Express Trasindo Luncurkan 150 Unit Armada MPV - Kembangkan Transformasi Layanan

NERACA

Jakarta – Di tengah performance kinerja keuangan yang belum cukup apik, hal tersebut tidak menyurutkan PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman pelanggannya. Maka dalam rangka hal tersebut, perseroan meluncurkan 150 unit kendaraan Multi Purpose Vehicle (MPV) berjenis Wuling Confreo.

Direktur Utama Taksi Express Group, Benny Setiawan mengatakan, peluncuran armada baru tersebut merupakan salah satu bagian dari langkah transfromasi yang dilakukan perusahaan dengan tujuan menjaga kualitas layanan kepada pelanggan,”Transformasi ini merupakan suatu keharusan. Seperti kita ketahui industri angkutan taksi sudah banyak berubah bahkan sejak lima tahun terakhir. Jadi, transformasi yang dilakukan merupakan wujud nyata bahwa Express itu tidak diam dan siap menghadapi tantangan di tengah perubahan industri ini," kata Benny di Tangerang Selatan, kemarin.

Beny menambahkan, kendaraan jenis MPV ini mampu mengangkut hingga tujuh penumpang dengan tarif yang sama. Untuk tahap awal, layanan baru tersebut baru diterapkan di daerah Jakarta dan sekitarnya.”Tahap awal baru kita luncurkan 150 unit. Tapi, ke depan kita akan melakukan hitungan internal untuk kebutuhan tahun 2018," tambahnya.

Dirinya berharap keberadaan unit Wuling mampu meningkatkan dari sisi pelayanan sehingga dapat memenuhi harapan pelanggan. Ketika ditanyakan berapa investasi yang dikeluarkan, Benny mengatakan bahwa peluncuran ini merupakan hasil kerja sama dari beberapa investor,”Untuk pengadaan 150 unit ini tidak menggunakan anggaran perusahaan,”ungkapnya.

Saat ini, perseroan tengah bekerja keras melakukan efisiensi dan melunasi utang. Teranyar, upaya perusahaan memangkas beban utang adalah menjual aset-aset yang sudah tidak produktif. Lewat penjualan aset tersebut, perseroan menargetkan bisa menutupi utang jatuh tempo kepada Bank BCA sebesar Rp 444,5 miliar pada akhir tahun ini."Kami berusaha untuk menyeleksikan pinjaman dari bank untuk menjual aset yang tidak produktif, jadi bisa menutup kerugian," kata Direktur TAXI, Megawati Affan.

Aset-aset tidak produktif itu, kata dia, berupa tanah di daerah Tangerang (Banten) dan Bekasi (Jawa Barat). Pengelola taksi Express ini sedang berusaha menjual tanah tersebut, karena saat ini harganya sedang tinggi. Selain tanah, aset lain yang sedang diusahakan untuk dijual adalah beberata unit kendaraan taksi mereka yang sudah lama. Terutama yang sudah berusia di atas lima tahun, yang secara izin sudah tidak bisa dioperasikan lagi.

Disebutkan, ada sekitar 1.000-an unit kendaraan yang akan dijual untuk menutupi utang. Megawati juga mengatakan PT Rajawali Corpora telah menyuntikkan modal sekitar Rp 100 miliar pada akhir tahun lalu, untuk mendukung kegiatan operasional perseroan. Selain itu, Rajawali juga menambah Rp 33,62 miliar pada April lalu. Rajawali Corpora merupakan pemegang saham pengendali yang memiliki 51 persen saham Express Transindo.

BERITA TERKAIT

Sepanjang Oktober, All New Honda Brio Terjual 6.703 Unit

Setelah memulai pengiriman perdananya pada tanggal 13 Oktober 2018, All New Honda Brio meraih penjualan sebanyak 6.703 unit sepanjang bulan…

Perusahaan Properti Karawang Kembangkan Hunian Ala Jepang

Perusahaan Properti Karawang Kembangkan Hunian Ala Jepang NERACA Karawang - Perusahaan properti di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berinovasi mengembangkan hunian…

GNA Group Luncurkan Perumahan Golden Hills - Bidik Pasar Pasangan Milenial

NERACA Serpong - Menyusul kesuksesan pengembangan beberapa kawasan hunian di wilayah Jabodetabek, pengembang GNA Group kembali meluncurkan kawasan perumahan modern…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

BEI Catatkan Rekor Baru Emiten Terbanyak

NERACA Jakarta – Tahun 2018 menjadi catatan sejarah bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, sepanjang tahun ini ada 50…

Pendapatan Toba Bara Tumbuh 43,95%

Di kuartal tiga 2018, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) membukukan pendapatan sebesar US$ 304,10 juta, naik 43,95% dari periode…