GMF Aero Asia Bidik Pendapatan US$ 5 Juta - Lagi, Gandeng Kerjasama Airbus

NERACA

Jakarta - Berbekal pengalaman yang cukup baik dan juga dalam rangka transfer teknologi, PT GMF Aero Asia Tbk (GMFI) kembali memperpanjang kerja sama pelatihan perawatan pesawat dengan Airbus hingga lima tahun mendatang atau sampai 2023,”Ini momen yang sangat penting buat GMF dan Airbus, dimana kami menandatangani perpanjangan perjanjian sebagai training center dari Airbus karena kan kalau orang nanya beli pesawat dan harus bisa merawatnya, ada engineer dan mekanik yang bisa mengerjakan,”kata Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk, Iwan Joeniarto di Jakarta, kemarin.

Dirinya berharap, dengan adanya kerja sama ini bisa menjadikan anak perusahaan Garuda Indonesia menjadi pusat perawatan pesawat milik Airbus untuk tipe Airbus A320 CEO dan A320 NEO serta A330. Menurutnya, kerjasama ini sangat startegis buat GMF dan bangsa Indonesia, karena bangsa ini banyak yang dibanggakan, banyak hal bisa diangkat dari kemampuan bangsa ini termasuk dalam hal ini kompetensi. “Orang-orang kita boleh dibilang udah disertifikasi oleh internasional karena Airbus udah memberikan approve kepada instruktur di GMF," ujarnya.

Kata Iwan, perpanjangan kerja sama ini bisa mendongkrak pendapatan perusahaan hingga US$ 5juta dalam 5 tahun mendatang. Tak hanya itu, dengan adanya kepercayaan dari Airbus Iwan juga berharap bisa mengembangkan fasilitas-fasiltas pesawat lainnya,”Jadi Airbus sendiri merasakan, bahwa kerja sama ini win win solution karena dengan menunjuk GMF sebagai partner itu after sales service makin bagus karena udah ada yang menangani pesawat,”paparnya.

Sebagai informasi, di kuartal pertama 2018, GMFI membukukan pendapatan operasional senilai US$115,9 juta. Perolehan tersebut meningkat 9% dibandingkan priode yang sama tahun lalu, di mana GMFI membukukan pendapatan sebesar US$106 juta. Selain itu, GMFI berhasil mengantongi laba bersih sebesar US$7,4 juta atau margin 6,3%. Pencapaian laba bersih ini diikuti dengan arus kas yang meningkat 28% YoY sebesar US$48,4 juta.

Iwan Joeniarto mengungkapkan, pencapaian ini akan terus ditingkatkan oleh pihaknya. Pendapatan tersebut didapat dari kontribusi line maintenance sebesar US$20 juta sedangkan repair & overhaul sebesar US$95,9 juta.”Porsi ini sesuai dengan target perusahaan yaitu fokus pada bisnis perawatan komponen pesawat,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

Era Digital, Buka Rekening Tak Lagi Punya Buku

      NERACA   Jakarta - Pertumbuhan teknologi dan perkembangan digital yang pesat membawa perubahan dalam berbagai sektor, termasuk…

Gunung Raja Paksi Bidik IPO Rp 1 Triliun - Danai Modernisasi Pabrik

NERACA Jakarta – Danai ekspansi bisnisnya, PT Gunung Raja Paksi bakal mencari pendaan di pasar modal lewat penawaran umum saham…

Sandiaga Lepas 30,1 Juta Saham Saratoga - Danai Kampanye Pilpres 2019

NERACA Jakarta – Calon wakil presiden 2019, Sandiaga Salahuddin Uno kembali melepas kepemilikan sahamnya di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…