Tren

Tren "Coworking Office" Tidak Ancam Perkantoran Konvensional

NERACA

Jakarta - Konsultan properti Colliers International menyatakan penggunaan spasi gedung atau bangunan yang menerapkan konsep "coworking office" (kantor bersama) mulai berkembang di wilayah DKI Jakarta, tetapi tren tersebut tidak mengancam perkantoran konvensional.

"Bisnis 'coworking office' akan berkembang dan menjadi pendorong utama penggerak permintaan gedung kantor," kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dalam paparan properti di Jakarta, Rabu (4/7).

Menurut Ferry Salanto, meski menjadi pendorong, tetapi "coworking office" tidak akan terlalu serius memberikan ancaman terhadap sistem sewa gedung perkantoran konvensional, antara lain, karena karakteristik kebutuhan di antara keduanya dapat dikatakan relatif berbeda.

Ferry mengungkapkan, pada saat ini perusahaan multinasional masih akan menjadi sasaran dari pasar operator "coworking space"."Waktu dan luasan ruang sewa yang lebih fleksibel akan lebih disukai oleh para penyewa terutama perusahaan multinasional," ucap dia.

Dalam paparan sebelumnya, Colliers juga telah menyoroti kelebihan pasokan perkantoran dan apartemen di kawasan DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya yang dinilai dapat mengakibatkan dinamika pada sektor properti pada tahun 2018."Situasi kelebihan pasokan di perkantoran dan residensial bertingkat terus menempatkan tekanan terhadap penyewaan dan tingkat harga sepanjang 2018," kata Ferry.

Ia mengatakan, sektor perkantoran diprediksi akan banyak dipenuhi aktivitas dan relokasi yang dilakukan pelaku usaha semacam bidang "e-commerce".

Berdasarkan data Colliers International Indonesia, total ruang perkantoran yang masih tersedia di Jakarta pada 2018 adalah sekitar 2 juta meter persegi. Sementara proyeksi tingkat hunian perkantoran di CBD pada 2018 adalah 79 persen atau turun 3-4 persen dibandingkan dengan tingkat hunian perkantoran tahun sebelumnya. Sedangkan proyeksi tingkat hunuan perkantoran di luar CBDpada 2018 adalah 81 persen atau turun sekitar 2 persen dibadingkan dengan tingkat hunian perkantoran tahun sebelumnya.

Sebelumnya, pengamat properti dan pendiri Panangian School of Property, Panangian Simanungkalit menyatakan, orientasi pengembang tahun ini mengarah ke pembangunan produk properti yang bisa dijangkau oleh pasar generasi milenial.

Apalagi, menurut Panangian Simanungkalit, segmen ini berpotensi untuk terus tumbuh hingga 10 tahun mendatang. Menurut dia, daya beli kelompok generasi milenial di dalam sektor properti adalah mereka yang didukung oleh orang tua yang sudah mapan secara ekonomi.

Namun, ia mengingatkan bahwa jumlah penduduk dari segmentasi ini akan terus bertambah secara signifikan karena adanya bonus demografi sehingga berpengaruh pula terhadap industri properti secara keseluruhan. Panangian menegaskan bahwa pasar milenial adalah pasar potensial yang akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada tahun 2030. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Tren IHSG Belum Beranjak di Zona Merah - Defisit Transaksi Berjalan Melebar

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin (12/11) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 97,10 poin atau…

Tren IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan - Sentimen Transaksi Berjalan

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis (8/11) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup kembali menguat seiring dengan harapan positif…

Tren Konsumsi Berubah

Melihat fenomena perubahan perilaku belanja sebagian masyarakat, dari semula rajin berbelanja di toko ritel secara langsung (offline), kini mulai bergeser…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Pemerintah Perlu Awasi Ketat Aplikasi Digital Perhotelan

Pemerintah Perlu Awasi Ketat Aplikasi Digital Perhotelan NERACA Jakarta - Pemerintah perlu mengawasi lebih ketat aplikasi dan platform digital untuk…

Karakteristik Pasar Perumahan Ekspatriat Tidak Berubah

Karakteristik Pasar Perumahan Ekspatriat Tidak Berubah NERACA Jakarta - Konsultan properti Colliers International menyatakan bahwa karakteristik pasar perumahan untuk ekspatriat…

Perlu Adanya Pembenahan Regulasi Perumahan

Perlu Adanya Pembenahan Regulasi Perumahan   NERACA Jakarta - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta (Hipmi Jaya), Afifuddin Suhaeli…