JK: Tak Ada Penumpukan Kendaraan di Gerbang Tol

Memasuki mudik lebaran tahun 2018 ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan tidak ada penumpukan kendaraan di gerbang tol pada saat arus mudik lebaran tahun ini. Sebab, kata JK, pemerintah sudah membangun sejumlah ruas jalan tol dan beberapa diantaranya bisa digunakan secara fungsional saat mudik Lebaran 2018.

JK juga memastikan kejadian penumpukan kendaraan seperti di Tol Brebes Timur (Gebang Tol Brexit) pada 2016 lalu tidak akan terulang lagi. "Saya yakin karena jalan tol kita makin panjang, tidak lagi terjadi seperti Brexit seperti dua tahun lalu, mengerti dan memahami yang ada, situasi yang ada," kata JK.

JK mengatakan, kejadian brexit beberapa waktu yang lalu adalah karena pola pikir yang keliru. Banyak orang mengira lewat jalan tol akan lancar, masalah pun muncul ketika semua orang berpikiran yang sama. "Pengalaman Brexit itu karena cara berpikir, kalau sekian juta orang lewat jalan (tol) semua, semua orang berpikir bahwa kalau mau cepat ya lewat jalan tol. Hal itu (membuat) Jalan biasa kosong, lengang, padahal lebih cepat lewat jalan biasa, daripada lewat jalan tol" jelas JK.

JK mengaku sempat mengusulkan aturan plat ganjil dan genap untuk masuk ke jalan tol atau jalan biasa agar kejadian brexit tak terulang. Tak hanya itu, ia juga mengusulkan diatur batas kecepatan sepeda motor agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas. "Jadi dulu saya bilang, gini saja deh, supaya ramai nomor ganjil genapnya diatur siapa yang jalan di bawah (jalan nasional), siapa yang jalan tol, supaya jangan terjadi lagi, ini supaya diatur" paparnya.

Begitu pun dengan penggunaan sepeda motor saat mudik. Menurut JK, perlu ada pembatasan penggunaan sepeda motor saat mudik lebaran. "Sepeda motor (juga) musti ada batasannya berapa kilometer, karena itu harus katakanlah hanya sampai Semarang atau Cirebon jangan sampai ke timur atau ke mana pasti masalah," pungkasnya. (agus)

BERITA TERKAIT

Ada Itikad Baik dari Bara Jaya Internasional - Sampaikan Rencana Bisnis

NERACA Jakarta – Tidak mau bernasib yang sama dengan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) yang efektif didelisting oleh…

Sayangnya Masih Ada Penentang Energi Terbarukan

      NERACA   Bogor - Pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) adalah sebuah keniscayaan demi…

Mitsubishi: Mulai Ada Tren Lift di Perumahan

Mitsubishi: Mulai Ada Tren Lift di Perumahan NERACA Jakarta - Presiden Direktur PT Mitsubishi Jaya Elevator and Escalator, Christian Satrya…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Duh, Mahalnya Ongkos Pileg 2019

Biaya untuk branding politik memang tidak sedikit. Semakin rendah popularitas seseorang, biaya akan semakin mahal. Hal lain yang juga menentukan…

Untuk Kepentingan Rakyat atau Menghitung Investasi?

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan, mahalnya mahar politik menjadi anggota legislatif…

Suka dan Duka Berebut Kursi Legislatif

Pemilihan legislatif (Pileg) layaknya pasar kaget. Ramai. Tak digelar tiap hari. Dan yang pasti banyak barang baru. Sebagian mutunya bagus.…