BRI Syariah Peduli Pengentasan Kemiskinan

NERACA

Jakarta – Demi mengatasi permasalahan bangsa yang salah satunya adalah pengetasan kemiskinan termasuk anak-anak yatim dan dhuafa serta masyarakat kurang mampu, maka PT Bank BRI syariah memberikan kartu ATM kepada anak yatim dan dhuafa sebanyak 830 orang. “Kita mengetahui bahwa jumlah rakyat miskin di Indonesia saat ini sangat banyak. Maka dari itu kita mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia,” kata Direktur Kepatuhan Bank BRI Syariah Budi Wisakseno saat peluncuran kartu ATM penyalur bantuan di Jakarta, Minggu (19/2).

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) diperkirakan jumlah penduduk miskin mencapai sekitar 31 juta orang dan jumlah penduduk hampir miskin mencapai sekitar 40 juta. Sementara pemerintah mengklaim pada 2011 mampu menurunkan sekitar 1 juta penduduk miskin.

BRI Syariah meluncurkan kartu ATM Co-Branding BRI Syariah Mustahik Griya Yatim dan Dhuafa (GYD) bagi warga binaan GYD. Selain itu, penyerahan ini juga tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai philanthrophy pertama di Indonesia yang menggunakan ATM dalam penyalur bantuan kepada binaan dan merupakan rekor di Indonesia sebagai pemberian kartu ATM kepada anak yatim dan dhuafa dengan penerima terbanyak yaitu untuk 830 orang.

Perseroan berharap lanjut Budi, penyerahan kartu ATM ini, bisa mengedukasi masyarakat terutama penerima kartu ATM Mustahik Griya Yatim dan Dhuafa (GYD) tentang dunia perbankan dalam memfasilitasi berbagai kegiatan termasuk kegiatan amal. “Dengan tercatatnya kerjasama ini di dalam rekor Muri, diharapkan dapat menarik perhatian banyak masyarakat dan memotivasi untuk beramal yang memberikan manfaat lebih bagi penerimanya,” ujarnya.

Budi menambahkan Griya yatim dan Dhuafa berdiri didasari rasa keperhatinan para pendirinya melihat kondisi anak-anak yang terpaksa putus sekolah atau tidak sekolah sama sekali karena harus bekerja untuk menyambung hidupnya. “Saat ini, GYD membina ratusan anak yatim dan dhuafa, janda, dan lansia serta mengasuh anak anak yang tinggal di enam asrama kita,” imbuhnya

Sementara itu, untuk implemantasinya, kata Budi, program GYD di fokuskan hingga mengerucut pada enam induk yaitu pendidikan, sosial, pemberdayaan, kamanusiaan, lingkungan dan wakaf. “Dengan memiliki kartu ATM Mustahik GYD, otomatis juga memiliki tabungan BRI syariah dan memperoleh 7 faedah yaitu saldo awal lebih ringan, gratis biaya administrasi bulanan tabungan, gratis biaya bulanan kartu ATM, gratis tarik tunai di ATM BRI, ATM bersama, dan ATM prima, gratis biaya cek saldo di semua mesin ATM BRI Syariah, gratis biaya transfer di ATM BRI dan gratis biaya debit prima,” jelasnya. ** bari

BERITA TERKAIT

Bank Nagari Didorong jadi Bank Syariah

    NERACA   Padang - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Barat (Sumbar) mendorong percepatan konversi Bank Pembangunan Daerah Sumatera…

Peduli Pendidikan Lewat UFE - PermataBank Berikan Advokasi Libatkan Komunitas

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, PermataBank melalui program corporate social responsibility (CSR) menggelar Unite for Education (UFE) sebagai upaya…

BNI SYARIAH DUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI SYARIAH ACEH

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo (kiri) saat penyerahan bantuan sosial kepada perwakilan Pondok Pesantren Dayah Mini kerjasama BNI…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kominfo Blokir Ratusan Aplikasi Fintech Ilegal

      NERACA   Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komifo) kembali memblokir ratusan aplikasi dan situs perusahaan teknologi…

Digital Perbankan Lebih Dari Sekedar Aplikasi

      NERACA   Jakarta - Executive Director Head of Digital Banking PT Bank DBS Indonesia Leonardo Koesmanto mengatakan…

Bank Mantap Incar Kredit Tumbuh 40%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mantap mengincar pertumbuhan kredit sampai 40 persen sepanjang 2019, menyusul peningkatan kemampuan…