Libur Usai, Saatnya Bergegas Kembali Berinvestasi

NERACA

Jakarta – Pasca libur panjang lebaran, saat ini pelaku pasar menata kembali portofolio investasinya dengan mengkoleksi saham-saham blue chip yang sudah terdiskon. Menurut PT Reliance Sekuritas Indonesia (RELI), ketika liburan telah usai seperti momen lebaran menjadi titik penting untuk segera kembali berinvestasi. Tujuannya agar masyarakat dapat mempersiapkan dana untuk liburan yang akan datang.

Direktur Utama Reliance Sekuritas, Anita mengatakan, tentu saja tak kalah penting dengan selalu menyisihkan dana yang didapatkan untuk berinvestasi. Sambung dia menerangkan, RELI memiliki beragam produk investasi yang bisa disesuaikan dengan risiko investor dan tentu saja, dapat dipakai sebagai salah satu cara untuk menyiapkan dana liburan di masa depan,”Investasi ini sangat penting, selain mampu melawan inflasi, jika rutin dan disiplin, bukan tidak mungkin keuntungan dari investasi bisa untuk digunakan menambah dana liburan di tahun depan. Kalau mau investasi, seperti saham maupun reksadana di RELI saja," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Seusai liburan, kata Anita, sebaiknya simpan kartu kredit di rumah dan hanya gunakan uang tunai, sehingga lebih sadar berapa jumlah uang yang dikeluarkan. "Karena biasanya usai liburan dana menipis, tak ada salahnya, mulai dicek lagi. Mana barang-barang di rumah yang sekiranya sudah tidak terpakai, kemudian dijual. Selain lebih bermanfaat, juga bisa mengurangi penumpukan barang-barang tak terpakai," katanya.

Tak kalah penting, dirinya menambahkan, ketika masa libur sudah usai, segera ubah pola pikir untuk fokus kembali ke dunia kerja dan mengumpulkan uang. Selain itu perketat anggaran belanja. Menurutnya, jangan lupa juga berhematlah untuk hal-hal yang bisa dihemat. Selanjutnya, kembalilah ke kebiasaan hidup sederhana dan disiplin saat kerja,”Ingat, selalu disiplin, misal di momen lebaran tahun depan ingin memiliki anggaran liburan Rp20 juta, segera persiapkan dari sekarang agar cita-cita itu dapat tercapai. Jangan sampai liburan justru menggunakan dana darurat,"tandasnya.

Sebelumnya, analis Henan Putihrai Sekuritas, Josscarios Jonathan pernah mengatakan, penurunan harga saham LQ45 tak terlepas dari posisi emiten tersebut sebagai emiten berkapitalisasi besar. "Sebagai emiten big cap, sentimen di luar jelek sedikit bisa mempengaruhi indeks dan berimbas ke kinerja harganya," ujarnya.

Saat ini, ada beberapa harga saham LQ45 yang sudah terkoreksi harganya. Sebut saja, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang turun 27,82% year to date (ytd) per Jumat (13/4) dan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) merosot 17,57% pada periode yang sama.

BERITA TERKAIT

Bank Banten Kembali Dipercaya Salurkan Jamsosratu

Bank Banten Kembali Dipercaya Salurkan Jamsosratu NERACA Serang - Bank Banten kembali dipercaya oleh Dinas Sosial Provinsi Banten untuk menjadi…

Buka Kembali Akses KRL di Stasiun Gambir

Kami kecewa terhadap penutupan akses KRL Commuterline sehingga membuat repot banyak penumpang mengeluarkan biaya tambahan buat ojek. Padahal beberapa tahun…

Minim Sentimen Positif, IHSG Kembali Terkoreksi

NERACA Jakarta – Berbalik arah saat pembukaan perdagangan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…