Trimegah Perkuat Modal Lewat Penerbitan MTN - Geliat Transaksi di Pasar Modal

NERACA

Jakarta –Kendati kondisi pasar saham tengah mengalami fluktuatif, namun likuiditas di pasar modal terus tumbuh seiring dengam pertumbuhan investor dan jumlah emiten. Berangkat dari hal tersebut, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk menambah modal kerja tahun ini senilai Rp250 miliar. Dana tersebut berasal dari penerbitan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN).

Direktur Utama Trimegah Sekuritas Indonesia, Stephanus Turangan menjelaskan, perseroan membutuhkan modal yang cukup besar sejalan dengan lesunya kondisi pasar pada tahun ini yang berdampak pada bisnis penjamin emisi. Selain itu, penambahan modal itu juga dilakukan untuk mengantisipasi kebijakan baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan menaikkan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) perusahaan sekuritas anggota bursa,”Pasar cukup dinamis, yang terjadi ada banyak faktor terutama dari eksternal. Sehingga kami juga butuh modal dan dana dari MTN ini bisa untuk dua sampai tiga tahun ke depan,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, bisnis penjamin emisi sejauh ini memang kurang menggeliat sejalan dengan banyaknya perusahaan yang menunda untuk melakukan penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO). Pada awal tahun, kata dia, emiten bersandi saham TRIM ini mengantongi enam mandat IPO. Lantaran indeks harga saham gabungan (IHSG) terus merosot, empat di antaranya memutuskan untuk menunda pelaksanaan IPO sampai waktu yang belum ditentukan,”Sisanya ada dua perusahaan masih terus proses sudah jalan. Yang lain menunda itu ada sektor ritel yang berbasis digital serta sektor perikanan," imbuhnya.

Tak hanya itu, perseroan juga memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun ini. Stephanus mengatakan, dana perseroan akan lebih bermanfaat jika dikembangkan mengingat kondisi market yang cukup sulit. Dengan penambahan modal melalui MTN I ini, perseroan akan mendapatkan manfaat berupa berkurangnya risiko maturity gap/mismatch antara sumber pendanaan perseroan dengan bisnis pembiayaan yang diberikan oleh perseroan kepada nasabah.

Dampak lain adalah berkurangnya risiko likuiditas jika terjadi gejolak dalam pasar keuangan Indonesia dengan struktur permodalan yang lebih kuat. Selain itu, ini juga meningkatkan kepastian kinerja dan kelangsungan operasional yang dilakukan oleh Trimegah.

Total nilai dari penerbitan MTN ini adalah Rp250 miliar dengan tenor tiga tahun. Peringkat dari Pefindo adalah idA dengan tingkat kupon 10,25% per tahun. Penggunaan dana untuk modal kerja tanpa jaminan khusus (clean basis) dengan target good fund akhir April 2018 menggunakan laporan keuangan audit per 31 Desember 2017. Sebagai informasi, pada pembukaan perdagangan Kamis (7/6), indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat sebesar 21,26 poin atau 0,35% ke posisi 6.090,98, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 5,36 poin (0,55%) menjadi 974,82.

BERITA TERKAIT

Seberapa Sustain Penguatan Rupiah Lewat Penjualan Obligasi?

Oleh: Djony Edward Tren penguatan rupiah yang super cepat masih menyimpan misteri. Begitu derasnya dana asing masuk dicurigai sebagai hot…

Pasar Modal di 2019 Lebih Menggairahkan - Tekanan Sudah Mereda

NERACA Jakarta – Bila sebagian pelaku pasar menilai tahun politik di 2019 mendatang, menjadi  kondisi yang cukup mengkhawatirkan di industri…

LPEI Mendorong BUMN Ekspor ke Pasar Prospektif

    NERACA   Jakarta – Pasar prospektif menjadi salah satu alternatif negara tujuan untuk memperluas ekspor di samping Cina…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…