Bangun Sinergi BUMN dan BUMD

NERACA

Balikpapan---Mantan Wapres Jusuf Kalla meminta agar penguatan perusahaan negara atau BUMN terus ditingkatkan. Karena akan menggerakan roda perekonomian negara. Contoh konkritnya China, Singapura serta sejumlah negara lain. Bahkan, kata JK, bursa China sangat didominasi perusahaan-perusahaan BUMN China. "Walau tidak bisa disamakan BUMN-BUMD China sama seperti Indonesia. Jumlah penduduk, jelas beda. Pada dasarnya perkembangan ini satu tren, tren baru perkembangani itu. Kita harapkan peran menjadi semakin baik. Ke depan, karena ini suatu kebutuhan, yang mendesak," katanya

Keberadaan perusahaan negara seperti Telkom, Pertamina, Pelindo, Angkasa Pura, kata JK tetap dibutuhkan dan itu pun tidak mudah diambil swasta. "Dengan manajemen lebih baik, hidup BUMN lebih baik dari swasta. Di hampir banyak negara, China, Jepang, Singapura. Singapura contoh bisa kembangkan daerah, dan China lebih hebat lagi,” ucapnya.

Karena itu kata JK perlu dilakukan singkronisasi antara BUMN dan BUMD BUMD perlu dilakukan untuk memberi kesempatan bagi perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah daerah untuk maju dan berkembang. “Sinkronisasi dan kolaborasi dengan BUMD perlu juga dilakukan untukmembantu mengembangkan industri di daerah,” ujarnya.

Di sisi lain, JK juga menjelaskan pada peserta yang menyebutkan bahwa BUMN menjadi bancakan atau sapi perahan, baik bagi pejabat atau partai politik, atau juga sebagai tempat untuk balas jasa. “Terutama saat BUMN masih berada di bawah departemen-departemen sesuai jenis usahanya. Tapi sekarang kan tidak lagi. BUMN disatukan dalam kementerian tersendiri. Di bawah Dahlan, tentu tak ada katabeletje dan lain sebagainya. Keadaan sekarang jauh lebih baik dan lebih terbuka,” jelasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Utang BUMN, Mau Untung Apa Buntung?

Oleh: Pril Huseno Dalam rapat dengar pendapat antara Direksi BUMN dengan DPR Komisi VI pada (03/12), terungkap bahwa besaran utang…

Penetrasi Bisnis LNG Skala Kecil Pertamina ke Industri Wisata dan Horeka - Sangat Strategis

Penetrasi Bisnis LNG Skala Kecil Pertamina ke Industri Wisata dan Horeka Sangat Strategis NERACA Jakarta - Penetrasi bisnis gas alam…

LBH Minta OJK Tuntaskan Kasus Fintech - LBH DAN YLKI TERIMA BANYAK PENGADUAN PINJAMAN ONLINE

Jakarta- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta diketahui telah menerima pengaduan 1.330 korban pinjaman online selama kurun waktu 4-25 November 2018.…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bappenas Dorong Pembangunan Papua Berbasis Pendekatan Adat

    NERACA   Jakarta - Pendekatan sosiologi-antropologi menjadi faktor penting dalam proses perencanaan pembangunan nasional untuk Tanah Papua. Pendekatan…

Devisa Sektor Pariwisata Selalu Meningkat

    NERACA   Jakarta - Devisa dari sektor pariwisata selama empat tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo meningkat 202 miliar…

2019, Belanja Pemerintah Pusat Rp1.634 Triliun

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja pemerintah pusat pada tahun 2019 akan mencapai…