BNI Dukung Pembangunan Tol Gempol-Pasuruan

NERACA

Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk turut mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yakni dalam pembangunan jalan tol ruas Gempol-Pasuruan dengan tergabung dalam sindikasi pemberi kredit proyek tersebut. BNI tergabung dalam sindikasi lembaga keuangan pemberi kredit pembangunan Proyek Jalan Tol Ruas Gempol-Pasuruan yang dikerjakan oleh PT Jasamarga Gempol Pasuruan (JGP) atau dalam hal ini PT Transmarga Jatim Pasuruan (TJP).

"Pemberian kredit sindikasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam hal percepatan pembangunan infrastruktur. Diharapkan Jalan Tol Ruas Gempol-Pasuruan ini dapat memudahkan mobilisasi masyarakat dan berujung pada peningkatan perputaran ekonomi khususnya di area Jawa bagian timur," kata Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto dalam siaran pers di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Porsi BNI dalam pembiayaan sindikasi tersebut adalah sebesar Rp894 miliar atau setara 31,7 persen dari porsi sindikasi perbankan yang mencapai Rp2,82 triliun. Pembiayaan sindikasi oleh BNI dan bank lain menutup sebagian dari kebutuhan pembiayaan proyek Jalan Tol Gempol-Pasuruan yang totalnya mencapai Rp4,03 triliun. PT JGP memegang konsesi Jalan Tol Ruas Gempol-Pasuruan yang memiliki total panjang 34,15 km selama 45 tahun, yaitu sejak 2013 hingga 2058. Dalam perjanjian kredit sindikasi tersebut, BNI bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arranger and Book Runner (JMLAB).

Bank-bank yang juga turut terlibat dalam pembiayaan sindikasi tersebut adalah Bank Mandiri, BRI dan Bank Jatim. Jalan Tol ruas Gempol-Pasuruan terbagi menjadi tiga seksi, yakni Seksi 1 Gempol-Rembang sepanjang 13,90 km telah resmi beroperasi sejak 25 Agustus 2017; Seksi 2 ruas Rembang-Pasuruan beroperasi mulai 22 Juni 2018 sedangkan untuk Seksi 3 yaitu ruas Pasuruan-Grati sepanjang 13,65 km direncanakan akan beroperasi pada triwulan pertama 2019.

Adapun perkembangan proyek hingga Mei 2018 untuk pembebasan lahan pada Seksi 1 telah mencapai 100 persen, Seksi 2 mencapai 95,3 persen, dan Seksi 3 mencapai 89,6 persen. Sedangkan perkembangan konstruksi untuk Seksi 2 mencapai 93,23 persen dan Seksi 3 mencapai 28,25 persen. Dengan diresmikannya ruas Gempol-Pasuruan ini, total ruas tol yang telah terhubung dari Merak sampai Pasuruan adalah 920 km, yang 607 km telah beroperasional, sedangkan sisanya sepanjang 313 km akan operasional pada akhir Desember 2018. Jalan tol yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa yang memiliki total panjang 1.150 km dari Merak hingga Banyuwangi diharapkan akan rampung pada 2019.

BERITA TERKAIT

BNI Salurkan Pembiayaan Rp1,1 Triliun ke PLN

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ikut serta menyalurkan pembiayaan untuk Program 35.000…

Pemerintah Siapkan Rekayasa Urai Kepadatan Tol Cikampek

    NERACA   Bekasi - Pemerintah menyiapkan manajemen rekayasa untuk mengurai kepadatan Tol Jakarta-Cikampek. Hal itu seperti dikatakan Direktur…

KPK: Pembangunan Meikarta Dilakukan Sebelum Perizinan Selesai

KPK: Pembangunan Meikarta Dilakukan Sebelum Perizinan Selesai   NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri soal pembangunan proyek Meikarta di…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 6%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuannya pada November 2018 menjadi enam persen,…

Perbankan Diminta Perbaiki Tata Kelola

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap industri perbankan terus memperbaiki tata kelola perusahaan yang…

Bhineka Life dan OJK Gelar Literasi Keuangan untuk Guru

    NERACA   Bandung - PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional…