Bukapalak Beri Pendampingan Belajar Ngepalak di Sragen - Pacu Daya Saing Bisnis Pelaku UKM

Dalam rangka meningkatkan daya saing pelaku industri usaha kecil dan menengah (UKM), lagi komunitas Bukalapak menggelar program Belajar Ngelapak Bersama Komunitas (BNBK) yang merupakan salah satu program unggulan Komunitas Bukalapak. Pekan lalu, program BNBK digelar di Sragen dan salah satu pemilihan Sragen sebagai salah satu daerah tujuan didasarkan pada adanya potensi pengembangan UKM yang sesuai dengan misi dari Bukalapak yaitu memberdayakan UKM di seluruh penjuru Indonesia.

BNBK yang dirancang dan dieksekusi oleh Komunitas Bukalapak ini adalah yang kedua kalinya dilaksanakan sejak tahun 2016 lalu. BNBK bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para peserta tentang berbisnis secara online di Bukalapak dan meningkatkan keterampilan dalam mengoptimalkan bisnis mereka tersebut. Pendampingan juga akan diberikan untuk memastikan perkembangan bisnis dari para peserta. Selain bertujuan untuk memberikan edukasi, BNBK merupakan ruang yang diberikan oleh Bukalapak kepada komunitas untuk berkreasi dalam menyelenggarakan kegiatan di komunitasnya masing-masing.

Muhammad Fikri, Head of Community Management Bukalapak dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, program BNBK sudah dimulai dari awal Mei lalu dan gelaran BNBK tahun ini ada di Sragen. Peserta pelatihan yang terdiri dari masyarakat umum setempat baik yang sudah terjun menjadi pelaku UKM ataupun mereka yang baru ingin memulai berbisnis, terlihat antusias dan memiliki semangat yang tinggi untuk menjadi pebisnis online. “Lebih dari itu, kami bangga akan semangat dan antusiasme yang luar biasa dari masing-masing komunitas dalam merancang, menyiapkan, dan menjalankan BNBK di kota mereka,”ujarnya.

Sragen yang merupakan salah satu kabupaten terkenal di Jawa Tengah juga disebut sebagai daerah penyangga Kota Surakarta memiliki hasil pertanian yang unggul, seperti padi, tebu, kacang tanah dan semangka. Lebih dari 1300 pelapak yang tergabung di Komunitas Bukalapak regional Jawa Tengah memanfaatkan peluang ini untuk menjual produk-produk olahan makanan melalui UKM yang mereka bangun. Bukalapak kemudian memberikan pelatihan kepada para UKM ini melalui program BNBK agar bisnis yang mereka jalankan bisa mencapai hasil yang maksimal.

Dirinya menambahkan bahwa rangkaian program BNBK di Sragen ini mendapatkan dukungan dari mitra Bukalapak, yaitu JNE. JNE akan terlibat dalam memberikan materi kepada para peserta BNBK. JNE sebagai mitra logistik akan memberikan wawasan mengenai jasa layanan pengiriman yang bisa dimanfaatkan oleh para pelapak Bukalapak. “Harapannya dengan adanya program BNBK ini akan semakin meningkatkan semangat para pelaku UKM untuk mengembangkan bisnisnya secara online. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari mitra Bukalapak, yaitu JNE, yang tentunya akan bermanfaat untuk optimalisasi bisnis online para pelapak. Hal ini sejalan dengan konsep gotong royong dan kolaborasi yang kami miliki di Bukalapak”kata Muhammad Fikri.

Sementara Mayland Hendar Prasetyo, Head of Marketing Communication Division JNE, menuturkan, salah satu aspek penting dalam berjualan online adalah jalur distribusi yang efisien dan aman. “JNE hadir di tengah-tengah para pelapak Bukalapak se-Indonesia untuk membantu mengoptimalkan usahanya. Kami berharap dengan berlimpahnya fitur yang ditawarkan oleh JNE dapat memaksimalkan para pelapak dalam memajukan bisnisnya,”ungkapnya.

Menurutnya, komunitas Bukalapak merupakan sarana bagi para pelapak Bukalapak untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman berbisnis online di Bukalapak dan sudah tersebar di 86 kota di Indonesia. Asal tahu saja, komunitas Bukalapak ini dibentuk atas inisiatif dari pelapak Bukalapak itu sendiri.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Sragen, Giyadi membuka pelatihan yang diadakan di aula Sukowati Kantor Bupati Sragen. Giyadi mengatakan bahwa untuk menjadi unggul, seorang pebisnis harus mengikuti perkembangan zaman dan disiplin dalam mengelola bisnis yang ditekuni.

Program BNBK memberikan berbagai materi dan bimbingan kepada para peserta. Pada kesempatan tersebut, empat orang Ranger Komunitas Bukalapak, yaitu Om Joko dari Solo, Om Jhon dari Blora, Om Rofiul dari Kediri dan Om Suhe dari Yogyakarta hadir memberikan materi untuk para peserta. Materi yang diberikan adalah pengenalan tentang Bukalapak sebagai online marketplace yang bisa membantu bisnis para peserta agar lebih maksimal, hingga cara mengoptimalisasi pemasaran barang jualan di Bukalapak seperti teknik pengambilan foto produk, dan menulis deskripsi barang yang baik dan benar. Tim dari divisi lainnya di Bukalapak turut serta memberikan wawasan kepada peserta seperti tentang Trust and Safety.

BERITA TERKAIT

Pertemuan IMF-World Bank Beri Dampak 0,64% ke Ekonomi Bali

    NERACA   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Pertemuan Tahunan IMF-WB dapat memberikan dampak…

Ada Itikad Baik dari Bara Jaya Internasional - Sampaikan Rencana Bisnis

NERACA Jakarta – Tidak mau bernasib yang sama dengan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) yang efektif didelisting oleh…

5 Kegiatan Belajar untuk Perkembangan Emosi Anak

  Awal tumbuh kembang, anak menjalin hubungan timbal balik dengan orang-orang yang mengasuhnya. Interaksi anak dengan orang terdekat memengaruhi optimalitas…

BERITA LAINNYA DI CSR

Dibantu Mahasiswa Kristen Satya Wacana - YPA MDR Tingkatkan Mutu Pendidikan di NTT

Dalam rangka tingkatkan mutu pendidikan di wilayah prasejahtera di Indonesia, PT. Astra International melalui Yayasan Pendidikan Astra – Michael D.…

Rayakan Hari Jadi Ke-41 Pasar Modal - Kegiatan Peduli Pendidkan dan Donor Darah Digelar

Merayakan haji jadi pasar modal ke-41, PT Bursa Efek Indonesia di berbagai kantor perwakilan menggelar kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan…

Tingkatan Perekonomian Nelayan - Pertamina Bantu Mesin Katinting di Pulau Batu Daka

Dalam rangka mendorong produktifitas nelayan mencari ikan di laut dengan teknologi tinggi, PT Pertamina (Persero) Region Sulawesi memberikan bantuan berupa…