InHealth Siap Gantikan Askes-Jamsostek

NERACA

Jakarta-- PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia masih berproses dan menunggu perubahan statusnya menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bahkan ke depan, InHeallth siap menggantikan Askes dan Jamsostek yang menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). "Saat ini masih proses untuk InHealth jadi BUMN. Artinya dengan menjadi BUMN InHealth akan menggantikan Askes dan Jamsostek yang menjadi BPJS dan InHealth jadi BUMN," kata Executif Officer InHealth, Rosa Ch Ginting di Jakarta,20/2

Menurut Rosa, InHealth berharap pada 2012 rencana ini dapat direalisasikan, setidaknya sebelum proses peleburan Askes dan Jamsostek ke dalam BPJS terjadi. “Targetnya tahun ini, tapi apakah selesai apa tidak akan kita lihat. Yang jelas kebijakan seperti itu dan sebelum jadi BPJS sudah ganti jadi BUMN," terangnya

Lebih jauh kata Rosa, anak perusahaan PT Asuransi Kesehatan (Persero) menargetkan pendapatan premi pada 2012 mencapai Rp 1,38 triliyun atau tumbuh sebesar 28% dari tahun 2011 yang tercatat sebesar Rp 1,073 triliyun. “Pertumbuhan industri asuransi kesehatan diprediksikan mencapai 15%. Kare Karena itu, InHealth mematok pertumbuhan 28% atau sekitar Rp 1,38 triliyun untuk tahun 2012,” tegasnya

Rosa menambahkan pertumbuhan InHealth dari tahun ke tahun mampu mencapai angka diluar yang ditargetkan. Perkembangan sepanjang tahun, dari 2009 yang berada diangka Rp200 miliar, InHealth telah membukukan pendapatan premi kotor sebesar Rp 811 miliar ditahun 2010. Kemudian melonjak drastis hampir mencapai 30% yakni Rp 1,073 triliyun ditahun 2011 dengan pencatatan laba Rp 46 miliyar sepanjang 2011. “Target pertumbuhan itu cukup besar. Bahkan tumbuh hampir 30%. Terlebih baru berdiri dari 2009. Itu tumbuh diatas rata-rata pasar industry,” paparnya

Yang jelas, kata Rosa, pada 2012 ini, InHealth mengubah visi, yaitu “Menjadi Pilihan Utama Dalam

Sementara itu, Head of Marketing and Sales Division InHealth, Muhammad Taufiq menjelaskan, saat ini jumlah peserta terdaftar di InHealth mencapai 1,1 juta-1,2 juta jiwa. Jumlah pemegang polis yang terdaftar hingga awal 2012, tercatat sebanyak 1500 unit usaha.. “Kita (InHealth) ada 4 sektor BUMN dan 50 DPRD ya, BUMN infrastruktur, agribisnis juga, transportasi lalu industri jasa”, katanya.

Kemarin, tujuh BUMN, yakni PT Pupuk Sriwijaya (PUSRI) Palembang, PT Pertamina (Persero) Tbk, Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV), PT Bukit Asam Tbk, PT Indofarma (Persero), Mandiri HealthCare dan DPRD Babel melakukan kontrak Renewal (pembaruan), Senin (20/2).

Lebih Lanjut, Taufiq mengatakan, tiap tahun sedikitnya enam BUMN terdaftar dalam InHealth dan tahun ini diprediksikan mencapai 10 BUMN yang akan menjadi peserta InHealth. Sementara untuk setiap kantor pemasaran akan ada penambahan sebanyak lima account executive terkecuali kota besar seperti Jakarta yang akan ditambah sebanyak sepuluh account executive. **maya

BERITA TERKAIT

Korsel Siap Larang Mata Uang Digital

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) berencana melarang perdagangan mata uang digital. Itu mengakibatkan nilai Bitcoin mengalami penurunan cukup tajam. Padahal, tahun…

Indonesia Siap Menggelar Asian Games 2018

  Oleh : Steven Sulu, Peneliti Universitas Nusa Cendana, Kupang Kali ini ajang pertandingan antar negara siap dilakukan di Indonesia.…

Apindo Siap Bawa Dua Anggotanya IPO

NERACA Jakarta – Setelah sebelumnya Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Raya (Jaya) bakal membawa dua anggotanya listing di pasar…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Taspen Raih Laba Bersih Rp721 miliar

      NERACA   Jakarta - PT Taspen (Persero) sepanjang tahun 2017 mencatat laba bersih sebesar Rp721,73 miliar, tumbuh…

Naik 15,5%, BTN Cetak Laba Rp3,02 triliun

      NERACA   Jakarta - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukan hasil positif sepanjang 2017 dengan…

Penghambat Inklusi Keuangan di Indonesia Menurut Presiden

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni…