DPR Minta Kepmen BUMN Nomor 236 Disempurnakan

NERACA

Jakarta – DPR meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara untuk menyempurnakan Kepmen BUMN Nomor Kep-236/MBU/2011 tentang Pendelegasian Wewenang Menteri kepada Direksi, Komisaris dan Eselon I Kementerian BUMN, karena dinilai melanggar Undang-undang Keuangan Negara, UU Perbendaharaan Negara dan UU BUMN

Ketua Komisi VI Airlangga Hartarto tersebut juga diminta agar proses penyelesaian revisi dipercepat agar tidak menganggu proses pengambilan keputusan di BUMN. Bahkan DPR menilai revisi tersebut mutlak dilakukan antara lain terkait dengan pasal yang memuat tentang penjualan aset, pendirian anak perusahaan.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR lainnya, Nasril bahar menyatakan Komisi VI DPR siap memberikan masukan untuk melakukan revisi melalui kajian komprehensif. Bahwa diketahui Kepmen BUMN Nomor 236 diterbitkan pada 17 November 2011 yang pada dasarnya mengatur pelimpahan/pendelegasian kewenangan dalam rangka menciptakan pengelolaan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip korporasi yang didalamnya ada tiga organ yaitu pertama Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan Direksi.

Sementara itu, anggota Komisi VI dari Fraksi Demokrat, Ferrari Romawi revisi Kepmen tersebut justru akan mempermudah, memperlancar kerja BUMN. "Pengawasan pengelolaan aset sebaiknya dipegang langsung oleh menteri, sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Pendirian anak usaha juga harus diawasi, karena saat ini banyak BUMN yang bahkan sudah memiliki cucu perusahaan. Ini sulit bagi kementerian untuk mengelolanya," ujarnya.

Sementara itu, Dahlan menjelaskan hal yang mendasar untuk disempurnakan menyangkut tiga hal yaitu pengesahan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan, pengalihan kekayaan perseroan, dan penjaminan kekayaan perseroan. Di akhir rapat kerja, Dahlan menyetujui usulan DPR agar dirinya melakukapenyempurnaan atas Kepmen tersebut. “Kami akan sempurnakan tapi kami butuh waktu,” ujarnya. **mohar

BERITA TERKAIT

Finansial BUMN Konstruksi Jebol

  Oleh: Bhima Yudhistira Adhinegara Peneliti INDEF   Ambisi membangun infrastruktur ternyata membutuhkan pengorbanan yang cukup besar. BUMN di sektor…

BUMN Migas Vs BUK Migas, Mana Lebih Efisien? - PENGELOLAAN SEKTOR ENERGI

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha berharap pemerintah tidak buru-buru merealisasikan pembentukan induk usaha…

KPPU Minta Laporkan Jika Terjadi Kecurangan Tender

KPPU Minta Laporkan Jika Terjadi Kecurangan Tender NERACA Padang - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta pelaku usaha tidak segan-segan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Menkeu Harap Swasta Makin Banyak Terlibat di Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap makin banyak pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan…

Menggenjot Skema KPBU di Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang tumbuh secara masif di tahun ini. Bahkan,…

BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Layanan Digital

      NERACA   Jakarta - Era digital menuntut semua pihak untuk dapat memenuhi tuntutan pelanggan dengan mudah dan…