Lima Kunci Penting Puasa Sehat

Tak terasa puasa sudah berjalan sekitar dua minggu. Rasanya tubuh sudah mulai terbiasa, tetapi orang sebaiknya tetap menjaga agar puasa jadi aktivitas yang menyehatkan. "Tubuh itu pintar, dia bisa adaptasi dengan cepat. (Dalam) tiga hari ia bisa terbiasa. Selama berpuasa, tubuh bisa menghemat energi dan cairan," ujar ahli gizi Eka Herdiana di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Agar tubuh tetap fit selama berpuasa, ada lima kunci penting yang harus dijaga.

1. Konsumsi gizi seimbang

Berpuasa berarti mengubah pola makan, dan bukan serta merta mendiskon nutrisi yang masuk ke tubuh.Saat berpuasa, porsi makan harus cukup dan memiliki kandungan nutrisi lengkap. Perempuan yang akrab disapa Diana ini pun menuturkan tubuh memerlukan vitamin dan mineral yang terpenuhi lewat konsumsi buah dan sayur, protein dari lauk pauk, karbohidrat yang diusahakan berupa karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks memerlukan waktu lama untuk dicerna tubuh sehingga perut terasa kenyang lebih lama."Karbohidrat kompleks biasanya dari beras merah, beras putih tapi yang masih ada kulit arinya, jagung, kentang plus kulitnya," imbuh Diana dikutip dari CNN Indonesia.

2. Porsi makan tepat

Nutrisi sudah lengkap? Tunggu dulu, sebaiknya perhatikan pula porsinya. Diana berkata masing-masing jenis makanan punya porsi berbeda. Dengan bantuan tangan, orang dapat menentukan porsi yang tepat untuk kebutuhan mereka. Makanan sebagai sumber karbohidrat porsinya satu kepalan erat tangan, buah sebanyak satu kepalan, lemak sebanyak ruas jempol. Untuk sayuran diusahakan sebanyak mungkin yang dapat ditadah kedua tangan dan protein hewani sebesar telapak tangan dan setebal jari kelingking.

3. Cukup cairan

Diana mengingatkan agar tubuh diberi asupan cairan yang cukup. Minum banyak air putih dapat menjawab hal ini. Namun cairan tak hanya didapat lewat lewat air putih.Buah-buahan yang kaya kandungan air pun dapat dicoba misalnya, semangka dan jeruk."Selain itu, bisa lewat menu makanan yang mengandung cairan seperti sup dan makanan yang direbus," katanya.

4. Cukup tidur

"Penelitian membuktikan kurang tidur dapat mempengaruhi kemampuan kognitif atau akademis serta performa kerja," ucap Diana. Penurunan kemampuan kognitif ini dapat terjadi pada anak usia sekolah. Sedangkan pada orang dewasa, performa kerja menurun akibat kurang tidur.Diana berkata tidur cukup bagi anak-anak umumnya 8-10 jam. Orang dewasa dapat dikatakan tidur cukup jika tidur selama 6-8 jam.

5. Olahraga ringan

Demi hemat energi, orang kerap tidak berolahraga. Padahal aktivitas fisik pun bisa tergolong ke dalam olahraga ringan. Diana memberikan contoh jika biasanya naik satu lantai menggunakan lift, dapat diganti dengan menggunakan tangga. Sebenarnya kegiatan olah raga pun dapat dilakukan asal ringan seperti yoga, jogging, atau pilates. Olah raga beban pun tak masalah tapi dengan catatan setelah berbuka puasa dengan durasi maksimal satu jam. "Olahraga dapat memperlancar peredaran darah. Peredaran darah lancar, nutrisi pun sampai ke organ-organ tubuh," katanya.

BERITA TERKAIT

Jaga APBN Tetap Sehat

Meski asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS dalam APBN 2019 dipatok Rp 15.000 per US$, pos-pos pembelanjaan negara hendaknya tetap…

Pasokan Pangan jadi Kunci Keberhasilan Jaga Inflasi

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus melakukan upaya-upaya menjaga angka inflasi agar sesuai target.…

Lima Camat di Kota Sukabumi Mendapatkan Mobil Baru

Lima Camat di Kota Sukabumi Mendapatkan Mobil Baru NERACA Sukabumi - Sebanyak Lima Camat di Kota Sukabumi mendapatkan kendaraan dinas…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Indonesia Pimpin Aksi Penanggulangan Zoonosis Global

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran penyakit zoonosis secara global dengan menyelenggarakan Pertemuan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis,…

Bersama Hadapi Ancaman Keamanan Kesehatan

Perubahan iklim dan peningkatan resistensi anti-mikroba telah mendorong peningkatan munculnya new-emerging diseases dan re-emerging diseases yang berpotensi pandemik dengan karakteristik…

Mengatasi Diabetes Akut dengan Diet Vegan

Tiga tahun lalu, Khaled Al-Suwaidi (35) mendapat kabar buruk yang mengubah gaya hidupnya secara drastis. Dia didiagnosis menderita penyakit kronis…