Pemegang Saham Serap Rights Issue MDKA - Bidik Dana di Pasar Rp 1,33 Triliun

NERACA

Jakarta - Aksi korporasi yang dilakukan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berupa penerbitan saham baru (rights issue) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak-banyaknya 594,93 juta saham, siap diserap investor besar. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, MDKA bakal menerbitkan jumlah saham setara dengan 14,29% dari modal dan ditempatkan penuh perseroan dengan nilai nomina Rp 100 per saham.

Sedangkan harga pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas (PUT) I perseroan tersebut sebesar Rp 2.250 per saham dengan jumlah dana yang akan diterima sebanyak-banyaknya Rp 1,33 triliun. PT Mitra Daya Mustika (MDM), PT Trimitra Karya Jasa (TKJ), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dan PT Srivijaya Kapital (SK) selaku pemegang saham perseroan menyatakan akan melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang diterbitkan perseroan.

Saat ini, MDM memiliki 16,48% saham perseroan, TKJ memiliki 13,69%, Saratoga memiliki 6,34% dan SK tercatat belum memiliki saham pada Merdeka Cooper. Pemegang saham lainnya, yaitu Maya Miranda Ambarsari 5,54%, Garibaldi Thohir 8,06%, dan Masyarakat 36,57%. Jika masih terdapat sisa saham baru dai jumlah yang ditawarkan, maka saham yang tersisa tersebut akan dibeli oleh PT Sawarna Arta Mandiri (SAM) selaku pembeli siaga dengan jumlah maksimum sebesar Rp 550 miliar.

Jika pemegang saham lama tidak melaksanakan haknya dalam PUT I ini, maka penurunan persentase kepemilikan saham atau terdilusi sebesar 14,29%. Saham baru yang diterbitkan perseroan tersebut akan diperdagangkan di BEI selama 5 hari berturut-turut mulai tanggal 2-8 Agustus 2018 mendatang. Sebelumnya, MDKA berencana untuk melakukan right issue hingga 2019 mendatang, dengan target dana sebanyak-banyaknya US$ 150 juta atau Rp 2,12 triliun. MDKA akan menggunakan seluruh dana tersebut untuk belanja modal dan modal kerja perseroan kedepannya.

Sebagai informasi, tahun ini PT Merdeka Copper Gold Tbk menargetkan produksi emas sebesar 155 ribu-170 ribu ounce. Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Adi Adriansyah Sjoekri pernah bilang, perseroan optimis target produksi bisa tercapai karena di kuartal I-2018 kinerja positif dengan produksi emas sebanyak 28.661 ounce dan perak 19.272 ounce.

Dengan harga jual rata-rata emas pada kuartal I-2018 senilai US$ 1.334 per ounce dan perak US$ 17 per ounce, perusahaan membukukan pendapatan bersih senilai US$ 74,5 juta. Laba bersih perusahaan mencapai US$ 25,1 juta pada tiga bulan pertam tahun ini. Tahun lalu, pendapatan bersih MDKA mencapai US$ 132,71 juta dengan laba bersih US$ 43,1 juta. Adi mengatakan MDKA mematok pertumbuhan pendapatan tahun ini di kisaran 30%. Artinya perusahaan membidik pendapatan bersih sebesar US$ 172,52 juta pada akhir tahun ini.

Selain emas, perusahaan juga bakal meningkatkan kapasitas produksi bijih oksidasi (ore). Untuk itu, MDKA akan menggelontorkan belanja modal (capex) demi memperkuat kapasitas produksi sekitar US$ 90 juta. Nantinya, dana capex berasal dari kas internal dan hasil rights issue. Sementara Wakil Direktur Utama sekaligus CEO MDKA, Colin Francis Moorhead menambahkan, hasil rights issue atau HMETD akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis perusahaan di masa depan. “MDKA berencana meningkatkan kapasitas produksi dari rata-rata 4 juta ton menjadi 6 juta ton per tahun setelah proyek pengembangan Oksida (OXP) rampung yang ditarget pada akhir 2018,”ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Korupsi Dana Desa

Hasil temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) selama periode 2016 hingga Agustus 2017 sedikitnya ada 154 kasus penyelewengan dana desa dengan…

The Duck King Patok IPO Rp 505 Per Saham

NERACA Jakarta – Emiten pengelola jaringan restoran The Duck King, PT Jaya Bersama Indo Tbk (JBI). menetapkan harga saham dalam…

BEI Suspensi Saham PT Mahaka Media Tbk

Selang setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau masuk UMA, saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) akhirnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kondisi Ekonomi Masih Baik - Minat Perusahaan Untuk IPO Tetap Tinggi

NERACA Jakarta - Nilai tukar rupiah yang sempat mengalami depresiasi cukup dalam dan memberikan sentimen negaif terhadap kondisi indeks harga…

Debut Perdana di Pasar Modal - Saham PANI Oversubscribed 14 Kali

NERACA Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG)…

Investor Summit 2018 Sambangi Surabaya

Rangkaian acara paparan publik dari perusahaan tercatat secara langsung di 8 kota Investor Summit 2018 kembali berlanjut dengan tujuan kota…