Totalindo Bakal Terbitkan MTN Rp 500 Miliar

NERACA

Jakarta –Menutupi modal kerja seiring dengan beberapa proyek yang digarap tahun ini, PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) berencana menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) sebesar Rp 500 miliar pada semester kedua 2018. Aksi korporasi ini dipilih ketimbang menerbitkan obligasi karena lebih gampang dan tidak rumit dibandingkan penerbitan obligasi yang membutuhkan poses panjang sehingga tak bisa langsung dieksekusi dalam waktu cepat.

Direktur Keuangan Totalindo Eka Persada, Eko Wardoyo mengatakan, selain karena prosesnya yang panjang, penerbitan obligasi dalam waktu dekat juga akan membuat biaya penerbitannya (cost of fund) lebih tinggi pasca kenaikan suku bunga total 50 bps bulan lalu,”Prosesnya panjang makanya belum saja (obligasi). Kalau kupon bank dengan obligasi sama saja tapi kan kalau bank lebih mudah dan cepat cairnya,”ujarnya di Jakarta, Senin (4/6).

Dia menilai, saat ini jika melakukan penarikan kredit dari bank dalam negeri, bunga yang diberatkan kepada perusahaan berkisar 10%-10,5%. Dia menilai ini besar bunga kredit dengan kupon obligasi tak akan jauh berbeda. Tahun ini, perseroan sudah menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 130 miliar untuk kebutuhan pembangunan proyek TOD Lebak Bulus dan proyek Kelapa Village.

Kemudian untuk pendapatan, emiten konstruksi ini menargetkan sebesar Rp 4 triliun dan laba bersih Rp 280 miliar. Target pendapatan tersebut tumbuh 75,4% dari pencapaian tahun 2017 sebesar Rp 2,28 triliun. Sedangkan target laba bersih meningkat 35,5% dari tahun lalu sebesar Rp 206,5 miliar. Sementara sepanjang kuartal I-2018, pendapatan perusahaan turun 9,04% menjadi Rp 488,17 miliar. Sementara laba bersih setelah pajak mencapai Rp 20,58 miliar, atau turun 52% dari periode yang sama tahun lalu.

Kata Eko, melambatnya kinerja kuartal I karena sebagian besar kontrak baru didapatkan pada April-Mei 2018 sehingga belum bisa membukukan pendapatan. "Jadi kuartal I itu belum bisa mencerminkan kinerja TOPS tahun ini. Kami optimistis target tercapai karena TOD Lebak Bulus akan mulai dibukukan kuartal IV dan proyek DP Rp 0 dibukukan kuartal III," ujarnya.

Sementara pada semester I 2018, TOPS optimistis bisa membukukan pendapatan dari proyek-proyek eksisting sebesar Rp 800 miliar-Rp 900 miliar. Dalam lima bulan pertama tahun ini, TOPS telah mengantongi kontrak baru Rp 2,07. Capaian tersebut sekitar 51,69% dari total target perusahaan tahun ini yaitu Rp 4 triliun.

Andre Chandra Biantoro, Direktur TOPS mengatakan, sebagian besar kontrak baru tersebut didapat dari proyek pemerintah yaitu sebesar Rp 1,38 triliun. Sedangkan proyek swasta menyumbang Rp 693 miliar. Proyek pemerintah tersebut adalah proyek Transit Oriented Development (TOD) Lebak Bulus Rp 900 miliar, proyek Rumah DP Rp 0 Kelapa Village Rp 320 miliar, Ged Twin Tower Asrama Jawa Barat dan Rusunawa DIY. Sedangkan proyek swasta yang sudah didapatkan selama Januari-Mei 2018 baru berasal dari Antasari Height.

BERITA TERKAIT

Kelola Reksadana Bakal Tembus Rp 500 Triliun

NERACA Jakarta – Selalu masih ada keyakinan pasar saham akan kembali pulih dan juga pasar obligasi menjadi alasan bagi sebagian…

Lagi, ICDX Bakal Luncurkan Kontrak Baru - Geliat Transaksi Bursa Komoditi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan transaksi di bursa komoditi, Indonesia Commodity & Derivative Exchange atau ICDX dalam waktu dekat bakal…

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih - Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket NERACA Sukabumi -…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Gelar Private Placement - CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Luncurkan Dua Produk Dinfra - Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…