Jangan Paksa Bentuk Bank Infrastruktur

NERACA

Jakarta—Pemerintah tampaknya belum tertarik membentuk bank infrastruktur terkait mempercepat pembiayan infrastruktur. Bahkan bank infrastruktur takkan dipaksa untuk dibentuk. “Menurut saya tidak perlu kita memaksakan diri untuk membuat bank infrastruktur,” kata tutur Menko Perekonomian Hatta Rajasa, di Jakarta, Senin (20/2)

Menurut Hatta, pemerintah justru lebih merespon pembentukan lembaga Infrastruktur nonperbankan yang fokus untuk menangani percepatan infrastruktur. “Yang penting ada lembaga infrastruktur, yang ada kita perkuat lagi," tuturnya

Meski diakui pemerintah sudah mengkaji membentuk suatu lembaga iinfrastruktur. Namun Hatta mengatakan sejauh ini pemerintah belum memutuskan bentuk lembaga tersebut. Ini lantaran pemerintah masih membutuhkan pembahasan lebih detail. "Belum sampai kepada itu (bentuk lembaga), yang penting adalah ada pembiayaan untuk infrastruktur. Bentuknya seperti apa? Ya saya kira tidak perlu perbankan," ujarnya

Sementara itu, Kepala Tim Ekonomi Divisi Perencanaan Strategis PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto mengatakan, pendirian bank infrastruktur tidak semudah yang dibayangkan. Pasalnya, sektor perbankan umumnya masih sulit untuk membiayai sektor jangka panjang, karena pembiayaan di perbankan masih didominasi pembiayaan jangka pendek. "Oleh karena itu diharapkan pemerintah harus dapat mendorong bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam melakukan pembiayaan kepada sektor infrastruktur," imbuhnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Melihat pengalaman di sejumlah negara yang berkembang pesat, pembuat kebijakan memahami bahwa pembangunan yang sukses memerlukan komitmen selama beberapa dekade…

Bank Panin Tambah Porsi Saham Jadi 42,54% - Rights Issue Panin Dubai Syariah

NERACA Jakarta - Jelang rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue, PT Bank Panin…

BEI Bilang Delisting Butuh Proses Panjang - Sikapi Kasus Bank of India

NERACA Jakarta- PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) tengah meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghapus sahamnya (delisting)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Taspen Raih Laba Bersih Rp721 miliar

      NERACA   Jakarta - PT Taspen (Persero) sepanjang tahun 2017 mencatat laba bersih sebesar Rp721,73 miliar, tumbuh…

Naik 15,5%, BTN Cetak Laba Rp3,02 triliun

      NERACA   Jakarta - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukan hasil positif sepanjang 2017 dengan…

Penghambat Inklusi Keuangan di Indonesia Menurut Presiden

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni…