Produksi Avtur Kilang Cilacap Meningkat

NERACA

Jakarta - Produksi avtur atau bahan bakar pesawat terbang dari kilang Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, mengalami peningkatan. Hal itu seperti dikatakan General Manager Pertamina RU IV Cilacap Djoko Priyono. “Produksi avtur kami tinggi karena sebelumya berkisar 1.200--1.300 MB (Mega Barel) per bulan, sekarang menjadi 1.500 MB per bulan dan nanti produksinya akan dinaikkan lagi karena memang kebutuhan avtur cukup banyak," katanya, seperti dikutip Antara, kemarin.

Menurut dia, peningkatan produksi avtur akan dilakukan dengan cara mengonversi kerosin atau yang selama ini dikenal dengan sebutan minyak tanah dan sekarang tidak digunakan lagi dalam rumah tangga. Dalam hal ini, kata dia, kilang-kilang Pertamina yang masih memproduksi kerosin akan mengirimkan produk tersebut ke Pertamina RU IV untuk dikonversi menjadi avtur, salah satunya dari Pertamina RU V Balikpapan yang akan dikirim mulai bulan Juli 2018. "Itu nanti akan ada tambahan produksi avtur sekitar 600 MB dalam sebulan," jelasnya.

Djoko mengatakan peningkatkan produksi avtur itu bukan dalam rangka Lebaran, melainkan sudah menjadi program Pertamina untuk meningkatkan konversi kerosin ke bahan bakar pesawat terbang (avtur). Menurut dia, kapasitas maksimal produksi avtur Pertamina RU IV Cilacap sebenarnya mencapai 2.000 MB namun saat sekarang baru sebanyak 1.500 MB.

"Produk avtur ini memiliki pasar karena bisa diekspor namun sampai saat sekarang, sekitar 40 persen konsumsi avtur dalam negeri masih impor. Produksi avtur dalam negeri yang paling besar di sini (Pertamina RU IV Cilacap, red.) dan Pertamina RU VI Balongan, bahkan Cilacap memasok 50 persen kebutuhan avtur nasional," katanya.

BERITA TERKAIT

Pertamina-Rosneft Akan Bangun Kilang Minyak di Tuban

NERACA Jakarta – PT Pertamina (Persero) bersama perusahaan energi Rusia, Rosneft Oil Company akan membangun sekaligus mengoperasikan kilang minyak yang…

Produksi TOBA 5,8 Juta Ton Batu Bara

Hingga akhir tahun 2018, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara sekitar 5,4 juta—5,6…

PRODUKSI KERAJINAN ROTAN UNTUK EKSPOR

Perajin menganyam rotan menjadi replika kanguru untuk diekspor ke Australia di sentra kerajinan rotan Kampung Krabatan, Pakintelan, Gunungpati, Semarang, Jawa…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Mengganti Terigu Impor dengan Produk Buatan Lokal - Teknologi Pangan

        NERACA   Bogor - Mie memang menjadi santapan favorit masyarakat Indonesia, tanpa pandang usia. Sayangnya mie…

Mewaspadai Inflasi Di Akhir Tahun

      NERACA   Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai ancaman…

LPEI Mendorong BUMN Ekspor ke Pasar Prospektif

    NERACA   Jakarta – Pasar prospektif menjadi salah satu alternatif negara tujuan untuk memperluas ekspor di samping Cina…