Mahkota Group Targetkan Pendapatan Rp 2 Triliun - Kembangkan Industri Hilir

NERACA

Jakarta – Lepas saham ke publik lewat penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sekitar Rp200-Rp250 per lembar saham, PT Mahkota Group Tbk sebagai perusahaan yang fokus di industri kelapa sawit ini membidik dana segar di pasar sekitar Rp 140,74 miliar hingga Rp 175,92 miliar. PT Panin Sekuritas telah ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi dalam penawaran umum saham perdana perseroan yang akan dilaksanakan pada awal Juli 2018,”Pekan depan, kami lakukan penawaran umum. Kami IPO untuk dapat akses permodalan yang selama ini dari perbankan, lalu ke pemegang saham publik dan untuk meningkatkan tata kelola perusahaan," kata Direktur Utama Mahkota Group, Usli Sarsi ‎di Jakarta, kemarin.

Nantinya, dana hasil IPO akan digunakan untuk membangun pabrik dan diharapkan dengan pembangunan pabrik tersebut, perseroan bisa mengantungi pendapatan sebesar Rp 2 triliun di 2018 atau tumbuh 13,63% dari pedapatan di 2017 sebesar Rp 1,76 triliun. Optimisme pendapatan bakal tumbuh juga didukung dari cuaca yang lebih baik,”Sudah mulai musim penghujan, jadi akan membaik di semester kedua. Meski ada penurunan kemarin karena faktor cuaca. Keadaan yang membaik karena ada raw material yang lebih banyak dan tanda-tandanya sudah mulai banyak tandan buah segar (TBS) yang masuk," ujar Usli‎.

Dirinya juga menyakini, laba bersih perusahaan tahun ini akan kembali membaik seperti pada 2016sebesarRp50 miliar. Dimana perseroan memprediksi tahun ini laba bersih sama dengan pencapaian di 2016 sebesar Rp 50 miliar. Asal tahu saja, perseroan akan membangun pabrik refinary dengan kapasitas 1.500 ton perhari dan pembangunan kernel crushing plantberkapasitas 200-400 ton per hari.

P‎embangunan pabrik yang dijalankan perusahaan membutuhkan waktu 8 bulan, terhitung 3 bulan sejak perusahaan menerima dana hasil IPO. Dalam aksi korporasinya, perseroan akan melepas sebanyak 703,68 juta saham atau 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Nantinya,

seluruh dana yang diperoleh perseroan dari hasil penawaran umum saham perdana setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 60% akan digunakan untuk pengembangan industri hilir melalui investasi ke entitas anak PT Mutiara Unggul Lestari yaitu PT Intan Sejati Andalan.

Sementara, 40% akan digunakan untuk modal kerja ke entitas anak yaitu PT Mutiara Unggul Lestari, PT Berlian lnti Mekar dan PT Intan Sejati Andalan. Perseroan kembali menegaskan optimisme prospek pertumbuhan perkebunan kelapa sawit tahun ini yang merupakan tanaman penghasil minyak per hektar tertinggi dari semua jenis minyak nabati lainnya,”Permintaan dunia akan meningkat. Dapat kabar Eropa sekarang sudah izinkan seluruh perusahaan boleh pakai bio diesel. Sebelumnya di-banned, sekarang sudah diizinkan karena minyak sawit kita diperlukan di dunia dengan produksi terbesar di Indonesia,"ungkap Usli.

BERITA TERKAIT

BEI Luncurkan Single Stock Future - Kembangkan Produk Derivatif

NERACA Jakarta - Dongkrak pertumbuhan transaksi di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana meluncurkan produk derivatif di tahun…

BPS: Ketimpangan Pendapatan Masih Tinggi

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, tingkat ketimpangan antara penduduk kaya dan miskin di Indonesia (gini ratio) turun tipis dari 0,391…

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jaga Stabilitas Harga, ROTI Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga stabilitas harga saham di pasar, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) berencana melalukan pembelian kembali (buyback)…

Bangun Rumah Sakit Baru - Medikaloka Hermina Kuras Kocek Rp 312,5 Miliar

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis dengan penetrasi pasar lebih luas lagi, PT Medikaloka Hermina Tbk berambisi terus menambah rumah…

PBRX Sisakan Rights Issue Rp 348,8 Miliar

NERACA Jakarta - PT Pan Brothers Tbk (PBRX) masih mengantongi dana senilai Rp384,8 miliar dari hasil penawaran umum terbatas (PUT)…