Jaya Konstruksi Bagi Dividen Rp 94,58 Miliar

NERACA

Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) bakal membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar 30,77% dari laba bersih atau sebanyak Rp 94,58 miliar.”Kita berencana membagikan dividen senilai Rp 94,58 miliar atau setara Rp 5,8 per lembar saham,"kata Hardjanto Agus Priambodo, Direktur Independen JKON di Jakarta, kemarin.

Tercatat sepanjang tahun 2017 kemarin, laba bersih perseroan sebesar Rp 307 miliar turun tipis dibanding tahun sebelumnya yakni Rp 324 miliar. Kondisi yang sama juga pada pendapatan usaha sebesar Rp 4,49 triliun atau melambat 3,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,65 triliun.

Kemudian pendapatan Jasa konstruksi sebesar Rp 1,872 triliun, turun 13,3% dari Rp 2,161 triliun pada tahun 2016. Jasa Konstruksi berkontribusi 41,6% dari total pendapatan pada tahun 2017. Sementara pendapatan aspal naik tipis menjadi Rp 1,33 triliun dari yang sebelumnya Rp 1,30 triliun. Namun, laba bruto setelah Join Operation atau JO dari aspal tercatat turun menjadi Rp 229 miliar dari yang sebelumnya Rp 411 miliar.

Hardjanto mengatakan, penurunan pendapatan dari aspal disebabkan karena penjualannya yang tidak terlalu baik,”Secara produksi kita gak berubah, tetapi margin aspal yang kembali normal menjadi penjualan kita menurun sehingga laba juga ikut turun,"ujarnya.

Total aset JKON hingga akhir Desember 2017 mencapai Rp 4,2 triliun atau meningkat dibanding tahun 2016 sebesar Rp 4 triliun. Sementara liabilitas dan ekuitasnya masing-masing sebesar RP 1,79 triliun dan Rp 2,4 triliun. Di tahun 2017 kemarin, perseroan juga telah menambah kepemilikan saham pada PT Jakarta Tollroad Development seiring dengan menggeliatnya bisnis di sektor infrastruktur.

JKON membeli 9.685 lembar saham seri C baru milik PT Jakarta Tollroad Development (JTD) pada 5 Oktober 2017. Untuk membeli saham tersebut, perusahaan merogoh kocek sebesar Rp 63,55 miliar. Itu artinya, tiap saham seri C JTD dihargai Rp 6,56 juta. "Adapun sebelum transaksi pembelian saham pada 5 Oktober lalu, perusahaan telah mengambil 23.493 lembar saham seri C JTD pada tahun 2016 silam," kata Sutopo Kristanto, Presiden Direktur JKON.

Dana yang digunakan untuk membeli 9.685 saham JTD tersebut berasal dari hasil Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) alias rights issue yang dilaksanakan pada Juni 2013. Dari hajatan tersebut, perusahaan berhasil meraup dana sebesar Rp 456,64 miliar. Hingga 30 Juni 2017, perusahaan telah menyerap 53,47% dari total dana rights issue tersebut. Sebanyak Rp 50 miliar digunakan untuk penyertaan saham di PT Jaya Beton Indonesia dan PT Jaya Trade Indonesia.

Sedangkan, Rp 194,17 miliar digunakan perusahaan untuk investasi ke entitas anak atau enitiitas asosiasi untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur jalan tol dan sarana air bersih. Sebagai informasi, perseroan begitu agresif mengembangkan ekspansi bisnisnya. Di sektor jalan tol, JKON berencana ekspansi dengan menambah kepemilikan saham di jalan tol Jakarta Outer Ring Road West 2 North (JORR W2).

BERITA TERKAIT

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih - Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket NERACA Sukabumi -…

MGRO Bangun Pabrik Senilai Rp 330 Miliar - Pacu Nilai Tambah di Sektor Hilir

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar dari IPO, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) akan berinvetasi sebesar Rp 330 miliar membangun…

KINO Sisakan Dana IPO Rp 236,9 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) masih memiliki dana sebesar Rp236,9 miliar yang berasal dari penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Gelar Private Placement - CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Luncurkan Dua Produk Dinfra - Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…