Urbanisasi Bikin Produktivitas Pertanian Menurun

NERACA

Jakarta - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan fenomena laju urbanisasi di Tanah Air mengakibatkan penurunan produktivitas sektor pertanian karena hal tersebut mengurangi jumlah petani di desa. “Tantangan yang dihadapi para petani semakin banyak. Selain tingkat kesejahteraan yang rendah karena upah yang diterima juga rendah, mereka juga dihadapkan pada semakin berkurangnya luas lahan pertanian karena harus berhadapan dengan industrialisasi," kata Kepala Penelitian CIPS Hizkia Respatiadi dalam keterangan tertulis, Kamis (21/6).

Menurut Hizkia, hal tersebut juga diperparah dengan semakin banyaknya generasi muda yang juga tidak mau menjadi petani karena melihat para pendahulunya tidak bisa hidup sejahtera. Ia memahami bahwa laju urbanisasi dari desa ke kota memang sulit dihindari serta terus terjadi dan jumlahnya diduga terus meningkat setiap pasca lebaran. "Salah satu penyebab urbanisasi adalah keinginan untuk mencari penghidupan yang layak di kota karena pendapatan mereka sebagai petani tidak mampu mencukupi kebutuhan," paparnya.

Berdasarkan data pada tahun 2014, ujar dia, sebanyak 54,8 juta orang bekerja di sektor pertanian. Jumlah ini sama dengan 34 persen dari total jumlah pekerja di Indonesia. Namun 34,3 juta di antaranya tergolong miskin atau rentan. Kondisi tersebut, lanjutnya, tentu bertolak belakang dengan target pemerintah yang ingin mencapai swasembada pangan. Apalagi, ia mengingatkan bahwa selain kestabilan harga pangan, kesejahteraan petani juga menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan ekonomi.

"Pemerintah harus mengatasi persoalan ini dengan solusi nyata yang bisa diimplementasikan. Tidak hanya cukup dengan memperluas lahan pertanian, pemerintah harus memberikan edukasi untuk peningkatan kapasitas para petani dan juga penguasaan teknologi pertanian. Penguasaan teknologi pertanian sebaiknya juga diikuti dengan revitalisasi alat-alat pertanian," jelas Hizkia. Selain itu, Hizkia juga menilai pemerintah harus membenahi rantai distribusi pangan yang panjang karena permasalahan tersebut juga membuat petani tidak bisa menikmati harga mahal komoditas yang ada di tingkat konsumen.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (5/6), mengatakan, peningkatan produksi hasil lahan pertanian juga akan melesatkan kesejahteraan petani sehingga pemerintah saat ini berfokus untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Menurut Amran, pemerintah saat ini sudah menyebarkan hingga sekitar 350 ribu alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan produksi hingga berkali-kali lipat. Selain itu, ujar dia, penggunaan alsintan juga dalam rangka agar kalangan petani juga dapat menekan biaya produksi.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan bahwa pembangunan yang telah dilakukan kawasan pedesaan mampu mengurangi jumlah urbanisasi. Melalui pembangunan tersebut, banyak tercipta lapangan pekerjaan di desa sehingga dapat memacu pemerataan ekonomi.

"Dana desa dan pembangunan di desa mampu mengurangi angka urbanisasi. Seharusnya urbanisasi dapat terus ditekan karena banyak membentuk lapangan pekerjaan baru," jelasnya. Selain menekan pergerakan urbanisasi, terciptanya lapangan kerja baru sebagai dampak masifnya pembangunan di desa, diharapkan dapat menarik kembali kaum urban agar mau berkarya di daerah asal mereka masing-masing.

BERITA TERKAIT

MD Picture Bikin Perusahaan Patungan - Bidik Pasar Film Korea dan Cina

NERACA Jakarta – Perluas market share dan genjot produksi film lebih besar lagi, PT Multi Dimensia (MD) Picture bakal mencari…

Kekurangan Vitamin D Bisa Bikin Tubuh Jadi Obesitas

Kekurangan vitamin D ternyata tak hanya berdampak bagi tulang atau gigi. Penelitian terbaru juga menemukan hubungan kekurangan vitamin D dengan…

Ini Alasan Kenapa Makan Cokelat Bikin Orang Bahagia

Di sore hari yang memusingkan, segelas cokelat panas bisa membantu melepaskan segala kepenatan yang mengganggu pikiran. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Defisit APBN Semester I Turun jadi 0,75%

  NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi defisit anggaran pada semester I-2018 tercatat sebesar Rp110,6…

Modal Asing Keluar, Utang Indonesia Melambat

    NERACA   Jakarta - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh melambat pada akhir Mei 2018 seiring arus dana…

Pengaduan THR ke Pemerintah Turun

      NERACA   Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mulai memproses pengaduan terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) pekerja…