Pansel OJK Diminta Serahkan Nama ke PPATK

NERACA

Jakarta--- Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) meminta keseriusan Pansel Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) untuk segera memberikan daftar nama-nama calon DK-OJK yang lolos seleksi. Sebanyak 87 nama calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) telah dipilih oleh Panitia Seleksi DK OJK. "PPATK berharap pansel OJK menyampaikan nama-nama tersebut sebelum diserahkan ke presiden, agar tahu apakah mereka mempunyai track record yang baik atau tidak," kata Wakil Ketua PPATK Agus Santoso kepada wartawan di Jakarta,20/2

Menurut Agus, hal ini dilakukan sebagai bentuk pembelajaran akan track record sejumlah nama, apakah memiliki keuangan yang bersih atau tidak. Alasanya, OJK yang nantinya mengelola dana mencapai Rp7.000 triliun harus menjadi lembaga yang berkompeten. "Karenanya harus diisi dengan orang berkompeten jujur, dan mempunyai integritas baik," ujarnya

Diakui Agus, PPATK sebelumnya memang ditunjuk langsung oleh Pansel OJK untuk mencari track record yang baik dari calon-calon DK OJK tersebut. Adapun 40-50 nama tersebut, nantinya akan ditentukan secara acak oleh PPATK. "Kami siap membantu Pansel DK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan validasi transaksi," paparnya

Agus menambahkan pihaknya selalu siap memberikan dukungan kepada panitia seleksi. "PPATK mendukung pansel OJK untuk meminta klarifikasi OJK dalam rangka menyelidiki track record masing-masing calon DK OJK," tuturnya.

Bahkan, Agus mengatakan seharusnya tidak hanya OJK yang dipastikan rekening stakeholder-nya bersih, tapi juga semua instansi pemerintah. "Sebaiknya tidak hanya pansel OJK yang meminta validasi data ke PPATK, melainkan seluruh instansi pemerintah, seperti KPK," tandasnya.

Bahkan Agus tak membantah PPATK sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. ‘Sudah ada pembicaraan dengan menkeu dan BI, tetapi masih proses administrasi. PPATK masih menunggu untuk mengklarifikasi semua DK OJK," tegasnya.

Ditempat terpisah, Menteri Keuangan Agus Martowardojo berharap beberapa nama top yang lolos seleksi tahap I DK OJK bisa lolos hingga tahap akhir. "Kita sambut baik, Muliaman Hadad ada di situ. Itu menunjukan bahwa putra putri yang punya prestasi baik itu mendaftar baik setingkat eselon I, setingkat deputi gubernur BI, dirjen atau pelaku pasar juga banyak. Kita harapkan proses ini akan bisa terus sampai ke final di 21 Maret 2012," ungkapnya

Di sisi lain, mengenai pendanaan untuk OJK sendiri, sudah disiapkan di anggaran Bapepam-LK. "Mengenai pendanaan sudah dianggarkan di Bappepam LK dan kita meyakini bisa untuk segala persiapan sampai akhir Desember 2012," paparnya.

Seperti diketahui, Seleksi tahap I (administrasi) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) telah menghasilkan 87 nama dari 290 orang yang telah mendaftar. *cahyo

BERITA TERKAIT

Pemerintah Diminta Waspadai Ketidakpastian 2018 - MESKI PERTUMBUHAN EKONOMI 3 TAHUN TERAKHIR POSITIF

Jakarta-Meski pertumbuhan ekonomi dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren cukup positif, pemerintahan Jokowi-JK tetap harus fokus terus membenahi masalah ketimpangan…

BI: Bukan Alat Pembayaran Sah di RI - MASYARAKAT DIMINTA HATI-HATI BERTRANSAKSI BITCOIN

Jakarta-Bank Indonesia menegaskan Bitcoin bukan merupakan alat pembayaran yang sah untuk digunakan di Indonesia. Masyarakat diminta untuk tidak memakai Bitcoin…

Pemda Diminta Hati-Hati Tarik Pajak

      NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai pemerintah daerah…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah usai melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Oktober 2017.…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

BTN Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik Indonesia

      NERACA   Jakarta - Setelah berhasil meraih beragam penghargaan atas kinerjanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.…