Program RISE Maybank Sambangi Masyarakat Bandung - Bangun Kemandirian Ekonomi Disabilitas

Membangun pemberdayaan ekonomi dan memberikan akses yang terbuka bagi komunitas disabilitas agar bisa hidup mandiri, menjadi komitmen besar Maybank Indonesia bersama Maybank Foundation. Lewat program tanggung jawab sosial perusahaan, Maybank Foundation melanjutkan pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi komunitas penyandang disabilitas di Bandung, Jawa Barat melalui pelatihan yang diberi nama Reach Independence and Sustainability Entrepreneurship atau RISE.

Pelatihan RISE untuk penyandang disabilitas di Bandung dipusatkan di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), yang dilaksanakan selama tiga hari yakni dari tanggal 2 hingga 4 Juli 2018,”Secara keseluruhan, kami menargetkan ada 2.000 penyandang disabilitas yang akan diberikan pelatihan RISE ini, untuk Bandung ada dua kelas, kelas pertama ada 86 orang dan hari ini ada 38 orang," kata CEO Maybank Foundation, Shahril Azuar Jimin, di Bandung, kemarin.

Pelatihan RISE di Bandung juga dihadiri Lasdini Purwanti, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 2 Jawa Barat. Sharil menuturkan, program RISE bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kapabilitas usaha mikro-usaha kecil dan menengah (UKM) penyandang disabilitas sehingga dapat memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya.”Dalam masa tiga hari pelatihan, para peserta dibekali dengan pengetahuan pengelolaan keuangan, strategi pemasaran dan perubahan pola pikir atau mindset,”ujarnya di Bandung, kemarin.

Untuk selanjutnya dalam program mentoring terstruktur selama tiga hingga enam bulan, para peserta akan didampingi mentor secara personal untuk meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha, yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan taraf hidup para penyandang disabilitas. Shahril mengatakan, melalui program RISE, Maybank Group turut mendukung upaya membangun komunitas berdikari dengan menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan berdampak positif bagi masyarakat, selaras dengan misi humanising financial services.

Selain itu, lanjut dia, program ini juga selaras dengan misi ASEAN dan lima sasaran United Nations Sustainable Development Goals yaitu tanpa kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak dan mengurangi kesenjangan. Pihaknya menambahkan dari awal implementasi program hingga Juni 2018, sebanyak 40% peringkat terbaik dari penyandang disabilitas yang mengikuti program ini, telah berhasil memulai atau meningkatkan kapabilitas usaha hingga 269,1%.

Disampaikannya, beragam usaha pelatihan RISE di Bandung diikuti seratusan penyandang disabilitas, yang memiliki beragam lini usaha, mulai dari penjahit, penjual makanan, jasa reparasi elektronik, pembuat kue dan kue kering, hingga pembuat kaki prostetik. Pelaksanaan program RISE di Bandung ini adalah rangkaian program untuk memberikan pelatihan kepada 2.200 penyandang disabilitas yang akan dilakukan hingga 2019, di sedikitnya 13 kota di Indonesia dan Bandung adalah kota ke-13, termasuk pelaksanaan pilot project di Jakarta dan Yogyakarta, disusul daerah lain termasuk Bali, Banten, Bogor, Bekasi, Malang, Medan, Makassar dan Depok.

Pemberdayaan Ekonomi

Awal mulanya program RISE diinisiasi di Malaysia dan telah diikuti lebih dari 1.300 peserta di negara asalnya kemudian pada 2016 mulai dikembangkan ke regional, termasuk ke Indonesia dan Filipina. Sementara Ketua CSR & Maybank Foundation, Juvensius Judy Ramdojo menambahkan, pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus kegiatan CSR Maybank Indonesia. Maybank Indonesia secara konsisten memberikan perhatian kepada individu maupun komunitas wirausaha penyandang disabilitas dengan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan semangat pantang menyerah, percaya diri serta meningkatkan keterampilan dan kapasitas usaha,”Kami berharap program ini dapat membangun dan meningkatkan kapabilitas usaha mikro-UKM sehingga dapat memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya," kata Juvensius.

Dengan peningkatan kapabilitas usaha, para penyandang disabilitas bukan hanya dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi sesama komunitas penyandang disabilitas tetapi juga dapat mempekerjakan orang lain, termasuk dari masyarakat marjinal di sekitarnya sehingga dapat memberikan "multiplier effect" bagi masyarakat di sekitarnya.

Salah seorang peserta pelatihan program RISE, Arga Bisma (21 tahun) berterima kasih kepada Maybank Indonesia dan Maybank Foundation karena mendapatkan berbagai ilmu baru terkait pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas seperti dirinya,”Banyak sekali ilmunya, senang banget bisa dapat ilmu baru. Tadi juga diajarkan bagaimana caranya teknik memasarkan yang bagus dengan memanfaatkan media sosial," kata Arga yang berjualan Madu.

Peserta lain, Erlina, perempuan 39 tahun asal Cimindi, Kota Cimahi, Jawa Barat ini optimistis ilmu yang diberikan dalam pelatihan Program RISE tersebut akan semakin memajukan usaha kue kering miliknya.”Tadi diajarkan strategi pemasaran yang baik, mencari pelanggan yang besar. Pokoknya banyak ilmu baru yang bermanfaat bagi saya," kata Erlina yang sehari-hari menitipkan dagangan kue keringnya di warung-warung dekat rumahnya.

BERITA TERKAIT

Komisi IX: BPOM Harus Optimalkan Fungsi Ketahanan Masyarakat

Komisi IX: BPOM Harus Optimalkan Fungsi Ketahanan Masyarakat NERACA Jakarta - Mengawasi ribuan produk obat, kosmetik dan makanan yang beredar…

Hikmahanto: Hindari Eforia di Masyarakat - KESEPAKATAN PEMERINTAH RI DAN FREEPORT

Jakarta-Guru Besar Hukum Internasional UI Prof Dr. Hikmahanto Juwana mengatakan, penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara pemerintah RI dan Freeport…

Infrastruktur Pondasi Ekonomi

Fakta pengalaman pembangunan di sejumlah negara yang berkembang pesat, pembuat kebijakan memahami bahwa pembangunan yang sukses memerlukan komitmen selama beberapa…

BERITA LAINNYA DI CSR

Lippo Cikarang Berikan Pengobatan Gratis Warga Desa Jayamukti

Bantu Warga Desa Jayamukti   Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Lippo Cikarang…

Dukung Penguatan Pendidikan Karakter - Trakindo Siap Wujudkan Sinergi Tripusat Pendidikan

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi mendorong hadirnya era baru yaitu revolusi industri 4.0. Berbagai langkah pun dihadirkan pemerintah guna menghadapi…

Bangun Kemandirian Para Mama di Pulau Solor - Samsung Bantu Kembangkan Pengrajin Anyaman Lontar

Menjaga kearifal lokal dalam pengembangan wirausaha kerajinan pohon lontar bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), mendorong PT Samsung Electronics Indonesia…