Asumsi ICP Bisa Menjadi US$100 - Terkait APBN-P 2012

NERACA

Jakarta---Pemerintah mengakui trend harga minyak dunia yang terus meroket, memaksa untuk segera mengajukan pembahasan APBN-P 2012. Alasanya harus ada perubahan harga minyak. "Dalam pembahasan APBN-P 2012 nanti akan dibahas perubahan asumsi harga rata-rata minyak mentah Indonesia,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa kepada wartawan di Jakarta,20/2

Menurut Hatta, pemerintah tampaknya takkan menunda-nunda menyerahkan secepat mungkin pembahasan APBN-P 2012. “Jadi yah kita akan melakukan satu exercise atau ada pembahasan mengenai percepatan APBN-P 2012," tambahnya

Lebih jauh kata Hatta, percepatan proses pembahasan APBN-P, salah satunya karena harga minyak mentah dunia yang kini telah menembus angka US$105 per barel. Kenaikan tersebut karena dipicu oleh ketegangan Iran dengan negara-negara Barat karena proyek nuklirnya.. "Jadi saya kira trennya akan terus meningkat. Padahal asumsi dari awal ICP tersebut US$90 per barel. Jadi kita akan melakukan satu perubahan, karena harga sekarang sudah lebih dari 10%," tegasnya.

Hatta menambahkan perubahaan asumsi ICP pada APBN-P 2012 bahkan bisa lebih dari US$100 per barelnya. Namun untuk angkanya akan dibahas dengan DPR. "Jadi bisa saja US$100 dolar per barel, mungkin bisa lebih. Jadi kita bicarakan dulu dengan DPR," tukasnya.

Dtempat terpisah, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, pemerintah sudah menyelesaikan kajian BBM yang diminta DPR. "Kami sudah selesaikan `roadmap` yang diminta dan akan segera raker lagi dengan Komisi VII DPR," ujarnya

Namun, Jero enggan memberikan hasil kajiannya, karena mesti disampaikan dulu ke DPR. Hanya saja, Jero menambahkan, kajian yang akan dipilih nantinya akan dikaitkan dengan APBN Perubahan 2012.

Hal senada disampaikan Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo. "Hari ini kajian selesai, tapi saya belum terima," katanya.

Evita Legowo juga mengatakan, pada 1 April 2012, pihaknya akan memulai program pembatasan BBM dengan melarang kendaraan pemerintah memakai BBM subsidi. "Mulai 1 April ini, kami akan lakukan secara bertahap konversi gas. Kami tidak buru-buru, dimulai dari kendaraan pemerintah," katanya.

Saat raker Jero Wacik dengan Komisi VII DPR, pemerintah diminta melakukan kajian tiga opsi pengurangan subsidi BBM yakni pembatasan, konversi gas, dan kenaikan harga. Pemerintah sudah menunjuk konsorsium universitas yakni ITB, UI, dan Unpad bersama Lemigas Kementerian ESDM untuk melakukan kajian sesuai permintaan DPR tersebut. Terdapat tiga skenario yang disiapkan pemerintah terkait kenaikan harga BBM bersubsidi untuk kendaraan pribadi yakni Rp500, Rp1.000, atau Rp1.500 per liter.

Pemerintah juga membahas kenaikan harga BBM bagi angkutan umum termasuk usaha kecil, namun dengan pemberian uang pengembalian (cash back) sebagai kompensasinya. Di luar opsi-opsi itu, pemerintah juga membahas pemberian subsidi tetap sebesar Rp2.000 per liter.

Dari Singapura, Minyak mentah Brent mencapai harga tertinggi dalam delapan bulan di perdagangan Asia, Senin, setelah Iran menghentikan penjualan minyak ke Prancis dan Inggris dalam apa yang analis katakan merupakan sebuah permainan "politik yang nyerempet bahaya”. Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April naik 1,52 dolar AS menjadi 121,10 dolar AS pada sore. Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret, naik 1,72 dolar menjadi 104,96 dolar AS per barel. "Minyak mengawali pekan ini pada tertinggi dalam delapan bulan karena Iran melanjutkan politiknya yang nyerempet bahaya," kata Justin Harper, kepala penelitian di IG Markets Singapura. **bari/cahyo

BERITA TERKAIT

Sembilan Hakim Konstitusi Bisa Dipercaya

Sembilan Hakim Konstitusi Bisa Dipercaya NERACA Jakarta - Ahli hukum tata negara dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Jentera, Bivitri Susanti…

KONI DKI Ingin CSR Bisa Jadi Alternatif Pendanaan

KONI DKI Ingin CSR Bisa Jadi Alternatif Pendanaan NERACA Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi DKI Jakarta (KONI Jaya)…

AKIBAT PERANG DAGANG DAN FAKTOR POLITIK - Asumsi Makro 2019 Diprediksi Meleset dari Target

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 tidak sesuai target. Penyebabnya faktor…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pacific Paint Revitalisasi Pesantren Sirnarasa - Gelar Festival Religi

  NERACA   Ciamis - Indonesia dikenal sebagai masyarakat majemuk, tercermin dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda…

Rumah Penerima Bantuan PKH akan Diberikan Label

  NERACA   Jakarta - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengusulkan pemasangan label pada rumah keluarga penerima manfaat Program Keluarga…

MRT Mampu Kurangi 5.600 Kendaraan Pribadi

    NERACA   Jakarta - Transportasi umum terbaru di ibu kota, Moda Raya Terpadu atau MRT diperkirakan mampu mengurangi…