Yawadwipa Ajukan Penawaran ke Danareksa

NERACA

Jakarta---Langkah Yawadwipa Companies bukan omong kosong. Bahkan perusahaan investasi ini telah mengajukan suratnya kepada Danareksa. "Ya saya dapat kabar dari Danareksa sudah mengajukan diri ke Danareksa awal bulan Februari lalu, sudah dua mingguan," kata Direktur Eksekutif LPS Firdaus Djaelani di Jakarat, Senin (20/2)

Terkait tawaran Yawadwipa yang berani membeli Bank Mutiara seharga Rp6,7 triliun ini, Firdaus mengaku tidak begitu mengetahui seluk beluk perusahan asal Singapura. "Dari pertama memang kita sudah sepakat,kalau ada yang tertarik (investor) langsung saja ke konsultan keuangan kami, Danareksa. Tidak perlu ke LPS," tambahnya

Diakui Firdaus, selain Yawadwipa, Danareksa juga sudah menerima dua investor lain yang sudah mengajukan Letter of Intend atau surat ketertarikan yang menyatakan pihaknya tertarik membeli eks Bank Century tersebut. "Minggu lalu sudah ada tiga (termasuk Yawadwipa) yang sudah ke Danareksa,” tuturnya

Hanya saja, lanjut Firdaus, pihaknya mengaku belum tahu investor mana saja yang benar-benar serius membeli Bank Mutiara. Alasanya rentang waktu penawaran masih panjang. “ Saya enggak tahu siapa-siapanya yang dua, karena itu belum jelas kan, masa penawarannya masih lama, itu bisa saja broker, agen atau siapanya mereka," terangnya

Lebih jauh kata Firdaus, masa penawaran pertama pada 2012 ini, sambung Firdaus, ditunggu sampai akhir April mendatang. Sebelumnya, Yawadwipa sempat membuat kejutan karena investor asal Singapura ini menyatakan berani menawar Bank Mutiara seperti yang diminta LPS seharga Rp6,7 triliun.

Angka yang tinggi, mengingat banyak pihak menganggap harga bank yang bermasalah ini ditaksir hanya sekira Rp1,2 sampai dua triliun. Izin Yawadwipa di Indonesia sebagai private equity sendiri dikabarkan baru efektif di kuartal pertama tahun ini.

Namun meski Yawadwipa sudah mengirim surat, kata Firdaus, bukan berarti LPS bisa menjamin Yawadwipa bisa langsung membeli Bank Mutiara. "Tidak ada yang sudah deal, saat ini baru tahap penyampaian minat sampai akhir April," ungkapnya

Selanjutnya saat dikonfirmasi mengenai siapa saja investor yang berminta untuk membeli ex Bank Century tersebut dia enggan menyebut lebih jauh. Pihaknya memastikan, masih menunggu pemberitahuan dari pihak terkait, salah satunya Danareksa. "Belum tahu kami akan dilaporkan pada setiap akhir bulan," tandasnya.

Sebelumnya, Anggota Dewan Komisioner LPS, Mirza Aditya, mengatakan pelepasan Bank Mutiara hanya akan dilakukan kepada pihak yang jelas. “Meskipun harganya sesuai, namun kami tidak akan lepas kepada pihak yang tidak prudent, karena juga tidak akan lolos dari Bank Indonesia," kata Mirza. **cahyo

BERITA TERKAIT

GKR Hemas Ajukan Sengketa Kewenangan Lembaga Negara

GKR Hemas Ajukan Sengketa Kewenangan Lembaga Negara NERACA Jakarta - Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dan Farouk Muhammad yang menjabat…

Dekopin Ajukan 8 Aspirasi Gerakan Koperasi Indonesia

  NERACA   Jakarta – Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) mengajukan delapan aspirasi dan harapan agar gerakan koperasi di Indonesia bisa…

Dualisme BP Batam, Pengusaha Bakal Ajukan Uji Materi Ke MK

  NERACA  Jakarta - Kajian, seminar, diskusi dan pendapat banyak pakar umumnya menyimpulkan agar Pemerintah tidak terburu-buru mengambil kebijakan terkait…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…