Merck Kantungi Dana Segar Rp 1,384 Triliun - Lepas Bisnis Consumer Health

NERACA

Jakarta – Emiten farmasi, PT Merck Tbk (MERK) berencana menjual lini usaha consumer health kepada PT Procter & Gamble Home Products Indonesia (P&G) dan anak-anak usahanya. Dari penjualan lini usaha tersebut perseroan akan meraup dana sebesar Rp1,384 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menjelaskan, jika mengacu pada laporan keuangan perseroan per 31 Desember 2017, nilai transaksi tersebut lebih dari 50% dari ekuitas perseroan yakni sebesar Rp615,437 miliar. Sehingga transaksi ini merupakan transaksi material. Oleh karena itu, perseroan akan mengelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada tanggal 25 Juni 2018 untuk persertujuan rencana transaksi tersebut.

Disamping itu, RUPSLB tersebut juga membahas studi kelayakan perubahan kegiatan usaha utama. Disebutkan, transaksi ini akan berdampak turunnya proyeksi pendapatan perseroan sebesar 54% dan laba diperkirakan turun 72%. Tapi perseroan masih akan menerima pendapatan dari jasa produksi lini usaha consumer health di Indonesia dari P&G yang masih dimiliki perseroan.

Selanjutnya, perseroan akan memfokuskan kegiatan usaha pada operasi dan pengembangan lini usaha Biopharma. Rincinya, lini usaha perseroan yang memproduksi ethical dan lini usaha lainnnya. Sebagai informasi, sepanjang tahun 2017 kemarin, laba perseroan turun 5,9% menjadi Rp 144,67 miliar dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 153,84 miliar.

Sementara penjualan yang dibukukan oleh MERK mencapai Rp1,15 triliun, tumbuh 11,65% dari posisi Rp1,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun beban pokok penjualan MERK per 2017 senilai Rp568,65 miliar, naik 15,43% dari posisi Rp492,61 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, beban administrasi juga meningkat hingga 68% year on year menjadi Rp92,15 miliar.

Kemudian nilai aset MERK per 2017 senilai Rp847 miliar, tumbuh 13,85% dari posisi Rp743,93 miliar pada 2016. Adapun komposisi aset terdiri dari liabilitas senilai RP231,56 miliar dan ekuitas senilai Rp615,43 miliar.

BERITA TERKAIT

Gandeng DANA, Ramayana Gelar Pesta Diskon

Pacu pertumbuhan penjualan dan juga jumlah pengunjung, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk berkolaborasi dengan DANA melalui pesta diskon 11.11. Jane…

BSDE Serap Belanja Modal Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta - Selain penjualan tumbuh 12% di kuartal tiga 2018, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga mengungkapkan telah…

PGN Bukukan Untung Rp 3,21 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2018, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membukukan pertumbuhan laba melesat tajam 122,79%. Dimana…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perdagangan Saham DIGI Disuspensi

Lantaran terjadi peningkatan harga saham yang signifikan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT…

BEI Dorong Perusahaan di DIY Go Public

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong perusahaan di daerah itu baik milik swasta maupun badan usaha…

MAYA Bagi Dividen Interim Rp 223,19 Miliar

PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) akan membagikan dividen tengah tahun sebesar Rp35 per lembar saham. Hal itu sesuai dengan…