Perluas Manfaat Pembangunan Infrastruktur

Oleh: Nailul Huda Peneliti INDEF

Pembangunan jalan tol trans Jawa, ataupun jalan tol di pulau Lainnya sejatinya merupakan salah satu harapan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Pembangunan jalan tol berarti pemerintah memberikan kemudahan mobilitas masyarakat. Masyarakat akan lebih dimudahkan karena adanya jalan tol, baik kemudahan untuk bersilaturahmi ataupun memanfaatkan jalan tol untuk berbisnis. Biaya yang ditimbulkan akibat kemacetan di jalan biasa ataupun ada pungutan liar saat ini sudah mulai hilang dengan adanya pembangunan jalan tol.

Namun ada beberapa poin yang harus kita kritisi dan berikan masukan terkait dengan masifnya pembangunan infrastruktur khususnya di bidang transportasi. Pertama, pembangunan transportasi dahulu difokuskan pada pembangunan tol laut yang menghubungkan pulau-pulau di seluruh Indonesia. Program ini yang awalnya didengung-dengungkan oleh Presiden Jokowi pada masa kampanyenya. Dengan adanya tol laut dengan pembangunan pelabuhan-pelabuhan diperkirakan dapat memangkas biasa logistik secara signifikan. Diharapkan produk dari Sumatera bagian utara dapat dikirimkan melalui jalur laut, begitu juga dengan barang dari Kalimantan ataupun pulau lainnya. Namun, saat ini ternyata program pembangunan infrastruktur transportasi yang menjadi andalan adalah jalan tol darat.

Penting bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali program-program pembangunan infrastruktur terutama transportasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tol laut yang selama ini menjadi bahan kampanye andalan perlu digalakkan lagi sehingga bukan hanya tercipta jalan tol darat, namun cita-cita mempunyai tol laut dapat diwujudkan.

Selanjutnya, pembangunan jalan tol hendaknya menampung para pelaku UMKM yang terkena imbas negatif adanya jalan tol. Tidak bisa dipungkiri adanya jalan tol membuat para pedagang di sekitar jalan nasional kehilangan kesempatan menjajakan barang dagangannya kepada para pengendara yang melewati jalur nasional. Sebagai contoh, pembukaan jalan tol hingga Brebesa bahkan sampai Semarang membuat para pedagang ataupun produsen telur asin Brebes kehilangan kesempatan menawarkan barang dagangannya. Begitu juga dengan pengerajin batik di Pekalongan akan mempunyai nasib yang sama.

Maka penting bagi pemerintah, baik pengelola jalan tol dan BUMN lainnya untuk bersinergi membuat pola pembangunan jalan tol yang ikut mendorong partisipasi UMKM. Tempat istirahat harus menyediakan sebagian kecil lahannya untuk pelaku UMKM guna berjualan, terutama untuk UMKM yang menjual kekhasan daerah yang dilintasi oleh jalan tol. Selain itu, jika memungkinkan dibangun pusat perbelanjaan oleh-oleh (sentra oleh-oleh) yang mendekat ke pintu tol, dan dibuat petunjuk di setiap rest area yang mengarah ke pintu tol tersebut.

Pada akhirnya jika pemerintah paham dampak positif dan negatif adanya pembangunan jalan tol, niscaya pembangunan jalan tol akan membangun daerah luar Jakarta secara hakiki

BERITA TERKAIT

RAPBD Banten 2019 untuk Infrastruktur Rp1,17 Triliun

RAPBD Banten 2019 untuk Infrastruktur Rp1,17 Triliun NERACA Serang - Pemerintah provinsi Banten menganggarkan sekitar Rp1,17 triliun dalam RAPBD Banten…

KPK: Pembangunan Meikarta Dilakukan Sebelum Perizinan Selesai

KPK: Pembangunan Meikarta Dilakukan Sebelum Perizinan Selesai   NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri soal pembangunan proyek Meikarta di…

ASEAN Perlu Bekerjasama dalam Pembangunan Berkelanjutan

NERACA Jakarta - Peneliti UI yang tergabung dalam Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID) Fakultas Teknik UI menyatakan perlu kerja…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Kampanye Simpatik

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo   Drama politik melalui kampanye nampaknya semakin memanas…

Revolusi Pertanian 4.0

  Oleh: Nailul Huda Peneliti INDEF   Sama seperti revolusi industri sebelumya, revolusi industri 4.0 merupakan suatu peristiwa yang tidak…

Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata - Oleh ; Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Beberapa waktu lalu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekonomi kwartal III 2018 tumbuh 5,17%. Data itu juga menyebutkan kontribusi terbesar…