PT PII Punya Model Bisnis Baru

NERACA

Jakarta – PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII) kini memiliki model bisnis baru yaitu pendampingan. Jika selama ini PT PII memberikan jaminan terhadap proyek infrastruktur, kini PT PII diberikan tugas untuk melakukan pendampingan. Hal itu seperti dijelaskan oleh Direktur Eksekutif Keuangan dan Penilaian Proyek PT PII Salusra Satria seperti dikutip, Rabu (6/6).

“Selain pendapatan dari jaminan proyek, saat ini ada model bisnis baru yang sedang kita jalani yaitu memberikan pendampingan proyek,” kata Satria. Perbedaannya adalah jika menggunakan model penjaminan maka PII mendampingi dari awal untuk membuat struktur yang layak secara teknis dan finansial hingga risiko yang dijamin oleh PT PII. Sementara untuk pendampingan, PT PII hanya mendampingi hingga proses finansialnya. Atas model bisnis baru ini, PT PII akan mendapatkan pendapatan baru selain dari penjaminan, akan tetapi besarannya tergantung dari nilai proyeknya.

Dari bisnis model baru ini, Satria mengatakan bahwa PT PII telah mendapatkan penugasan untuk mendampingi tiga proyek yaitu Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Selatan dan Riau, proyek jalur kereta Makasar Pare-pare, dan proyek RS Kanker Dharmais.

Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan usaha (KPBU)-AP Jalintim Sumatera terdiri dari Preservasi jalan di Provinsi Riau sepanjang 43 km dengan nilai proyek sebesar Rp 982 miliar dan jalan di Provinsi Sumatera Selatan sepanjang 30 km dengan nilai proyek sebesar Rp 2,2 triliun. Kemudian untuk Kereta Makassar-Parepare, proyeknya senilai Rp 1,2 triliun, dan proyek perluasan gedung RS Kanker Dharmais dan Alat Kesehatannya sekitar Rp 650 miliar.

Satria menambahkan dengan model bisnis pendampingan ini, PT PII akan mendampingi Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) mulai dari penyusunan dokumen pra kualifikasi, tender sampai financial close. Dengan skema KPBU-AP ini, pembiayaan preservasi jalan dilakukan oleh badan usaha atau swasta. Sedangkan pembayaran dilakukan secara mencicil oleh pemerintah ke badan usaha pelaksana atas tersedianya layanan infrastruktur yang sesuai dengan kualitas yang sudah ditentukan dalam perjanjian KPBU.

Untuk Jalintim Sumatera ini, pekerjaan yang akan dikerjasamakan adalah Desain, Konstruksi, Operasi, Pemeliharaan dan Transfer (DBOMT). Proyek KPBU ini merupakan perdana di Jalan Nasional Non Tol. Kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memindahkan kegiatan preservasi jalan dari APBN murni ke KPBU-AP dilakukan untuk mendukung pengelolaan fiskal karena akan mengurangi belanja APBN.

Proyek Jalintim tersebut nantinya memiliki masa konsesi 15 tahun termasuk 2 tahun masa konstruksi. Setelah pelaksanaan preservasi dan pemeliharaan dilakukan oleh pemenang proyek selama 15 tahun, nantinya proyek tersebut akan kembali diserahkan ke pemerintah, dalam hal ini KemenPUPR. Sedangkan proyek Kereta di Makasar Pare-pare PJPKnya adalah Kementerian Perhubungan, dan proyek RS Kanker Dharmais PJPK nya adalah Kementerian Kesehatan.

BERITA TERKAIT

UOB Kay Hian Holding Beli 5% Saham YELO - Miliki Prospek Bisnis Bagus

NERACA Jakarta –Keyakinan memiliki prospek pasar bisnis yang cukup menjanjikan, perdagangan saham PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) banyak aktif…

DEAL Perkuat Bisnis Energi Lewat Proyek IPP - Beri Modal Anak Usaha Rp 16 Miliar

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal dan menjadi emiten ke-50 di tahun 2018, PT Dewata Freightinternational Tbk…

BEI Catatkan Rekor Baru Emiten Terbanyak

NERACA Jakarta – Tahun 2018 menjadi catatan sejarah bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, sepanjang tahun ini ada 50…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Jakarta Dinilai Butuh Kota Penyangga Seperti Meikarta - Kurangi Beban Perkotaan

    NERACA   Jakarta - DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi Indonesia dinilai sangat membutuhkan daerah-daerah penyangga…

SDM Jadi Perhatian Pemerintah - Alokasi Anggaran untuk Pendidikan dan Kesehatan

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah akan memperhatikan secara serius kualitas sumber…

Advance Relax & Go Hadir Di Bandara Soekarno Hatta

    NERACA   Jakarta - Setelah sukses mengejutkan penumpang kereta api dengan kemunculan fasilitas kursi pijat elektroniknya di stasiun…