Bank Mandiri Lanjutkan Rencana Buka Cabang di Filipina

NERACA

Jakarta - Bank Mandiri meneruskan rencana untuk membuka kantor cabang di Filipina seusai DPR memberikan persetujuan atas RUU AFAS, yang merupakan landasan hukum bagi bank nasional untuk ekspansi ke ASEAN, menjadi UU pada akhir April 2018. "Kami mencoba untuk masuk ASEAN. Di Filipina, kami sudah bertemu dengan Menkeu dan Bank Sentral Filipina," kata Direktur Utama Bank Mandiri Kartiko Wirjoatmodjo, seperti dikutip Antara, kemarin.

Pria yang akrab dipanggil Tiko ini mengatakan pembukaan kantor cabang di Filipina masih memungkinkan karena peluang yang sangat besar mengingat industri perbankan di negara tersebut belum terlalu padat seperti di Indonesia. "Filipina belum padat seperti di Indonesia. Kami berencana untuk masuk ke retail dan 'mass-market'. Ini prosesnya dan kami coba untuk masuk," katanya.

Tiko menambahkan Bank Mandiri juga mempertimbangkan untuk membuka kantor cabang di Malaysia, namun potensi nasabah yang ada terbatas karena harus bersaing dengan perbankan lokal seperti CIMB Niaga dan Maybank. "Di Malaysia memang ada masyarakat Indonesia yang bekerja sebagai TKI. Tapi kayaknya kalau buka disana terlalu memberanikan diri," katanya.

UU AFAS merupakan Pengesahan Protocol to Implement the Sixth Package of Commitments on Financial Services Under the ASEAN Framework Agreement on Service atau protokol untuk melaksanakan komitmen keenam bidang jasa keuangan dalam Persetujuan Kerangka Kerja ASEAN di bidang jasa. Dengan adanya protokol ini, maka potensi perbankan nasional untuk membuka cabang di negara lain di kawasan ASEAN semakin besar.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan UU AFAS merupakan tahapan kerja sama pembukaan akses pasar jasa keuangan ASEAN yang dapat menciptakan kemakmuran bagi Indonesia.

Menurut dia, saat ini masih sangat sedikit perbankan nasional yang memiliki kantor cabang atau unit usaha di luar negeri karena berbagai ketentuan dan persyaratan yang dipandang menyulitkan dari negara-negara di mana perbankan nasional berminat untuk melakukan ekspansi. "Dengan dilandasi prinsip kesetaraan, disepakati sejumlah kemudahan bagi perbankan nasional untuk masuk ke negara ASEAN," kata Sri Mulyani.

BERITA TERKAIT

Bank Syariah Mandiri Siapkan IPO di 2019 - Dinilai Momentum Tepat

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa bank syariah yang sudah go public atau mencatatkan sahamnya di pasar modal lewat penawaran umum…

PGW Buka Parkroyal Hotel di Kompleks Thamrin Nine - Akuisisi 180 Unit Apartemen

NERACA Jakarta – Masih besarnya kebutuhan properti di Jakarta, mendorong PT Putragaya Wahana (PGW) mengumumkan akuisisi 180 unit apartemen oleh…

KPK Diminta Usut Tuntas Kasus BLBI dan Bank Century

  NERACA   Jakarta - Sekitar 2.000 orang massa dari gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) kembali menggelar aksi di Gedung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Belum Penuhi Rasio Kredit UMKM

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat sekitar 20 persen dari total bank umum domestik belum…

LPDB Sederhanakan Persyaratan Pengajuan Pinjaman Dana Bergulir

  NERACA   Tangerang - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyederhanakan kriteria dan…

Pembiayaan BTPN Syariah Tumbuh 19,1%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN Syariah) hingga akhir Juni 2018 membukukan pembiayaan…