Rasio Uang Palsu Diklaim Turun

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengklaim rasio peredaran uang rupiah palsu hingga pekan ketiga Ramadhan, Mei 2018, telah menurun menjadi tiga lembar uang palsu pada satu juta lembar uang asli. Rasio itu lebih sedikit dibandingkan pada Ramadhan 2017 yang sebanyak sembilan lembar uang palsu pada satu juta lembar uang rupiah asli.

"Kenapa terjadi penurunan? karena BI memperkuat koordinasi dengan penegak hukum untuk memberikan efek jera kepada pelaku uang palsu, kami ingin menindak tegas," kata Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi di Jakarta, Rabu (6/6). Alhasil, kata Rosmaya, selama tiga pekan Ramadhan tahun ini, Bank Sentral belum mendapat laporan dari Kepolisian maupun masyarakat terkait beredarnya uang rupiah palsu.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi menambahkan jumlah peredaran uang palsu terus menurun drastis dalam tiga tahun terakhir, khususnya di daerah-daerah yang rawan dengan peredaran uang palsu seperti Pulau Jawa. Pada 2016 rasio uang palsu adalah 1:13, kemudian menurun di 2017 menjadi 1:9, dan kini 1:3.

"Hasil koordinasi dengan Kepolisian, setelah ada penegakan hukum yang kuat, rasionya terus menurun, akhir 2019 masih 1:9, sekarang sudah 1:3," ujar dia. Selain penguatan koordinasi dengan aparat penegak hukum, tingkat pengetahuan masyarakat terkait uang palsu juga semakin meningkat. Salah satunya sosialisasi untuk menerka keaslian uang dengan cara dilihat, diraba dan diterawang.

Pada Ramadhan dan Lebaran tahun ini, Bank Sentral menyiapkan kebutuhan uang tunai sebesar Rp188 triliun, atau naik 15,3 persen dibandingkan dengan kebutuhan pada periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp163,2 triliun. BI mengimabu masyarakat untuk menukarkan uang baru guna kebutuhan perayaan Lebaran pada tempat atau loket resmi yang disiapkan BI dan juga perbankan, guna menghindari uang palsu dan juga beban biaya untuk penukaran.

Terdapat 2.076 titik penukaran uang kartal dari BI dan perbankan yang disebar di seluruh Indonesia. Lokasi penukaran itu bisa ditemukan di kantor kas BI, kantor perbankan, maupun tempat-tempat umum seperti Monumen Nasional di Jakarta. Setelah itu, penukaran uang akan bergerak ke arah kas keliling yang bahkan ada di jalur-jalur mudik. Dengan demikian, titik-titik penukaran uang akan mengikuti mobilitas masyarakat.

Namun begitu, di tempat terpisah, dua orang diamankan di Percut Seituan, Medan, karena diduga mencetak dan mengedarkan uang palsu (upal). Masyarakat pun diminta untuk mewaspadai peredaran upal jelang Lebaran 2018. Kapolsek Medan Timur Kompol Wilson Pasaribu menyebutkan, kedua orang yang ditangkap, yakni Syahri Ramadan Dongoran (40) dan Deni Alfi Maulana (24). Syahri merupakan seorang oknum PNS penjaga sebuah sekolah di Pasar VII Percut Seituan. “Dia yang menyuruh mencetak, sedangkan Deni yang mengedit,” kata Wilson,

Di tempat lainnya, masyarakat Diwilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tampaknya harus lebih waspada dengan peredaran uang palsu terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang sebentar lagi akan tiba. Pasalnya, pelaku pengedar uang palsu sudah beraksi dan dua orang pelaku sudah tertangkap diwilayah Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI, jumat (1/6/2018) sekitar pukul 22.30 wib.

Kedua pelaku diketahui bernama Herianto (30) dan Parino (25), warga Kampung 1 Desa Tulung Harapan Kecamatan Semendawai Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumatera Selatan. Keduanya ditangkap usai berusaha mengelabui salah seorang pedagang di Dusun 1 Desa Serinanti Kecamatan Pedamaran. Kasus tersebut mesti jadi pelajaran kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap uang yang bereda, kenali ciri-ciri uang dengan cara diraba, diterawang.

BERITA TERKAIT

Laba Bersih Tower Bersama Turun 4,10%

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencetak laba bersih yang didistrisbusikan kepada entitas induk di kuartal III 2018 sebesar Rp…

KPK Klarifikasi Saksi Sumber Uang Suap Meikarta

KPK Klarifikasi Saksi Sumber Uang Suap Meikarta NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklarifikasi mantan Presiden Direktur Lippo Cikarang,…

Tol Trans Jawa Diklaim Dapat Tingkatkan Daya Saing Ekonomi

    NERACA   Jakarta - Ketersambungan ruas tol Trans Jawa yang akan terealisasi pada 2019 dinilai berdampak positif bagi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK "Lepas Tangan" Bunga P2P Lending

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa regulator tidak mengatur secara spesifik besaran bunga…

Generasi Milenial Potensial Pasar Asuransi

    NERACA   Jakarta - Perusahaan asuransi dan manajemen aset AXA Indonesia (AXA Group) menyatakan generasi milenial (penduduk Indonesia…

The Fed akan Naikkan Bunga Bertahap

      NERACA   Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan terus menaikkan suku bunga secara bertahap. Hal…