Konsultan: Investor Properti Fokus Kawasan Industri-Perumahan

Konsultan: Investor Properti Fokus Kawasan Industri-Perumahan

NERACA

Jakarta - Konsultan properti Colliers International menyatakan investor properti di Indonesia ke depannya bakal terus lebih fokus untuk mencari properti di kawasan industri dan perumahan yang tersebar di sejumlah daerah.

"Pada kuartal sebelumnya, pasar Indonseia telah melihat beberapa transaksi investasi signifikan, khususnya di pasar perumahan dan sektor industri," kata Director of Capital Markets and Investment Services at Colliers International Indonesia, Steve Atherton, dalam rilis di Jakarta, Senin (25/6).

Menurut dia, pada kuartal berikutnya, Colliers International percaya bahwa sektor industrial dan residensial akan tetap menjadi fokus primer banyak investor. Hal tersebut, lanjut dia, juga disebabkan antara lain banyaknya pihak yang bertanya-tanya dari sejumlah investor asing untuk memasuki pasar properti di Indonesia.

Sebelumnya di sektor perhotelan, Colliers International menyoroti ketatnya persaingan industri hotel di sejumlah kawasan wisata di Indonesia karena pertumbuhan hotel baru tidak selaras dengan pertumbuhan permintaan kamar hotel oleh wisatawan.

"Jumlah pasokan akan menurun sampai dengan tahun 2020 karena persaingan di industri hotel yang makin ketat dan permintaan akan kamar hotel pertumbuhannya tidak sepesat pertumbuhan hotel," kata Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto.

Menurut Ferry, dari segi pasokan, pada Kuartal I 2018 di Jakarta hanya sedikit bertambah karena hanya ada satu hotel yang akan beroperasi mulai Kuartal I 2018. Dari sisi permintaan, kata dia, tingkat hunian awal tahun menurun sesuai pola karena belum banyak kegiatan bisnis yang berlangsung di Ibu Kota. Namun, dia berpendapat bahwa tingkat hunian meningkat karena ada pergeseran kegiatan, khususnya dari pemerintah, pra-Asian Games, prapertemuan tahunan IMF, dan persiapan Pilpres 2019.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berharap peningkatan peringkat Sovereign Credit Rating Indonesia oleh lembaga pemeringkat Moody's Investor Service dapat mendorong investasi khususnya di sektor infrastruktur.

"Kalau kepercayaan masyarakat makin tinggi, mereka juga akan yakin dengan investasi jangka panjang," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Jumat (13/4).

Dengan penilaian lembaga pemeringkat dunia dan predikat "layak investasi", Arie mengatakan pemerintah ke depan akan terus mendorong investasi untuk bisa masuk ke Tanah Air.

Sektor kawasan industri menjadi sektor properti yang bakal mendulang prospek cemerlang. Beberapa indikatornya antara lain keseriusan Pemerintah Jokowi memepercepat pemerataan ekonomi lewat pembangunan kawasan industri. Presiden Jokowi berpesan, pemerintahannya akan menghilangkan hambatan dalam pengembangan proyek, serta menjamin tersedianya lima infrastruktur yaitu energi listrik dan gas, sumberdaya air, sanitasi, ketersediaan sumberdaya mannusia dan teknologi. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Kemenpar Dorong Industri Kreatif Lewat Kustomfest 2018

Hasil karya anak bangsa tersaji dalam Indonesian Kustom Kulture Festival (Kustomfest) 2018 resmi digelar Sabtu, (6/10). Sebanyak 155 motor dan…

IMF-WBG AM 2018 Pacu Kemitraan Sektor Industri

NERACA Jakarta – Pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia atau The Annual Meetings of International Monetary Fund & World…

Industri Kerajinan Harus Dorong Daya Saing Tingkat Global

NERACA Jakarta – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Mufidah Jusuf Kalla mengatakan industri kerajinan harus terus meningkatkan daya saing sehingga…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

REI Akan Terus Mendukung Program Sejuta Rumah

  NERACA Bogor - Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) akan tetap komit berjuang bersama pemerintah dalam merealisasikan target Program Sejuta…

Pasar Properti 2018 Diprediksi Masih Lesu

Pasar Properti 2018 Diprediksi Masih Lesu NERACA Jakarta - Pasar properti diprediksi pada tahun ini masih mengalami kelesuan, terutama untuk…

Pasar Properti 2018 Diprediksi Masih Lesu

Pasar Properti 2018 Diprediksi Masih Lesu NERACA Jakarta - Pasar properti diprediksi pada tahun ini masih mengalami kelesuan, terutama untuk…