Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA

Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul Fitri 1438 Hijriah mengalami kenaikan 0,17% menjadi 5.993,62 poin setelah pada pekan sebelumnya ditutup di level 5.983,58 poin. Kenaikan level IHSG turut meningkatkan nilai kapitalisasi pasar BEI selama sepekan terakhir sebesar 0,24% menjadi Rp6.716,99 triliun dari Rp6.701,09 triliun pada pekan sebelumnya.

Dalam siaran persnya di Jakarta, pekan lalu, BEI mengungkapkan, rata-rata nilai transaksi harian saham BEI di sepanjang pekan jelang libur panjang juga meningkat 14,76% menjadi Rp10,57 triliun dari Rp9,21 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian saham BEI juga naik 39,85% menjadi 11,61 miliar unit saham dari 8,3 miliar unit saham sepekan sebelumnya, dan rata-rata frekuensi transaksi harian saham di BEI juga naik 31,01% menjadi 454,45 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Sementara investor asing mengakumulasi jual bersih di sepanjang pekan dengan nilai Rp3,11 triliun. Sepanjang tahun ini nilai akumulasi jual bersih investor asing sudah mencapai Rp43,44 triliun. Tiga perusahaan mencatatkan saham perdananya yaitu, PT MNC Studios International Tbk dan PT Sriwahana Adityakarta Tbk resmi tercatat di papan pengembangan BEI dan PT Steadfast Marine Tbk resmi tercatat di papan utama BEI. Hal ini sekaligus menjadikan perusahaan berkode saham MSIN, SWAT, dan KPAL sebagai perusahaan ke-18, ke-19, dan ke-20 yang mencatatkan saham di bursa tahun 2018. Dengan pencatatan ini, maka total perusahaan tercatat di BEI saat ini adalah 584 perusahaan.

Kemudian total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2018 adalah 38 Emisi dari 29 emiten senilai Rp54,49 triliun. Dengan pencatatan ini,maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 361 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp408,50 triliun dan US$ 47,5 juta yang diterbitkan oleh 112 emiten. Selain itu, sebanyak 90 seri Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI dengan nilai nominal Rp2.189,01 triliun dan US$ 200 juta. Selain itu, 10 emisi efek beragun aset juga telah dicatatkan di BEI dengan nilai Rp9,54 triliun.

BERITA TERKAIT

BI Masih Intervensi Pasar untuk Kuatkan Rupiah

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia masih melangsungkan kombinasi kebijakan moneter termasuk intervensi pasar agar nilai tukar…

Produsen Elektronik Tiongkok Incar Pasar Indonesia

      NERACA   Jakarta – 250 Produsen elektronik asal Tiongkok dan Indonesia menggelar pameran di Jakarta International Expo…

Pemerintah Terus Berupaya Perluas Pasar Ekspor Otomotif

Pemerintah tengah berupaya menggenjot nilai ekspor produk manufaktur dalam upaya memperbaiki perekonomian nasional. Hal ini seiring implementasi peta jalan Making…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

The Duck King Patok IPO Rp 505 Per Saham

NERACA Jakarta – Emiten pengelola jaringan restoran The Duck King, PT Jaya Bersama Indo Tbk (JBI). menetapkan harga saham dalam…

BEI Suspensi Saham PT Mahaka Media Tbk

Selang setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau masuk UMA, saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) akhirnya…

Lunasi Obligasi Jatuh Tempo - Pefindo Naikkan Peringkat Antam Jadi A-

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikan peringkat PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan Obligasi I (2011) menjadi…