Pola Puasa Tepat untuk Pasien Diabetes

Meski diperbolehkan untuk tidak berpuasa, seringkali penderita diabetes tetap mencoba untuk berpuasa agar tetap mendapatkan keberkahan dan pahala di bulan Ramadan.

Menurut dokter ahli penyakit dalam Em Yunir, pasien diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2 diperbolehkan untuk berpuasa asalkan memenuhi kondisi tertentu dan memahami risiko yang bakal terjadi.

"Berdasarkan data, saat ini penderita diabetes di Indonesia mencapai 14 juta orang, diperkirakan setengahnya berpuasa. Tidak masalah bagi pasien yang kuat asalkan dapat meminimalkan risiko saat berpuasa," kata Em dalam diskusi media mengenai diabetes dan Ramadan di Jakarta, dikutip dari CNN Indonesia.

Dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu menjelaskan pasien diabetes yang berpuasa bakal mengalami perubahan kadar gula darah karena tidak menerima asupan makanan dalam waktu lama.

Em menyebut pasien diabetes yang berpuasa berisiko mengalami hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah, hiperglikemia atau melonjaknya kadar gula darah, ketoasidosis atau kelebihan asam, trombosis atau sumbatan pembuluh darah, dan dehidrasi. "Biasanya kondisi ini ditandai dengan dengan mata kunang-kunang dan tubuh kedinginan. Kalau sudah merasakan ini sebaiknya puasanya dibatalkan karena akan sangat berisiko," tutur Em yang juga merupakan akademisi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Cara tepat berpuasa untuk diabetes

Agar tetap dapat menjalankan ibadah puasa, Em menyarankan pasien diabetes untuk berkonsultasi dengan dokter. Nantinya, dokter bakal memberikan solusi terbaik baik dari segi pola makan dan pengobatan selama berpuasa. Selain itu, pasien diabetes diminta untuk tidak terlalu mengubah drastis pola makan. Mereka disarankan untuk mendapatkan ssupan karbohidrat kompleks saat sahur dan karbohidrat sederhana saat berbuka.

Selain itu, mereka juga wajib menghindari makanan siap saji, gorengan, serta makanan dan minuman bergula. Em juga menyarankan agar pasien diabetes selalu patuh pada kalori yang boleh dikonsumsi sesuai anjuran dokter. "Perbanyak minum di malam hari agar tidak dehidrasi dan sahur mendekati waktu imsak. Jangan sahur telalu dini hari dan jangan makan berlebihan," ucap Em.

Pasien diabetes juga harus rutin mengecek kadar gula darah ketika berpuasa. Jika, kadar gula darah sudah mendekati 60 mg/dL dan waktu berpuasa masih panjang, sebaiknya puasa segera dibatalkan.

Sementara itu, aktivitas fisik saat berpuasa juga tetap harus dijalankan. Namun, Em menyarankan agar menghindari olahraga jelang berbuka dan sebaiknya menggantinya setelah berbuka puasa untuk mencegah dehidrasi.

BERITA TERKAIT

Kinerja untuk Atasi Depresiasi Rupiah Dinilai Tepat

    NERACA   Jakarta - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan kinerja yang dilakukan sejumlah lembaga dan kementerian…

Bank Syariah Mandiri Siapkan IPO di 2019 - Dinilai Momentum Tepat

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa bank syariah yang sudah go public atau mencatatkan sahamnya di pasar modal lewat penawaran umum…

DPRD Sukabumi Dukung Usulan Mengenai PKS Pembayaran Pajak Via Minimarket - Iwan Adhar : “Selama untuk Kepentingan Masyarakat Saya Dukung”

DPRD Sukabumi Dukung Usulan Mengenai PKS Pembayaran Pajak Via Minimarket Iwan Adhar : “Selama untuk Kepentingan Masyarakat Saya Dukung” NERACA…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Kekurangan Vitamin D Bisa Bikin Tubuh Jadi Obesitas

Kekurangan vitamin D ternyata tak hanya berdampak bagi tulang atau gigi. Penelitian terbaru juga menemukan hubungan kekurangan vitamin D dengan…

Ini Alasan Kenapa Makan Cokelat Bikin Orang Bahagia

Di sore hari yang memusingkan, segelas cokelat panas bisa membantu melepaskan segala kepenatan yang mengganggu pikiran. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa…

Menguak Mitos Seks Populer

Tiap orang tumbuh dalam budaya yang mengajarkan hal-hal berbeda mengenai seksualitas. Selain belajar tentang seks dari lingkungan dan keluarga, banyak…