Produksi Tumbuh Lampaui 17%, IKM Yogyakarta Juga Inovatif

NERACA

Jakarta – Kementerian Perindustrian gencar memacu produktivitas dan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) nasional. Sektor yang menjadi mayoritas dari populasi industri di Indonesia ini berperan penting menopang perekonomian nasional.

“Banyak IKM kita yang memiliki potensi unggul sehingga bisa kompetitif di kancah internasional. Salah satunya IKM di Yogyakarta yang mampu menunjukkan kinerja gemilang,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (12/6).

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DIY, produksi industri mikro kecil (IMK) di wilayah tersebut pada triwulan IV tahun 2017 terhadap periode yang sama di tahun sebelumnya (y-on-y) tercatat tumbuh positif hingga 17,28 persen. Capaian ini melampaui angka pertumbuhan di tingkat nasional sebesar 4,59 persen.

Gati menyampaikan, pelaku IKM saat ini perlu memanfaatkan perkembangan teknologi dalam upaya mendukung produksi dan promosinya. Untuk itu, Kemenperin telah memfasilitasi kebutuhan tersebut melalui program e-Smart IKM.

“Program e-Smart IKM yang digagas oleh Kemenperin ini merupakan sistem berbasis data yang meliputi sentra dan produk IKM yang tersaji secara terintegrasi dengan marketplace lokal,” jelasnya. Dalam implementasinya, Kemenperin telah bekerja sama dengan Bukalapak, Blanja, Tokopedia, Blibli, dan Shopee.

Melalui e-Smart IKM, Gati berharap, dapat mempermudah dan memperluas akses pasar IKM melalui pemasaran online. Selain itu mampu meningkatkan keunggulan IKM di kancah domestik dan global karena memperoleh ketersediaan bahan baku, teknologi dan modal.

“Apalagi, Indonesia sedang memasuki era revolusi industri 4.0, di mana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya dalam proses produksi untuk mencapai efisiensi dan kualitas yang maksimal,” paparnya.

Salah satu peserta workshop e-Smart IKM yang dinilai cukup sukses karena telah memanfaatkan fasilitas platform digital, yaitu CV. General PLC Service yang dimiliki oleh Sulaiman, warga Yogyakarta yang usahanya memproduksi alat timbang digital dengan merek “Dhuto”.

“Timbangan Dhuto memiliki dua jenis inovasi, yakni alat penimbang darah dan timbangan gantung digital alat berat,” ungkap Gati. Beberapa produk lainnya yaitu timbangan digital crane scale (DCS), telecontrol, timbangan darah, dan alat elektronik pabrik. Dhuto telah dipasarkan di pulau Jawa hingga Kalimatan Timur dengan nilai transaksi mencapai Rp200 juta per tahun.

Gati menjelaskan, worskhop e-Smart IKM yang dilaksanakan selama dua hari, para peserta dapat belajar berbisnis melalui sarana e-commerce dan juga mendapatkan sosialisasi program-program Kemenperin seperti restrukturisasi mesin peralatan dan SNI.

“Selain itu, diberikan materi tentang strategi pemasaran online dan pengembangan produk seperti desain, kualitas dan teknologi. Bahkan diperkenalkan juga aplikasi pencatatan keuangan,” imbuhnya.

Sebelumnya, anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Juliari Batubara yang mengisiasi kegiatan itu mengatakan potensi-potensi yang dimiliki untuk pengembangan usaha harus digarap secara optimal.

Utamanya, kata Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan itu, kalangan industri kecil yang harus terus didorong dan dipacu untuk mengembangan potensi daerahnya yang bisa membantu meningkatkan perekonomian daerah.

Di lain kesempatan, Indonesia untuk pertama kalinya menggelar acara puncak peringatan Hari UMKM Internasional pada 27 Juni 2018 secara serentak di empat kota yakni Banda Aceh, Jakarta, Yogyakarta, dan Manado.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM yang juga Presiden International Council for Small Business (ICSB) Indonesia Hermawan Kartajaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, mengatakan acara peringatan Hari UMKM Internasional tersebut akan diselenggarakan oleh ICSB.

"Hari UMKM Internasional merupakan salah satu perjuangan ICSB sebagai organisasi dunia yang fokus kepada UKM sejak 63 tahun yang lalu, diawali di George Washington University dan sudah mencapai salah satu titik kulminasi," katanya.

Dalam sejarahnya, kata dia, Indonesia termasuk sebagai salah satu dari 7 negara inisiator hari UMKM Internasional bersama Amerika Serikat, Australia, Korea, Kuwait, Mesir, dan Argentina.

BERITA TERKAIT

Prima Cakrawala Hentikan Kegiatan Produksi - Izin Usaha Industri Ditolak

NERACA Jakarta – Lantaran pembangunan pabrik berada di kawasan pemukiman atau tidak memunuhi syarat yang diperuntukannya, akhirnya izin operasional pembangunan…

Dyandra Bukukan Net Profit Tumbuh 200%

NERACA Jakarta – Di paruh pertama tahun 2018, PT. Dyandra Media International Tbk (DYAN) menorehkan kinerja keuangan yang cukup apik.…

Pool Finance Targetkan Laba Tumbuh 150% - Genjot Pembiayaan Produktif

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Pool Advista Finance Tbk sebagai perusahaan pembiyaan bakal mencari pendanaan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Revolusi Industri 4.0 Buka Peluang Dongkrak Keterampilan SDM

NERACA Jakarta – Era revolusi industri 4.0 membuka kesempatan bagi sumber daya manusia (SDM) di sektor manufaktur untuk memiliki keahlian…

RI dan Korsel Berkolaborasi Untuk Sukseskan Industri 4.0

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian RI dan Dewan Riset Nasional untuk Ekonomi, Kemanusiaan, dan Ilmu Sosial atau National Research Council…

Penanaman Modal - Industri Korea Selatan Kuatkan Komitmen Investasi US$ 446 Juta

NERACA Jakarta – Sejumlah industri manufaktur Korea Selatan dari berbagai sektor, menyatakan minatnya untuk segera menanamkan modalnya di Indonesia. Komitmen…