daya tampung sebanyak 15 kursi.

Untuk kerjasama ini, dia menggunakan sistem joint operation sehingga mitra cukup menginvestasikan dananya dan menunggu hasil laporan penjualan saban bulannya. Sistem pembagiannya, mitra mendapatkan porsi 40% dan manajemen 60% dari laba bersih usaha.

Perlu dicatat, setiap mitra wajib mengambil seluruh bahan baku dari pusat untuk menjaga kualitas rasa dan standar produk.

Berdasarkan perhitungan Hendra, waktu balik modal yang dibutuhkan mitra sekitar 1,2 tahun. Dengan catatan, total penjualan saban harinya mencapai Rp 5 juta. Setelah dikurangi biaya produksi dan operasional, porsi laba usaha yang bisa dikantongi sekitar 30% dari omzet per bulan.

BERITA TERKAIT

Perlu Kajian Matang - HOME Batalkan Divestasi Aset Anak Usaha

NERACA Jakarta – Emiten properti dan juga perhotelan, PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) mengurungkan rencana untuk melakukan divestasi atas…

Manfaatkan e-Smart IKM, Omzet Usaha Jaket Tembus Rp 50 Juta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin serius mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri agar terus memanfaatkan…

Pers dan Usaha Mendorong Ekonomi Digital

Pers memiliki peran vital mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis digital di Indonesia. Melalui pemberitaan, pers dapat mempromosikan sekaligus mengedukasi pelaku…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…

Sruput Dinginnya Usaha Minuman Bubble

Meski tidak seheboh dulu minuman bubble . Tapi usaha ini masih menyimpan potensi. Pemain baru usaha ini juga masih muncul…