Proyek JSS Segera Ditandatangani

NERACA

Jakarta – Rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) terus mengalami kemajuan dari berbagai tahap. Bahkan segera ada penandatangan terhadap proyek JSS ini. Yang jelas saat ini proses pembangunan JSS dalam masa penandatanganan perjanjian antara Pemerintah dengan para pemrakarsa proyek tersebut. "Prosesnya terus berjalan, saat ini sudah masuk dalam masa penandatanganan perjanjian antara pemerintah dengan para pemrakarsa proyek jembatan ini," kata Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kirmanto di Jakarta,

Lebih jauh kata Joko, pemrakarsa dalam proyek ini tidak lain Pemerinta Daerah (Pemda) Banten dan Pemda Lampung beserta patner kerjanya. Patner kerja proyek JSS sendiri salah satunnya diketahui adalah Artha Graha Network masuk dalam konsorsium Pemda Banten-Lampung yang menjadi pemrakarsa proyek Jembatan Selat Sunda (JSS). "Namun, selesainya kapan proses penandatangan perjanjian tersebut masih memerlukan waktu dan kehati-hatian. Karena dalam proses tersebut masih banyak negoisasi poin-poin yang disepakati," tambahnya

Namun kata Joko, pemerintah tetap tidak ingin terburu-buru menyelesaikan proyek ini. Pasalnya proyek JSS memerlukan dana yang sangat besar, dan proses pembangunannya sendiri memakan waktu 10-15 tahun. "Jangan sampai, kita buru-buru, baru berjalan beberapa tahun, malah timbul konflik. Dan pemerintah masih fokus membangun kawasan jembatan terlebih dahulu sebelum masuk dalam tahap pembangunan jembatannya," ujarnya

Jembatan Selat Sunda yang mencapai 29 km akan menjadi salah satu terpanjang di dunia dan diperkirakan menelan investasi hingga lebih dari Rp 100 triliun. Pemerintah saat ini masih terus melakukan kajian untuk pembangunan jembatan tersebut. Bahkan Artha Graha berani merogoh koceknya sebesar US$ 40 juta untuk modal pra-studi pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) sebagai bagian dari konsorsium Pemda Banten, Lampung dan Artha Graha. Meskipun sampai saat ini, ia belum ditunjuk sebagai pihak pembangun jembatan tersebut.

Tomy menuturkan diantaranya yang sudah menyatakan kesiapannya membiayai mega proyek senilai Rp 100 triliun lebih ini adalah Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China. Selain China, ada investor swasta dari Korea Selatan (Korsel) yang tak bisa sebutkan namanya, yang juga berminat membiayai proyek ini. "Memang yang sudah menyampaikan minat dan siap mendukung finance-nya kepada kami diantaranya RRT (China), Korea, Jepang, Amerika, Singapura, Malaysia yang sudah ada meeting noted nya menyatakan siap ke kami, adalah BUMN Bank RRT, serta swasta Korea Selatan," ujarnya

Meski demikian, ia menegaskan yang menentukan siapa investor atau mitra dari proyek ini akan ditentukan oleh pemenang tender KSISS/JSS. Walaupun secara peluang, konsorsium Artha Graha Network bersama Pemda Lampung-Banten mendapat hak keistimewaan atau right to match sebagai pemrakarsa untuk berpeluang sebagai pemenang tendernya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Volume Perdagangan - BEI Segera Terapkan Sistem JATS Fix 5.0

NERACA Jakarta – Seiring dengan pesatnya pertumbuhan investor pasar modal dan jumlah produk investasi yang diluncurkan, mendorong PT Bursa Efek…

Bikin JV Proyek Kereta Api - Geliat PTPP Berburu Pendapatan Berulang

NERACA Jakarta – Berhasil memenangkan lelang proyek kerjasama kereta api trans Sulawesi, segmen Makassar –Parepare, mendorong PT PP (Persero) Tbk…

Danai Proyek Meikarta - Mahkota Sentosa Rilis MTN Rp 122,30 Miliar

NERACA Jakarta – Danai proyek pembangunan Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama kembali menerbitkan surat utang jangka menengah alias medium term…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Atasi Defisit Produksi Migas, Pemerintah Dorong Eksplorasi

      NERACA   Jakarta - Defisit minyak dan gas yang makin besar untuk memenuhi kebutuhan nasional akan mulai…

Optimalisasi Aset Pelabuhan untuk Layanan Logistik Energi - Sinergi Pelindo III dan Pertamina

        NERACA   Surabaya - Pelindo III dan Pertamina memulai integrasi dan pendayagunaan aset pelabuhan untuk bersama…

Roadmap Pengembangan Kendaraan Listrik Telah Disiapkan Pemerintah

      NERACA   Jakarta - Sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN), Indonesia berupaya mengalihkan konsumsi energi yang sebelumnya…