Perseteruan Berakhir, Rothschild Legowo Lepas Jabatan Wakil Presdir

NERACA

Jakarta - Perseteruan Nathaniel Rothschild dengan Samin Tan berakhir dengan mundurnya Rothschild sebagai Wakil Presiden Direktur Bumi Plc dan menjadi direktur biasa, sementara Tan menduduki jabatan Presiden Direktur. Namun demikian, keduanya bersepakat untuk duduk bersama-sama sebagai direktur perusahaan. Demikian seperti dikutip Financial Times, Senin (20/2).

Bumi Plc, yang mengontrol tambang utama di Indonesia sedang mengalami pertempuran sengit antara Wakil Presiden Direktur Nathaniel Rothschild, seorang keturunan dinasti perbankan kelas atas Eropa, dengan sekelompok investor Indonesia yang diwakili oleh pemegang saham Samin Tan dan Grup Bakrie.

"Mereka sepakat menginginkan hubungan yang harmonis dan tidak mengganggu kinerja perusahaan," ujar harian itu. Pertanyaan mengenai siapa yang akan menggantikan posisi Rothschild sebagai Wakil Presiden Direktur, belum dapat diputuskan dalam waktu dekat. Tan bersama Grup Bakrie memiliki 29,9% hak suara dalam perusahaan dan ingin melengserkan Rothschild serta direktur lainnya dari Dewan Direksi, serta mempersiapkan Tan sebagai pimpinan.

Ketegangan antara kedua belah pihak meningkat sejak akhir tahun lalu akibat Grup Bakrie yakin Rothschild mencoba untuk mengambilalih perusahaan dengan harga murah setelah hampir menggagalkan pinjaman sebesar US$ 1,3 miliar.

Sementara Rothschild menyebutnya sebagai pembersihan secara radikal dari pemilik tambang dan utangnya dalam sebuah surat bocor ke media pada November 2011 lalu. Saham Bumi Plc sempat babak belur di Bursa London dan memperbarui kekhawatiran atas corporate governance di sebuah perusahaan yang mengendalikan beberapa tambang batu bara terkaya di dunia. Hal ini, tentu menyoroti risiko investasi di perusahaan yang telah terdaftar pasar modal Negeri Ratu Elizabeth tersebut.

Harga saham Bumi Plc telah merosot sebanyak 16% sejak proposal investor Indonesia menggoyang Dewan, mengambil kerugian 36% sejak dimulainya perdagangan akhir Juli 2011. Menurut Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, tidak adanya Nathaniel Rothschild di dewan direksi Bumi Plc lebih disebabkan kepemilikan sahamnya yang sudah minoritas.

Namun demikian, penggantian Rotschild ini dinilai Satrio sebagai salah satu hal yang positif, "Saya pikir perombakan manajemen dan dewan direksi di Bumi Plc mungkin positif bagi masa depan perusahaan, karena dikelola orang yang memiliki pengetahuan baik dari bisnis batu bara," katanya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sementara Lanang Trihardian, analis Syailendra Capital mengatakan, masalah penggulingan Rothschild memicu kebingungan di kalangan pelaku pasar modal. Pasalnya, investor mempertanyakan komitmen pemegang saham utama Bumi Plc untuk meningkatkan standar tata kelola perusahaan.

RUPSLB batal

Seperti diketahui, pemegang saham Indonesia di Bumi Plc, Borneo Bumi Energi & Metal Pte Ltd, telah membatalkan permintaan untuk menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dengan agenda perombakan dewan direksi dan penggeseran Wakil Presiden Direktur, Nathaniel Rothschild.

Keputusan itu diambil setelah adanya pembicaraan serius antara Grup Bakrie dan dua Dewan Direksi Bumi, yaitu Julian Horn-Smith dan mantan diplomat Robin Renwick yang didatangkan dari London, Inggris. Samin Tan dan Keluarga Bakrie mengusulkan pergantian Nathaniel Rothschild dari posisi co-chairman di Bumi Plc. Perusahaan yang dulunya bernama Vallar Plc itu, menerima usulan dari Borneo Bumi Energi & Metal Pte. Ltd selaku pemilik 5% saham dengan hak suara di Bumi Plc.

Adapun rencana perombakan direksi ini akan dibahas dalam rapat umum pemegang saham Bumi Plc berikutnya. Samin Tan, pemilik Renaissance Capital and PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), diusulkan menjadi chairman, menggeser posisi Indra Bakrie. Adapun Indra Bakrie akan mengisi posisi co-chairman. Empat kursi direksi lain juga akan digusur. Salah satunya James Campbell, mantan Kepala Anglo American's Coal Division.

Baik investor maupun analis melihat bahwa masuknya Bumi ke Vallar Plc, hanyalah merupakan kendaraan Bakrie untuk mendapatkan pendanaan dari Eropa. Alhasil, saat Rothschild sudah menjadi pemegang saham minoritas, maka secara otomatis posisinya digeser.

Rothschild memang memiliki daya tarik bagi investor asing untuk masuk ke Bumi Plc. Namun, dengan lengsernya Rothschild maka Bumi Plc masih berkesempatan mendapatkan pendanaan luar negeri. Lanang menambahkan, masuknya pemodal dengan membeli saham karena faktor fundamental dan bukan nama besar.

“Jika fundamental emiten memang buruk, ada tidak adanya Rothschild juga tidak berpengaruh,” tegasnya. Dia pun menilai masalah ini pengaruhnya ke harga saham tidak dapat dipastikan, karena setiap investor punya perilaku yang berbeda-beda. Sebaiknya, investor melihat arah pergerakan saham Bumi Plc dan Grup Bakrie secara umum. [ardi]

BERITA TERKAIT

Rukun Raharja Lepas 33% Saham di PRA

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melepas kepemilikan sahamnya di PT Panji Raya Alamindo (PRA) sebanyak 33% kepada Tokyo Gas Co.…

Lelang Jabatan Kursi Sekda Kota Depok - Walikota Pilih Pejabat Untuk APBD Rp3 Triliun

Lelang Jabatan Kursi Sekda Kota Depok Walikota Pilih Pejabat Untuk APBD Rp3 Triliun NERACA Depok - Panitia Seleksi (Pansel) lelang…

Wakil Ketua MPR RI - Tantangan Indonesia Menjaga Keragaman Bangsa

EE Mangindaan  Wakil Ketua MPR RI Tantangan Indonesia Menjaga Keragaman Bangsa Jakarta - Wakil Ketua MPR RI EE Mangindaan mengatakan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hary Tanoe Terima Gelar Kehormatan Sulsel

NERACA Makassar - Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menerima gelar warga kehormatan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diberikan…

BEI Suspensi Perdagangan Saham Malacca

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), berikutnya perdagangan saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) dihentikan…

Panorama Bikin Anak Usaha Mitra Global

Menggeliatnya bisnis pariwisata saat ini memacu PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) untuk lebih agresif mengembangkan bisnisnya. Teranyar, perseroan membentuk anak…